
setelah sampai di kamar, aditya pun membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. sedangkan si minajat dia malah terdiam di depan pintu kamarnya.
" dek, kenapa diam aja di situ? masuk lahh " kata aditya menegur istrinya itu di depan pintu kamar dengan kebingungan.
" i... iya, ka " kata minajat sambil masuk ke kamarnya dengan perasaan yang gugup dan dia merasakan saat masuk di kamarnya ini terasa berbeda dari biasanya.
" eemmm, ka. kalau kaka pengen mandi, itu di sana kamar mandinya " kata minajat dengan muka yang kemerahan gara" perasaan malu dan gugupnya itu.
" dek, kamu gak usah gugup gitu kalau mau bicara sama aku. aku ini kan sudah jadi suami kamu " kata aditya dengan senyuman.
" iya, akan aku usahakan " kata minajat yang tersenyum juga di balik cadar nya itu.
__ADS_1
" gitu dong, kan enak di dengarnya " kata aditya membalas senyuman minajat dengan senyuman juga.
" nya sudah kalau begitu. kaka mandi aja dulu, aku mau kebawah bentar ada yang ingin aku ambil di bawah " kata minajat menatap suaminya itu dan ini adalah pertama kalinya minajat menatap seorang pria kecuali papahnya saja.
" iya " kata aditya dengan singkat.
lalu minajat pun keluar dari kamarnya dan turun kebawah. saat berada di tangga, dia pun berselisihan dengan uminya aditya di sana. kebetulan orang tuanya aditya itu menginap di rumahnya minajat, karena rumah mereka itu lumayan jauh, membutuhkan satu jam baru sampai di rumah mereka.
" eehhh, minajat. kenapa turun dan kenapa belum ganti bajunya? " kata ibu Jasmin bertanya kepada minajat.
" nya sudah kalau gitu, umi ke atas duluannya? " kata uminya aditya dengan senyuman juga.
__ADS_1
setelah minajat mengambil barangnya di bawah, dia pun naik ke atas lagi dan masuk kedalam kamarnya. saat dia masuk kedalam kamar, dia pun terkejut melihat aditya yang sudah selesai mandi dan duduk di kursi dekat kasurnya itu.
" dek, masuk. kebiasaan deh berdiri di pintu terus, dan jangan lupa, kamu kunci dulu pintunya " kata aditya dengan senyuman saat melihat minajat, dan minajat pun masuk ke dalam dengan perasaan yang gugup.
" sini deh, kamu duduk dekat aku " kata aditya menyuruh istrinya itu duduk di samping dia, dan kebetulan kursi yang mereka dudukin itu panjang, maka bisa untuk dua orang. minajat pun duduk di samping suaminya itu dengan perasaan yang masih gugup.
" ko, belum di lepas sih cadarnya? " kata aditya sambil mau melepaskan cadar minajat dan itu membuat minajat terkejut.
" eemmm, biar aku saja lepas cadarnya sendiri " kata minajat dengan kegugupan.
" sudah lah, biar aku saja yang lepasnya. kalau kamu lama, deri tadi gak di lepas lepas cadarnya " kata aditya sambil membuka cadarnya minajat dengan pelan pelan, dan minajat pun cuman bisa diam.
__ADS_1
" Masyallah, cantiknya dia nya allah. terima kasih nya allah, engkau berikan bidadari secantik ini kepada ku" kata aditya di dalam hatinya sambil terdiam saat melihat mukanya minajat sangat istrinya itu.
" makasih, minajat. engkau telah menutupi kecantikan mu ini dari orang-orang dan engkau hanya membukanya saat bersama suami mu saja " kata aditya dengan senyuman, sambil memegang mukanya minajat. minajat pun membalas senyuman suaminya itu dengan senyuman juga. lalu aditya pun mencium kening minajat dan memeluknya, dan minajat pun membalas pelukan aditya.