
dilobi sudah terlihat seorang laki laki tinggi dengan warna kulit agak hitam sedang memandang lekat diriku dan juga kak abil setelah kami hampir berada didekatnya laki laki itu langsung memeluk erat kak abil
" nggak nyangka laku juga kamu ya hheheeh" sambil cengengesan dengan posisi yang sama masih memeluk abil namun dengan tangan menepuk punggung kak abil
" memengnya kamu jomblo karatan hahahah" ejek kak abil sambil melepaskan pelukannya karna orang orang disekitar memandangi mereka sekarang
" aish aku juga akan mendapatkan pujaan hatiku benarkan nona kecil " sambil mengedipkan matanya padaku
" mata mu bisa juling memandang istriku seperti itu, hm kenalkan ini istriku namanya zahra dan zahra ini roy sahabatku sekaligus bawahanku" ucap abil dengan penekanan yang jelas diakhir katanya sambil melirik roy yang juga keberatan dengan kata terakhir itu walau kenyataannya benar
" wakil lah, jangan pakai kata bawahan itu terkesan kurang enak didengar benar nona cantik? Kalau kau sudah bosan dengan lelaki ini kau bisa bersama denganku" sambil memegang tanganku dengan mata memandang lekat diriku seperti lelaki buaya darat yang sedang memancinga mangsanya
" apa dia gila? mau menggodaku hehhe tak mempan" batinku dengan disertai senyum tipis, tanpa aba aba langsung kuinjak dengan keras kakinya itu menggunakan hak sepatuku yanh sangat tajam dan kupastikan ia akan berjalan pincang setelah ini
" ouch aduh aduh .... Sakit nona, bil istrimu ini singa atau apa? galak amat langsung ngegigit lagi" keluh roy sambil meminta pertolongan pada abil
" dia memeng seperti singa jika sudah di kamar bersamaku" gumam abil tapi masih didengar olehku dan langsung kuberikan tatapan tajam padanya seakan menegaskan perkataannya saat ini sungguh memalukan untuk dibicarakan didepan umum sedangkan roy hanya mengusap lembut kakinya itu dan sekali kali memandangku kesal tapi apa peduliku,,, tidak ada
__ADS_1
" kau mesum" bisiknya pada ku sambil menjinjit
" tidak apa apa kamu memeng harus dimesumin " abil cengengesan mengatakan itu bahkan tanpa berbisik dan itupun didengar langsung oleh roy yang seakan melotot melihat kami berdua
" kalian berdua membuatku kesal , sudahlah chekout sekarang lah, kaki ku makin sakit melihat kalian bermesraan begitu"
" hm baiklah ra kamu duduk disini dulu ya tunggu sebentar " ucap abil sambil melangkah kearah resepsionis dan kupandangi lekat dirinya yang memeng begitu mirip dengan satriaku
"maafkan aku ri, karna telah melakukan itu dengan kakak kembarmu dan maafkan aku kak abil karena aku belum bisa memberikan hatiku untukmu , kau tau hatiku masih terpaut dengan satriaku " batinku
" itu...aku..." belum sempat kujawab kak abil sudah berada didepanku
" sudah selesai, ayo kita pergi sekarang" ajaknya lalu menarik tanganku namun pandanganku beralih kekoper kami berdua
" koper kita ketinggalan" ucapku
" oh itu urusan roy ayo kita kemobil " ucapnya lagi bahkan tak memperhatikan roy yang kini kesusahan berjalan dengan kaki yang pincang ditambah dua koper yang harus dibawa sekarang
__ADS_1
" nasib nasib selalu saja dapat ampas, ya allah sekali kali bolehlah orang lain yang dapat ya allah aamiin " ucap roy kesal bahkan kini fokusnya berkurang sehingga menabrak seorang wanita berhijab yang sangat imut
" aduh " ucap wanita itu karna akibat tabrakan itu beberapa bukunya jatuh
" maafkan saya nona, saya tidak memperhatikan jalan tadi, karna ka...." ucapannya terhenti ketika wanita mendongak untuk melihat siapa yang menabraknya tadi
deg deg deg jantung roy tiba tiba berdebar melihat sosok bidadari yang menggetarkan hatinya itu
" tidak apa apa mas " sambil mengambil satu persatu bukunya dan melihat itu roy segera membantunya
" terima kasih mas, kalau begitu saya permisi assalamualaikum" sambil tersenyum manis
" ah ya, tunggu dulu nama nona siapa? Tanya roy sambil memandang lekat wanita itu
"mas bisa memanggilku mentari, kalau begitu saya duluan ya assalamualaikum " sambil melangkah menjauh
" walaikumsalam, nama yang cantik semoga kau jodoh ku aamiin " lirik roy
__ADS_1