CINTA ITU PILIHAN

CINTA ITU PILIHAN
Part 7


__ADS_3

"Astaga ( kaget). Maaf habisnya aku kan nggak terbiasa” jawabku


“ dasar anak kecil” katanya sambil menunjukkan senyuman tipisnya,


“ mendingan kamu mandi, kitakan mau berangkat pagi,”


“iyya iyya heran kok ada yach orang bawel banget” dengan suara berbisik


“ kamu bilang apa?” katanya dengan jelas


“ nothing” kupaksakan senyum dibibirku sedikit


Dia pun menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti. aku selalu berfikir bahwa orang yang ada didepanku ini adalah orang yang aneh atau mungkin bodoh . Karna mana ada orang yang mau menikahi pacar saudaranya sendiri apalagi dia sudah tahu bahwa kenyataannya aku masih mencintai saudaranya itu. Dan entah kenapa orang yang ada didepanku saat ini bisa sejenak mengalihkan pandanganku.


“ ra( sambil mengayunkan tangannya didepan wajahku), bengong aja. Tadi teriak sekarang malah diam” katanya kembali


“ iyya nggak usah reze deh” ketusku karna telah menghancurkan lamunanku ini walaupun itu tentang dia


Akupun segera pergi mandi, dan setelah 30 menit aku pun kembali kekamar. Sebenarnya ini yang kutakutkan, bagaimana caranya aku mengatakan kepadanya bahwa aku ingin memakai baju dengan tenang, kalau ada dia disini aku malah takut. Tapi aku juga bingung harus mengatakan apa padanya. Sedangkan dia juga tak peka dengan sikapku yang berjalan sangat pelan menuju lemari pakaianku. Dalam hati aku terus bergumam” ya tuhan aku tak tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi padaku? Aku bingung harus bersikap apa padanya”

__ADS_1


“ kamu sudah mandi? Ya sudah pakai bajumu sekarang” ucapnya dengan santai


“ ah, mengenai itu.. hmm “ rasa agak canggung saat ini apalagi dengan keadaanku yang seperti ini


“ apa lagi ???”


“ hmmm ituu…hmmm” ucapku dengan agak gagap


Kulihat dia memandangku, dan kelihatannya dia sudah mulai mengerti apa maksudku sebab dari ekspresinya dia langsung tersenyum padaku dan langsung mengalihkan pandangannya kearah lain


“ iyya aku keluar, lagipula nanti juga aku akan dapat semuanya kok” sambil cengengesan dan segera keluar kamar


Nya dandanan wajah. Dan mau tak mau aku membukakan pintu untuknya


“ oh udah pakai baj…” spontan dia katakan itu, padahal pintu kamar belum kututup sama sekali. Dan spontan juga tanganku menutup mulutnya dan dengan sekuat tenaga menutup pintu dengan segera.


“ kamu ini kenapa sih kak, bikin malu aja” kataku dengan sebel sambil membelakanginya, ia meraih tanganku dan memegangnya dengan lembut.


“ kamu malu???” tanyanya dengan serius

__ADS_1


“ ih… masa nggak peka sih “


“ hahah lucu melihat tingkahmu seperti ini” kak abil tertawa. Lalu ia berjalan dan mendekatkan wajahnya didepan wajahku, dan tangannya menyentuh kepalaku sambil mengusapnya. “ dasar anak kecil” kulihat dengan jelas senyumnya begitu mirip dengan satria. Dan membuatku begitu tersentuh.


“ terserah kak abil mau bilang apa aja, intinya jangan ganggu aku lagi” ucapku dengan ketus sekaligus menghempaskan tangan kak abil yang sedang mengusap-usap rambutku


“ hmm iyya iyya , lagian aku itu cuman bercanda” sambil membalikkan badannya dan mengangkat koper yang tergeletak didepan lemari coklat itu.


Seketika kuhembuskan nafasku karna merasa lega, untungnya apa yang dikatakannya tadi tidaklah serius. Akupun keluar kamar bersama kak abil dan kulihat para keluarga terdekat kami termasuk ayah dan ibuku yang menunggu diluar teras rumah. Mereka berbincang bincang mengenai sesuatu yang belum kupahami. Namun ketika berada didekat mereka aku baru sadar ternyata ini adalah hari dimana aku harus meninggalkan rumah masa kecilku. Iya ini sangat miris menurutku apalagi aku harus hidup dengan orang yang sok cool didepan orang lain tapi aslinya didepanku dia begitu jahil serta selalu membuatku sebal padanya


“ nak zahra bisa ikut sama tante sebentar?” pinta mertuaku itu


“ ah ya tante” ucapku. Dan melirik kak abil dan bermaksud menanyakan padanya apa maksudnya ini tapi hanya bisa kuucapkan lewat hatiku. Aku pun dan sang mertua kedalam rumah sebentar. Mama abil langsung memegang tanganku dan memandangku dengan dalam


“ a..aada apa ya tante?” tanyaku gugup. Karna perasaanku berkata bahwa ini akan berakhir dengan sebuah permasalahan


“ begini, aku tahu kamu belum bisa melupakan satria, tapi kamu juga harus ingat abil sekarang suamimu. Nak zahra harus memberinya kesempatan dan tante yakin nak zahra pasti bisa mencintai abil lebih dari satria” ucap mama abil padaku


“ ah, tante mengenai itu aku akan berusaha tante”

__ADS_1


“ baiklah , tante percayakan dia padamu” sambil memegang tanganku lebih erat lagi. Dan aku tahu mama abil serius akan hal ini tapi siapa yang tahu kapan cinta itu akan hadir untukku


__ADS_2