CINTA ITU PILIHAN

CINTA ITU PILIHAN
part 10


__ADS_3

Sulit lagi sedangkan hatinya masih ada saudara dari suaminya itu.


“ hei kenapa kau menangis, hei ra maafkan aku “ ucap abil yang entah kapan sudah ada didepan zahra bahkan menghapus air matanya


“ bukan, aku yang salah saat ini, jika kak abil menginginkannya aku rela” ucap zahra walau terasa berat tapi ia juga memikirkan perkataan ibunya bahwa seorang istri harus mematuhi segala perintah suaminya jika ingin diridhoi oleh allah.swt


“ tidak bukan seperti itu maksudku, a..aku hanya bercanda hem” ucapnya yang meraih kedua tanganku


“ tidak kau berhak mendapatkannya, aku siap” ucapnya kembali, jujur zahra ragu akan keputusannya tapi ai juga tak ingin jika akan berbuat dosa apalagi menolak perintah suaminya walau ia bilang hanya bercanda tapi zahra yakin ia lelaki normal sudah pasti menginginkan hal itu


“ aku bercanda zahra humairah” ucapnya sedikit penekanan agar zahra mengerti maksudnya


“ tidak aku sudah siap, jika sekarang tidak dilakukan, aku tak tahu sampai kapan aku siap kembali “ ucap zahra bergetar memandang abil yang sedang memandangnya


“ kau yakin?” tanyanhya pada zahra bahkan seakan berharap bahwa apa yang didengarkan ini tidaklah benar. Zahra mengangguk walau air matanya masih sesegukan karna menahan rasa sakitya sekarang walau ia berusaha baik baik saja didepan suaminya ini.


“ baiklah sebaiknya kita sholat dulu” ucapnya lalu berdiri dan masuk kekamar mandi setelah beberapa menit ia keluar, zahra segera berdiri dan melewati abil begitu saja dan menuju kekamar mandi untuk berwudhu. Kemudian mereka melakukan sholat dua raakaat itu dan selanjutnya mereka melakukan seperti apa yang di inginkan.

__ADS_1


Pagi harinya dua insan manusia ini masih tidur padahal sudah jam 9 pagi, dering ponsel terdengar lalu membangunkan abil dari tidurnya, ia melihat didepannya seseorang yang sudah menjadi istrinya itu begitu cantik dengan bulu mata lentik, hidung kecil mancung dan bibir tipis disertai kulit yang putih benar benar sempurna menurut abil ia tak berhenti tersenyum bahkan melupakan bunyi handphonenya itu


“ arghh..” zahra menggeliat dan malah sekarang semakin memeluk abil dengan erat seakan nyaman dengan hal itu


“ hush..hush istri kecilku tidur lagi ya?” ucap abil sambil terkekeh tanganya mengelus lembut rambut hingga punggung istrinya itu


“ siapa coba yang ganggu pagi pagi” kesal abil lalu tangan satunya meraih handphone didepannya “ halo” ucap abil kesal


“ woles bro, gue ada dibawah nih loh turun sekarang”


“ tunggu satu jam” abil menjawabnya dengan dingin


"Temanmu sudah datang ?” tanya zahra yang tidurnya memeng terganggu dengan percakapan tadi walau abil sudah berbicara cukup pelan tadi


“ maaf, kau bisa tidur kembali” ucap abil yang menatap wanita yang ada didepannya sekarang bahkan dipelukannya


“ tidak, kita harus segera sampai” ucap zahra yang kini mulai melepaskan tangannya dari pinggang abil dan tentu saja abil juga langsung merangkul erat pinggang wanita itu agar tidak beranjak

__ADS_1


“ kak ini sudah hampir siang lepaskan ya” ucap zahra merengek dan dimata abil itu sangat lucu bahkan tanpa aba aba langsung mengecup bibir zahra dan spontan zahra diam dengan hanya mata yang membulat kaget


“ ish aku semakin gemas, hem bagimana kalau kita mengulang nya ?” tanya nya sambil menggoda menaikturunkan alisnya


“ enak saja, tidak aku saja baru tidur sebentar dan sekarang kau ingin membuatku lelah lagi, minggir” kesal zahra sambil menendang keras kaki abil hingga laki laki itu spontan melepas pelukannya pada zahra dan tentu saja ini kesempatan yang baik untuk zahra lepas namun baru saja ingin berjalan


“ aduh.. “ ucaap zahra yang langsung jatuh kelantai karena kakinya begitu lemas , mendengar itu abil segera berdiri dan mendekat kezahra


“ kenapa?” tanya nya dengan nada khawatir


“ itu kaki lemas dan hem…” zahra ragu mengatakannya


“ apa?” ucap abil yang kini menatapnya lebih serius lagi, zahra hanya menunduk malu karena tak mungkin ia mengatakan hal intim sekarang dan abil yang melihat itupun mengerti


“ masih sakit?” tanya nya sambil tersenyum dan zahra mengangguk malu


“ aku gendong, jangan protes sekalian mandi bersama” ucapnya yang kini benar di lakukan tapi bukan hanya mandi saja melainkan hal yang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri dan ketika mereka keluar kamar dan berada dilift zahra terus saja mengerucutkan bibirnya kesal

__ADS_1


“ tak usah marah zahra humairah istri kecilku yang cantik”


__ADS_2