
Setelah mandi, Rangga menuju lemari pakaian dan bergegas pergi dengan motor tuanya.
Dia ingin jalan", meski hanya sekedar ngopi. Rangga menuju ke sebuah taman yang memang sudah terkenal di kota itu.
Rangga memarkirkan motornya di sebuah food terace, dan kemudian duduk di sebuah kursi pojok.
Tak lama, pelayan pun datang membawa list menu yang di sediakan di situ.
Setelah memesan, Rangga menunggu pesanannya datang, di sela menunggu terdengar suara memanggilnya.
Rangga..
Rangga pun menoleh, dia kaget melihat Anita dan retno, adik sepupu Anita.
" Boleh ikut duduk di sini, tanya Anita
" Silahkan, ucap Rangga dengan wajah datarnya.
Mereka hanya diam, tak ada yang memulai pembicaraan. Rangga masih sangat kecewa dengan Anita.
" Ret, tolong bisa tinggalkan kami sebentar. ucap Anita
" Iya kak, jawab Retno
Retno pun berdiri, dia mencari duduk yang agak jauh dari mereka.
Anita pun menceritakan semua yang terjadi dengannya, termasuk dengan mantan suaminya.
Anita memang kini sudah bercerai, tapi melihat expresi Rangga. dia tak tau apa harus bahagia atau bersedih.
Setelah menceritakan semuanya, Anita pasrah. apakah Rangga akan memaafkannya atau tidak.
Anita menulis sebuah angka di kertas dan memberikannya pada Rangga.
" Aku pamit pulang Bang, ucap Anita
Dan hanya di balas oleh anggukan oleh Rangga.
__ADS_1
Setelah kepergian Anita, Rangga menghabiskan makanan dan minuman yang di pesannya tadi.
Dia langsung pulang, sesampainya dirumah, Rangga langsung duduk dan menyenderkan punggungnya di sofa.
Memejamkan matanya, dia merasa DE JA VU setelah bertemu Anita.
Pikirannya bener" kacau saat ini,..
Setelah beberapa hari, pinjaman dari perusahaan pun akhirnya cair, Rangga mencari teman"nya dulu waktu di proyek.
Mereka kemudian melihat desain sketsa yang di berikan Rangga, dan memulai pekerjaan mereka.
Setelah 1 Minggu, akhirnya Rangga menghubungi Anita, Dan mengajaknya bertemu di sebuah cafe.
Sesampainya di cafe, Anita sudah menunggu Rangga di meja yang memang sudah di pesannya.
Rangga pun menghampiri Anita, dan duduk di depannya.
" Aku mau kita kayak dulu, ucap Rangga to the point.
Entah ini benar atau tidak, Rangga pun tak tau dengan prasaannya.
" Udah, nggak usah di bahas soal itu. sahut Rangga.
Mereka pun membahas masa lalu kebersamaan mereka, dan Anita pun menceritakan jika dia sudah meraih cita"nya.
Namun tidak dengan Rangga, dia masih menutupi kesuksesannya, dia hanya mengaku sama, karyawan perusahaan minuman.
Setelah lama bercerita, mereka pun beranjak pulang. Anita menuju parkiran mobilnya dan Rangga menuju motor tuanya.
Setelah beberapa bulan, Proyek Rangga pun sudah hampir selesai, tinggal menyiapkan alat" peternakan.
Setelah proyek itu benar" selesai, Rangga mencari karyawan untuk stay di kandang barunya.
Perjalanan cinta Anita dan Rangga semakin mesra dan romantis saja.
kemana" mereka slalu bersama, namun perjalanan itu tak berakhir lama, mantan suami Anita tak membiarkan itu.
__ADS_1
Dia melakukan segala cara untuk memisahkan mereka.
Author tidak tau apa yang di lakukan mantan suami Anita, karena mereka tak pernah menceritakan itu. hehe
Namun seiring perjalanan waktu. Usaha Rangga maju dengan pesat. bisa di katakan sudah hampir menyamai Perusahaan,
Dengan Populasi yang mencapai 300 ribu ekor. pundi" uang yang di hasilkan pun tidaklah sedikit.
Namun dia tak pernah lupa dengan janjinya dulu, dia memberikan 10% provit keuntungan peternakan untuk membantu sesamanya.
Aditya saputra, sudah mencapai cita"nya. itu membuat Rangga bahagia. karena pengorbanannya untuk adiknya tak pernah sia".
Setelah kebersamaan bersama Anita, Rangga ingin melamar Anita,
" Halo nitt, ucap Rangga
" Iya bang, kenapa ? tanya Anita
" Sabtu aku melamar kamu, sahut Rangga
" Serius bang, iya bang Anita mau sahut Anita.
" Seminggu lagi ya nitt. ucap Rangga.
Namun sebuah tragedi dan kenyataan yang sulit untuk di fikirkan. apakah benar atau salah. Rangga meninggal 08 juli 2020. pukul 01.45 menit. di usianya yang ke 26 tahun. author tidak bisa menyebutkan kematian beliau, maaf buat pembaca.
Semua tak percaya dan begitu pun dengan Anita. Rangga mengubur semua cinta dan kebencian di dalam hatinya. terkubur bersama tubuhnya yang telah di makam.kan.
***Rangga mengajarkan kita untuk tak pernah menyerah, saat kau merasa sendiri. percayalah tuhan masih bersamamu. proses tidak akan menghianati hasil, KUN FAYAKUN.
Tidak ada yang tidak mungkin kalau tuhan sudah berkehendak.
Ini kisah nyata, author tak ingin menambah atau mengurangi kejadian pada kenyataannya. hidup tak selalu seperti novel yang selalu brakhir bahagia.
Setelah kepergian Rangga, semua peternakan di limpahkan kepada adiknya. adik kesayangannya, yang dia lindungi dengan menaruhkan hidupnya.
Tak ada tahlil atau pembacaan doa di rumah rangga atau orang tuaya, namun orang" yang pernah di bantunya, mengadakan tahlil sendiri di tempatnya masing".
__ADS_1
Sampai saat ini, peternakan itu masih menjadi donatur tetap, meski pemiliknya telah meninggal. biarlah semua menjadi amal ibadah almarhum.
#Alfatiha untuk Almarhum***.