
Rangga Adi Saputra adalah anak pertama dari dua bersaudara, dia memiliki adik bernama Aditya saputra.
Saat Rangga berumur 11 tahun, dan Adiknya 5 tahun. Dia harus mengakui kesalahan yang tak di sengaja oleh adiknya.
Saat sedang bermain, adiknya tak sengaja mendorong teman bermainnya hingga jatuh. Tulang hidungnya patah dan membuatnya harus operasi dan meminta ganti rugi.
Karena keluarga Rangga yang notabane nya orang nggak punya, mereka harus menjual sawah untuk membiayai operasi dan ganti rugi.
Rangga, harus mengakui kesalahan itu, karena tak ingin adiknya merasakan amarah dari kluarganya.
Sejak saat itu Rangga tersisihkan dari kluarganya. mereka tak perduli dengannya lagi,
Rangga yang waktu itu masih kelas 5 sd. harus menjadi kuli batu untuk mendapatkan uang saku, untunglah waktu sekolah dulu memang semua di gratiskan, hanya membeli buku setiap semester.
Dia tak pernah memakai uang kerjanya untuk jajan, karena dia tau nanti waktu dia lulus dan melanjutkan smp, dia membutuhkan biaya yang besar.
Setelah smp, rangga mendapat beasiswa tidak mampu dari sekolahnya. namun saat usai ujian kenaikan. dia di usir oleh kluarganya.
Rangga pun merantau ke kota S. bermodalkan tekad dan keyakinan. dan akhirnya dia bertemu orang yang baik di sana dan memberikan pekerjaan untuknya.
Rangga menjadi buruh kasar di proyek kontruksi baja di salah satu perusahaan di kota S.
__ADS_1
Setelah beberapa tahun. Rangga belajar dengan cepat dan mulai di percaya sebagai kontraktor muda di usianya yg ke 17 tahun.
Namun saat akan di promosikan dia menolak. karena tak ingin membuat orang yang menolongnya dulu kehilangan pekerjaannya.
Meskipun orang itu sangat mendukung dengan promosi Rangga. Rangga pun berhenti dari pekerjaannya,
Hidup Rangga begitu berat, dia selalu sendirian.
Dia mencintai wanita dengan tulus, namun dia di terbuang seperti sampah saat harta dan kasta menjadi tolak ukurnya.
penderitaan semakin menjadi-jadi, sampai dia merasa putus asa. dan ingin mati saja.
Orang itu memberi pekerjaan kepada Rangga sebagai seorang teknisi proyek produksi di perusahaan itu tanpa lamaran kerja dan ijazah.
Setelah bekerja di perusahaan itu, Rangga ingin melamar kekasih, namun di tolak mentah" oleh orang tuanya.
Rangga ingin membuktikannya dan berhenti dari perusahaan itu, dia akhirnya bertemu dengan teman kerjanya dulu dan mengajaknya ikut usaha bersamanya.
Awal usaha, Rangga hanya memakan mie instan selama 9 bulan. karena dia memang tidak bisa memasak.
Namun dengan itu, peternakannya semakin besar, meski hanya kandang sewa.
__ADS_1
Selama 1 th, dia sudah mempunyai 7 kandang. setengah tahun kemudian dia menyewa kandang yang jauh lebih besar namun di kota berbeda.
bersama temannya dia menyewa di sana, selama 2 periode penyewaan kandang itu. rangga membangun peternakannya sendiri.
Ranga juga mendapatkan pinjaman dari perusahaan tempatnya bernaung. hingga peternakannya begitu maju sangat pesat.
Di balik kesuksesannya Rangga tak pernah memperlihatnya. dia tetap menjadi Rangga yang dulu. meskipun statusnya pengusaha muda.
Rangga memberikan bantuan kepada warga yang berada di sekitar peternakannya. bahkan dia menjadi donatur tetap dan membantu pembangunan tempat" yang menurutnya akan menjadi amal kelak saat dia meninggal.
2 tahun dia menikmati kesuksesannya, namun 15 tahun dia merasakan kehidupan yang berat. TUHAN lebih menyayanginya. Rangga meninggal di usia 26 th, masa kesuksesan Rangga. Dia belum menikah dan memberikan semua aset" dan saham di beberapa perusahaan untuk adik kesayangannya. Sampai saat ini. semua kebijakan Rangga masih tetap berjalan. dan amanah yang di berikan untuk adiknya.
Jangan lupa baca juga novel author,
" KEPENTOK CINTA PENULIS MT "
# ITU AKAN MENJADI AMAL UNTUKMU ABANG, SELAMA PETERNAKAN ITU MASIH BERJALAN.
MAAFKAN ADIKMU YANG MEMBUATMU SENGSARA INI DAN TAK BISA MENEMANIMU HINGGA SAAT TRAKHIRMU.
TAMAT
__ADS_1