
" Kita adalah keluarga apa kau lupa,, Ucap Gendon pada Rangga.. Orang tua Gendon pun tersenyum pada Rangga.. Terima kasih,, Ucap Rangga pada mereka...
" Yaa ,,Gendon adalah anak dari salah satu kontraktor Perusahaan di kota P..
" Jejen adalah anak dari salah satu dosen di universitas di kota S..
" Ervan adalah anak dari salah satu petinggi di sebuah perusahaan makanan di kota P...
" Mereka pun berlalu pulang.. Sedangkan Rangga yang berjalan menyusuri jalan setapak berhenti di sebuah pemakaman...
" Dia diam sejenak di sana.. Dan berfikir kenapa aku harus di lahirkan bila takdir begitu menyiksaku' Ucap Rangga dalam hati...
" Aku tak sanggup lagi TUHAN.. Aku tak mampu.. begitu berat takdir yang kau berikan...
" Dia menanggis di sana dan mulai duduk di sebuah petilasan di sana.. Hingga datang dari mana terdengar suara langkah kaki yang mendekat...
__ADS_1
" Rangga terdiam saat melihat seorang kakek-kakek berjengot putih lebat dan memakai tongkat untuk membantunya berjalan...
" Kakek itu kemudian duduk di samping Rangga dan berkata.. jangan menangisi nasib dan takdir yang sudah di gariskan padamu...
" Bagaimana kakek ini tau " Ucap Rangga dalam hati.. Kemudian kakek itu mengelus kepala Rangga dan berkata.. Sabarlah TUHAN sudah merencanakan kebahagiaan untukmu...
" Kelak usahamu tak akan sia-sia nak..Ucap kakek tua itu.. Rangga hanya mengangguk dan diam mendengarkan setiap perkataannya...
" Lalu Rangga bertanya pada kakek itu.. Kakek siapa.? kenapa kakek tau tentang saya dan yang saya fikirkan...
" Kok bisa begitu,Ucap Rangga.. dan kakek itu pun menunjuk dada rangga dan berkata.. Karna aku adalah kamu...
" Deg..Deg.. suara jantung Rangga yang semakin cepat.. dia tak mengerti apa yang kakek itu katakan...
" Dan Rangga mulai menanggis di situ.. dia mengatakan semua keluh kesahnya tentang keluarganya...
__ADS_1
" Hingga terdengar suara adzan magrib berkumandang.. menoleh dan kakek tua itu pun tidak ada... Rangga terdiam sejenak dalam fikirannya yang kacau...
" Dia terus menoleh dan mencari kakek itu namun hasilnya nihil.. Tak di temukannya kakek itu...
" Kemudian dia pun berjalan meninggalkan pemakaman dan terus berjalan menyusuri area persawahan hingga sampailah dia di rumahnya...
" Dia masuk ke kamar dan membawa handuk lalu pergi ke kamar mandi.. di sana di masih terus berfikir siapa kakek tua tadi...
" Hingga 20 menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk di pinggangnya...
" Di membuka almari dan mencari kaos dan celana pendek.. kemudian dia memakainya...
" Rangga berbaring di atas tempat tidur dan menatap langit-langit kamarnya.. sebuah tanda tanya besar ada di fikirannya.. " aku adalah dirimu " kata itu terus terlintas di fikirannya...
" Tak terasa sudah 8 malam.. dia pergi ke sebuah pohon mangga raksasa.. mungkin berdiameter 5 M .Rangga pun naik ke atas pohon itu sampai ke puncak.. di sana dia bisa melihat pemandangan yang indah dan dapat merasa tenang.. Tapi hati-hati yaa Rangga kalau jatuh mati nanti 'Ucap AUTHOR hehhe๐๐
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE CINTA ITU MENGUBAHKU. KALIAN JUGA BISA SHARE DAN COMENT DI BAWAH INI. KALIAN BISA KRITIK DAN NGASIH SARAN BUAT AUTHOR.. TERIMA KASIH๐๐ LOPE LOPE DAHH๐๐