
"Eh nak abil, kenapa nggak nungguin zahra, kan bisa barengan ke mesjid”tanya ibu sambil senyum-senyum
Kak abil hanya senyum kecil kepada ibu, kemungkinan tadi dia ingin membangunkanku tapi karena alasan takut ataupun nggak enak jadi mengurungkan niatnya itu. Sejenak ku berfikir sepertinya dia terlalu sungkan padaku atau mungkin masih menganggapku seperti anak kemarin sore tapi biarlah toh aku ini memang masih remaja lain halnya dengannya yang sudah berumur 24 tahun serta telah melalui manis asam garamnya kehidupan.
“ enggak enak bu , kelihatannya dia kecapaean bu” ujarnya
Dalam hati langsung terucap “ tuh kan kalau orang kayak gini sih udah ketebak” kataku kepada diriku sendiri
“ adduh , nak abil ini lucu, masa sama istri saja pake sungkan segala” canda ibu pada kak abil dan membuat suasana antara aku dan kak abil menjadi tidak nyaman.
“ ibu …sudahlah mending kita pulang, ngobrolnya nggak usah didepan mesjid begini, diliatin orang bu” kataku pada ibu
“ eh pengantin baru “ ucap salah satu ibu – ibu yang lewat, sambil melihat kami di ikuti senyum lebar
“ hmm iyya bu , kami permisi pulang dulu” ucapku dengan sedikit sungkan pada ibu itu
__ADS_1
Akhirnya kami pulang, kak abil langsung mengganti bajunya kekamar dan meminta ijin padaku dan ibu untuk keluar berolahraga. Kak abilpun pergi, aku dan ibu mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya termasuk memasak dan ketika kak abil nanti pulang dia bisa langsung sarapan pagi bersama kami. 2 jam kemudian. Dia telah kembali , kulihat bajunya dipenuh oleh keringat yang membasahi tubuhnya. Sejujurnya aku sempat memandanginya tapi lalu kubuang pandanganku itu, karna takut ketahuan olehnya. Walau pandangan itu untuk satria tersayang.
“ nak abil sudah kembali, ayo kita sarapan dulu nak?” tanya ibu sekaligus memberikan perhatian kecil kepada menantu pertamanya itu. Karna kakakku sampai sekarang belum membawakan ibuku menantu yang cantik padahal ibu sudah lama menunggunya, tapi katanya sih dia belum mendapatkan yang cocok dengan dirinya. Ibu sudah menawari gadis cantik pilihannya tapi dia menolak, karna tidak ingin dijodoh-jodohkan sebab ini bukan jaman siti nurbaya.
“ baik bu” sahutnya
Aku tahu suasana makan kali ini sedikit berbeda, karna sudah ada penambahan penghuni baru dirumah ini, apalagi dia adalah kak abil suamiku. Sesekali aku memandangnya lalu memandang kembali piringku, kalau dipikir-pikir situasi ini agak lucu karna aku seakan melihat satria berada didepanku tapi jiwa dan hatinya milik abil, Andai ini tak terjadi namun sudahlah. Sehabis makan, aku pergi mandi begitupun dengan kak abil. Aku mandi di wc kamar sedangkan dia di wc dekat dapur, tak disangka selesai mandi dia langsung masuk kekamar dan melihat diriku yang hanya menggunakan handuk
"AaAaaa..aaa” aku berteriak tanpa sengaja karna melihat kak abil masuk kamar, dia juga terlihat kaget, karna dari ekspresi dan tingkah lakunya serta refleks tubuhnya yang langsung membelakangi aku. Dia hanya diam dan tak berkata apapun, situasi yang canggung.
“ ada apa zahra “ teriak ibu
“ hm ini anak bikin khawatir aja, suruh suami kamu untuk nangkap kecoanya” seru ibu kembali
“ iyya bu” kataku.
__ADS_1
Kulihat kak abil kembali dan dia masih membelakangiku, syukurlah dia tahu situasi ku saat ini dan mau mengerti tentang perasaanku. Tapi aku bingung apa yang harus kulakukan namun tetap saja aku harus minta maaf padanya
“ maaf kak” kataku dengan canggung
“ kamu nggak perlu minta maaf “ katanya seakan tak perduli dengan kejadian yang baru saja terjadi
“ tapi ak…” ucapan ku terhenti
“ hussh… nggak usah pakai tapi, kamu mendingan ganti baju sekarang dan tenang aja, aku nggak akan ngintip , Ok” ucapnya
“ ok “ jawabku
Aku segera mengganti bajuku, setelah selesai giliranku yang kini membelakangi kak abil. Dalam setiap menit ataupun detik saat itu sangat menegangkan. Tapi lagi-lagi dia hanya mengingatkanku pada satria dan ini membuatku merasa bersalah padanya, ya allah aku sungguh minta maaf pada suamiku ini karna hatiku telah berkhianat walaupun dari awal dia sudah tahu namun aku sudah terikat dengannya. Mau tak mau aku harus mencintainya.
“ kamu nggak menyesalkan menikah denganku?” tanyanya dengan wajah serius dan kebetulan kami berdua sedang duduk disofa
__ADS_1
“ a..aaku ..hmm anu..itu,, “ aku hanya menggelengkan kepala padanya
Aku lihat dia tersenyum tipis dan segera berdiri, tanganya langsung menyentuh kepalaku dan membelainya seakan faham bahwa hatiku akan berubah kepadanya suatu saat nanti. Dan balik lagi aku hanya bisa diam. Perlakuanya padaku sedikit aneh dan membuatku bingung sendirian.