
Sungguh mengejutkanku
“ haa.. satria, kamu sudah kembali “ aku berdiri memandanginya sambil tersenyum sekaligus mengeluarkan air mata kebahagiaan, bagaimana tidak seseorang yang telah kurindukan selama ini telah kembali padaku
“ draak…” terjatuhlah cangkir kaca yang berisi teh itu kelantai. Tapi mata ini tetap saja memperhatikan satria, dan langkah kaki seakan tak menolak dan terus menuntunku untuk berjalan kepadanya dan bahkan tanganku mulai memeluknya erat-erat. Aku menangis bahagia melihatnya, rasa syukurku kepada tuhan yang maha kuasa karna telah menyatukan kami berdua dan kugenggam tangan satria sebagai wujud nyata bahwa aku tak ingin berpisah dengannya .
“ zahra, tenang dulu ayo kita duduk dulu nak” kudengar suara ibu menenangkanku
“ zahra, satria pasti belum mengatakan apapun padamu tentang abil” ucap ibu satria
“ abil? Maksud tante apa? Abil siapa? “ dengan heran dan menyebut kembali nama abil
“ sebenarnya orang yang ada didepan kamu saat ini bukan satria “ ucap ayah satria secara tegas
“ om ini nggak mungkin, ini satria om, benarkan ri? “ ucapku dan membantah perkataan ayah satria.
__ADS_1
Kulihat satria hanya memandangku tanpa mengeluarkan sepatah katapun, ekspresinya sama sekali tak menunjukkan kebahagiaan seperti diriku. Dia seperti biasa saja saat melihatku dan terlebih lagi cara berpakainnya seperti benar-benar bukan satria yang kukenal. Ibu satria mendekatiku dan memegang tanganku seakan ingin membicarakan suatu hal yang akan menyakiti perasaanku lagi.
“ begini nak, satria itu punya saudara kembar namanya abil, memeng tak banyak orang yang tahu tentang anak kami yang satu ini. karna ketika kami mau pindah kekota ini, abil juga diterima menjadi seorang tentara dan dikirim keluar daerah untuk menempuh pendidikan sekaligus bertugas disana hm….. Menghela nafas
“ dan kami hanya bisa bertemu denganya jika kami yang kesana nak” ujar ayah satria. Mendengar hal itu, hati ini hancur sehancur-hancurnya, tapi aku harus tenang dulu dan bertanya padanya langsung apa benar orang yang dihadapanku ini sebenarnya bukan satria
“ ri kamu bener kan satria ?” kudekati dan kupandang mata satria dalam-dalam dan kuharap semua hal yang dikatakan ibunya tadi tidak benar
“ maaf zahra, kenalkan namaku abil, aku kakaknya satria” sambil mengulurkan tangannya. Aku berdiri dan berjalan pelan-pelan seakan menjauh darinya, ibu menarikku dan membawaku untuk duduk kembali. Dalam hati aku terus menyalahkan diriku karna tak bisa menghentikan satria pada saat itu, serta berfikir bahwa nasibku seakan terombang ambing dilautan yang luas tanpa arah ataupun tujuan. Sungguh menyedihkan. Ingatan tentangnya terputar kembali dulu nama panggilan sayang kami ri dan ra. ri untuk satria dan ra untuk namaku zahra itu adalah saat-saat menyenangkan.
Aku mengambil surat itu dan membacanya.
Untuk ra yang tersayang
Aku tahu ini mungkin bisa terjadi atau ini mungkin takkan pernah terjadi. Oh semoga
__ADS_1
Tapi satu hal yang pasti aku akan selalu mencintaimu bagaimanapun dan apapun kamu, dan sebelum aku pergi keluar negri untuk tuntutan pekerjaan, aku ingin mengatakan suatu hal padamu. Hmm… Kamu ingat dulu saat kita ditaman, bahwa jika aku tiada aku pasti sudah sebelumnya menemukan pengganti untukku dan kuharap kau mau menerima dia dan mencintai dia seperti cintamu padaku. Aku tak tahu kenapa aku bisa bicara seperti ini tapi aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu. percayalah
Dan akhirnya aku telah menemukan orang itu. Dia saudaraku sendiri yaitu kak abil, aku memilihnya karna dia pasti akan menjagamu dengan baik. Aku ingin kalian bersama jika aku tidak ada di dunia ini.
Salam satria dan kuharap surat ini benar-benar tak berfungsi nantinya kecuali jika aku benar tiada.
“ zahra sekarang semua pilihan ada padamu “ ujar tante ryani
Aku menghela napas kembali. Kata kata dari surat bait terakhir jika aku benar tiada terus terngiang ditelingaku terasa menyiksa dan mengganggu.
“ begini sebenarnya kami khawatir dengan apa yang akan terjadi nantinya, apalagi undangan pernikahan kalian sudah tersebar nak. Kami juga sangat berduka tentang kepergian satria karna aku juga adalah ayahnya. Tapi dimanapun satria sekarang om selalu mendoakannya” ucap om toni dengan bijak. Walau kutahu didalam hatinya begitu pedih karna telah kehilangan anaknya.
“ zahra ibu tahu ini berat untukmu, tapi kamu harus memikirkannya baik-baik nak, karna ini akan menentukan masa depanmu” terlihat sekali sorot mata ibu mulai mengeluarkan air mata, dan aku paling tak tahan jika harus melihat ibuku menangis apalagi karena aku. Tapi apa dayaku bayangan satria terus muncul bahkan sekarang, perkataan yang pernah satria sampaikan padaku bahwa sebelum dia tiada dia pasti akan menemukan terlebih dahulu orang yang cocok untukku tapi waktu itu aku tak menggubris hal itu, karna aku fikir satria hanya bercanda padaku dan untukku menggodaku.
Tapi apa yang terjadi hari ini sudah terbukti, dia pergi dan menemukan pengganti untuknya. Kalau tahu seperti ini, dari awal aku akan memberitahunya
__ADS_1