CINTA ITU PILIHAN

CINTA ITU PILIHAN
Part 9


__ADS_3

"lebih baik bertarung dengan preman dari pada dalam keadaan tersiksa begini"


“ dasar aneh” ucapnya cuek sambil tangannya menatap handphonenya.


Sesekali kulirik dia, yang memeng sedang tersenyum tipis sambil melihat hp nya, rasa penasaran tentunya terselip dihatiku


“ bisa bisanya dia tersenyum sedangkan aku tengah pusing disini sambil menarik koperku, dasar laki laki tak berperasaan “ batin zahra. Dan setelahnya kembali memandang lurus ke depan


# flackback on


Sambil berjalan disamping zahra abil mulai mengirimkan pesan kepada sahabatnya untuk menjemputnya besok


“ assalamualaikum ali bisa kau menjemputku besok didaerah**** ?”


“ oh bisa, gimana sama kakak ipar cantik nggak?” tanya ali lewat chat whatspp itu


“ kenapa?” tanya abil


“ hahahah jika masih muda, wih ditambah cantik beruntung banget loh “ ali kembali melontarkan pertanyaan pada abil dan seketika abil melirik zahra yang sedang menyeka keringat yang bercucuran didahinya


“ kalau dilihat lihat zahra ini manis dan lucu, dan terkadang seksi menurutku apalagi saat berkeringat seperti ini” batin abil


“ woi bro ditanyaain malah diem “ tanya ali kembali bingung dengan abil yang lama membalas chat dari ali


“ udahlah, besok loh juga liat, entar gue kirimin alamat penginapan atau hotelnya, ingat bawa motornya dua ya “ ucap abil

__ADS_1


“ ada aroma bahagia nih mau bulan madu sampe nginap, tapi kok cuman sehari sih bro?” ucap ali kembali


“ loh nggk perlu tahu sana nikah baru loh ngomong gitu, udah itu aja gue sibuk “ ucap abil


“ oke oke yang sibuk sama istri ngerti dah gue” ucap ali


Setelahnya abil tak membalas chat dari ali karena hanya akan terus digoda dan diejek olehnya


# flckback off


“ lelah banget huft ,,,,( menghembuskan nafas)” ucap zahra sambil melirik abil berharap kopernya dibawakan


“ gimana kalau kita” ucap abil namun belum sempat diteruskan langsung dipotong oleh zahra


"Geer banget” ucap abil sambil melangkah


“ lah terus apa?” ucap zahra dengan nada kecewa sambil mengerucutkan bibirnya


“ aduh kenapa bibirnya dikasih imut kayak gitu coba “ batin abil sambil memandang zahra


“ itu hotel didepan, kita nginep disana aja” ucap abil sambil tangannya menunjuk kearah sebuah bangunan megah


“ iyya benar, ayo kesana “ .merekapun melangkahkan kakinya kearah hotel tersebut HOTEL DELUNA, sesampainya disana menuju resepsionis dan memesan kamar


“ mbak kamarnya dua ya” ucap abil sambil merogoh dompetnya dan mengeluarkan kartu atm dan menyodorkannya ke resepsionis itu

__ADS_1


“ untungnya dia tau diri, awas saja kalau dia apa-apain aku “ gumam zahra sambil melirik abil yang kebetulan berada disampingnya


“ ngapain kamu ngelirik aku, kagum” ucap abil sambil tersenyum mengejek dan tentu saja zahra langsung memberikan tatapan tajam pada abil apalagi saat melihat mbak resepsionis ikut tersenyum


“ ehem ada kamarnya mbak?” ucap zahra sambil menatap tajam mbak resepsionis


“ ah… maaf maaf mba tunggu sebentar ya saya cek dulu” ucap mbak resepsionis sambil memeriksa komputer hotel tersebut, terlihat tangannya begitu lincah


“ hem tinggal satu kamar saja nona, tuan” ucap resepsionis sambil menatap zahra dan abil


“ baiklah kami ambil” sela abil tanpa meminta persetujuan zahra terlebih dahulu


**********


Didalam kamar zahra sedari tadi mengerucutkan bibirnya, bagaimana tidak dengan santainya kini abil berbaring disana tanpa memperdulikan zahra sama sekali yang telah duduk disofa dan didepannya telah tersedia tv besar yang menunjukkan siaran kartun upin ipin yang banyak disukai anak anak zaman sekarang


“ huft …nasibku kenapa harus seperti ini sih” gumam zahra namun masih didengar oleh abil “ itu orang juga seenaknya sekarang harus tidur dimana coba?” gumam zahra kembali yang kini menyandarkan kepalanya di sofa sambil menatap langit langit


“ kesini saja, tidur denganku” sahut abil yang membuat zahra langsung menengok menatap abil dengan mata yang membulat


“ ha? Kamu gila ya?” tanya zahra yang segera mengubah ekspresinya kesal


“ apa salahnya sih, bukankah sorang istri harus mematuhi perintah suaminya” ucapnya kembali dan kata katanya tadi langsung tertancap tepat dihati zahra yang kini mematung namun tetap memandang abil lekat


“ kau saja belum memberi hakku” ucapnya lagi, bahkan sekarang zahra tanpa

__ADS_1


__ADS_2