CINTA ITU PILIHAN

CINTA ITU PILIHAN
Part 6


__ADS_3

Hari-hari kujalani dengan kak abil atau lebih lengkapnya seorang tentara yang bernama abil saputra. Gayanya yang cool, tatapan mata yang tajam dan sikap yang tegas menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang beribawa dan memegang teguh setiap perkataan yang diucapkannya. Sebenarnya tak terbayang aku akan hidup dengan orang seperti ini, terlebih lagi diriku yang masih remaja lagi-lagi labilnya. Apalagi dalam keadaan putus cinta.


“ ra “ memanggilku


“ iyya, apa” tanyaku heran karena tiba- tiba dia ada didepanku sehingga mata kami berdua saling bertemu. Dalam hati aku gemeteran belum lagi fikiranku selalu mengatakan mungkinkah dia akan melakukan itu? Janjinya gimana ? mau teriak malu juga?


“ jangan bergerak ya?” tanyanya


“ ha maksudnya” kataku dengan suara kecil


Tangannya mulai menenyentuh kepalaku, kulihat wajahnya semakin dekat dengan wajahku dan aku tak sanggup dalam keadaan seperti ini akhirnya kuputuskan untuk mendorongnya. “drAaaAk..” kak abilpun jatuh di tempat tidur karena doronganku yang agak keras padanya


“ kamu mau apa sih sebenarnya?” tanyaku padanya dengan tegas dan berani


“ ini liat dulu” sambil menunjukkan sesuatu. Ternyata setelah kulihat sesuatu yang dipegangnya itu adalah cicak.

__ADS_1


“ kok ada cicak ditangan kamu?


Aku ambil dirambut kamu” dengan cuek


“ bener?” kataku seakan tak percaya dengan penyataannya padaku. Kak abil mulai mengernyitkan dahinya karna sikapku padanya yang tak percaya. Kupandangi dia dan kelihatannya benar dari ekspresinya sih serius


“ oh ya, kamu mendorongku kesini, memengnya boleh aku tidur disini?” tanyanya dengan wajah yang jahil. Suasana seakan aneh saat itu, mengapa tiba-tiba dia mulai bicara padaku? Apa mungkin ini adalah sifat aslinya?


“ maksudnya?” heran


“ kita kan udah jadi suami istri, jadi bolehkan?” sambil cengengesan


“ laah eeh.. eh. Cuman bercanda, lagi pula kamu itu anak kecil nggak boleh mikirin hal seperti itu , ok” katanya sambil memegang rambutku dan mengacak-acaknya. Dia langsung menuju kesofa dan tak lupa tersenyum padaku seakan menyindirku.


Aku tak habis pikir dengan sikapnya, didepan orang tuaku dan orang tuanya dia kelihatan sabar, pendiam dan juga tegas tapi nyatanya dia itu tengil banget. Menyesalnya aku telah mengatakan bahwa dia itu adalah orang yang beribawa. Hmm nyebelin banget.

__ADS_1


Akupun berbaring ditempat tidur, dan terlihat kak abil mulai menata bantal yang dipakai untuk tidur di sofa kecil itu. Sebenarnya aku tak enak menyuruhnya untuk tidur disana karena pasti sangatlah tidak nyaman baginya, namun mau bagaimana lagi aku harus egois untuk saat ini demi kenyamananku dan biarlah kak abil seperti ini dulu.


“ eh, awas aja ya kalau kamu ngapa-ngapain aku” kuperingatkan dia


“ tenang aja. Kamu itu anak kecil nggak ada apa-apanya buat aku, nggak nafsu” katanya dengan santai


“ awas kalau bohong ( sambil melotot) “ ucapku kembali seakan mengancam


Dia mengangkat tanganya dan menunjukkan tanda ok padaku. Setelah itu kami tidak saling menyapa lagi sampai esok paginya.


Jam 06.30 wita


Ketika bangun esok paginya, sinar matahari terasa menyilaukan masuk melalui jendela. Mula-mula aku bingung dengan pemandangan disekitarku, kenapa ada seorang laki-laki yang duduk disofa kecil itu? Aku tak percaya, akhirnya ku kucek-kucek mataku tapi tetap orang itu masih ada dipenglihatanku


“hei… apa liat-liat” tanyanya ketus

__ADS_1


“ satria?” tanyaku sambil tersenyum


“ aduh ini anak, ini itu suami kamu abil, masa lupa” jawabnya sambil menggeleng-gelengkan kepala seakan tak bisa menerima pertanyaanku tadi


__ADS_2