
Rangga bener-bener emosi saat ini, seperti singa yang tidak dapat daging buruannya...
Namun dia tidak bisa apa" , dia harus menunggu sampai lukanya sembuh...
Ketiga sabahatnya, mulai pamit untuk pulang, kini tinggalah Rangga sendiri...
" Yaa nasib, sendirian udah. nasib anak terbuang gak punya siapa" !!! gerutu Rangga...
Setelah merenungi nasibnya, dia mulai tertidur di rawat inap di rumah sakit itu,.
Hingga pagi datang, dan Rangga terbangun dari tidur karena mendengar suara pintu yang terbuka...
Cekreek.....
Rangga pun terbangun, di lihatnya suster yang datang menghampirinya...
" Bagaimana kondisinya mas Rangga, tanya suster itu...
" Baik suster, ucap Rangga. suster pun mengecek botol infus dan jahitan di kepala dan punggung Rangga...
" Mas Rangga kok sendirian, kemana keluarga,? tanya suster itu...
Rangga pun terdiam, binggung mau menjawab, itu suster mungkin lagi sibuk sahut Rangga sekenanya...
" Oh, Jangan banyak bergerak ya, biar jahitannya tidak terlepas, ucap suster itu...
Rangga hanya mengangukkan kepalanya...
Setelah selesai, suster pun pamit keluar untuk mengecek pasien yang lain...
Di tempat lain, Anita yang sudah rapi. bersiap untuk ke rumah sakit menjenguk Rangga...
__ADS_1
" Pasti Rangga belom makan dan minum obat, dia kan gk bisa makan sendiri karena kemarin, batin Anita...
Sesampainya di rumah sakit, Anita menuju tempat resepsionis, " suster mau tanya ruangan Rangga Adi Saputra dimana ya?...
" Bentar mbak, saya cari dulu ya. sesaat kemudian itu mbak di komar bogenvil no 16. mbak lurus, trus belok kiri, ucap suster itu...
" Ohw, iya suster terima kasih, sahut Anita...
Anita pun berjalan sesuai yang dikatan suster itu, akhirnya dia sampai di ruangan bogenvil...
Setelah melihat nomor" di pintu itu, akhirnya dia menemukan kamar no 16 tempat Rangga menginap...
Tok...tok...tok........
Masuk, suara pria dari dalam, Anita membuka pintu dan terus masuk ke dalam...
Dia kaget, melihat Rangga yang terbalut perban di kepala dan seluruh punggungnya...
" Belom Nitta, sahut Rangga. mau makan, timpal Anita. Rangga hanya mengangukkan kepalanya...
Anita pun meraih makanan yang ada di atas nakas dan menyuapi Rangga...
Tak terasa air matanya jatuh, Melihat orang yang dia sayang seperti ini hanya untuk melindunginya...
" Maafin Anita bang, ucap Anita. Kenapa minta maaf, semalem kan udah aku kasih tau, ini bukan salah kamu sahut Rangga...
Rangga tak ingin melihat Anita merasa bersalah karena keadaanya seperti ini...
Dan itu membuat Rangga semakin Murka, karena tangisan Anita...
Setelah menghabiskan makanannya, Anita mengambil obat di atas nakas dan memberikannya pada Rangga...
__ADS_1
Di minum bang biar cepet sembuh, ucap Anita. Iiya, kayaknya udah cocok ini jadi nyonya Rangga, goda Rangga...
Membuat Wajah anita bersemu merah, " Ah abang ngomong apa sich. sahut Anita...
Setelah menemani Rangga, Anita pun pamit karena sudah hampir waktunya sekolah...
Setelah kepergian Anita, Rangga pun terlelap, mungkin karena efek obat yang di minumnya...
Di tempat lain, ketiga sahabatnya mulai membagi tugas untuk menemani Rangga...
sedangkan Gendon, bertugas mencari tahu siapa orang yang melukai Rangga...
Setelah 1 bulan di rawat, Rangga pun di izinkan pulang, ketiga sahabatnya membantu Rangga berkemas...
" Antar aku ke kontrakan, ucap Rangga. siap bos, sahut mereka bersamaan...
Sesampainya di sana, mereka kumpul di ruang tamu dan membahas siapa yang melukai Rangga...
" Don, gimana udah dapat info, tanya Rangga..
" Udah Ngga, dari info yang di berikan yang melukaimu itu kakaknya Andre, sahut Gendon...
" Oh, okey kalau gitu. ucap Rangga,..
" Terima kasih loh kalian udah jaga dan nganteri aku pulang sejak aku di rawat...
" Santuy kawan, kita adalah keluarga sahut mereka bertiga...
Mereka pun mengangkat dan mengepalkan tangan sampai kepalan itu bertemu satu sama lain...
JANGAN LUPA YA LIKE, COMENT DAN VOTE JIKA KALIAN MENYUKAI NOVEL INI...
__ADS_1
AUTHOR TUNGGU LOH YAA. TENANG GRATIS KOK...😂😂😂