Cinta Lintas Negara (Mantanku Anugerah Terindah Dari Allah)

Cinta Lintas Negara (Mantanku Anugerah Terindah Dari Allah)
LDR Lagi


__ADS_3

Ayesha yang baru selesai mandi mendapati handphonenya menyala seperti ada pesan masuk saja.


Hari ini sabtu jadi aku bisa nyantai dulu deh, ucap Ayesha.


Ayesha mengecek handphonenya dan benar saja ada pesan dari kekasihnya.


Sayang dah bangun?


Kenape senyap je ni?


Mesti sayang belum bangun, hehe . Ok


Begitu kira-kira isi chat dari kekasihnya. Ayesha yang baru selesai mandi langsung membalas chat.


Baru je selesai mandi, mase sayang chat belum bangun kot so mestilah senyap, maaf ye sayang.


Ay yang merasakan perutnya bernyanyi dengan merdunya akhirnya turun dan langsung menuju dapur untuk mencari sarapan. Ayesha duduk dan memulai sarapannya namun, tiba-tiba ia merasa seperti masih sama saat Rizwan disini di rumah ini.


Hmmm gua kayaknya mulai ngehalu deh, kan dia uda balik kok ngerasa kayak masih ada ya. Ayesha berkata-kata sendiri kepada dirinya.


Nasib-nasib punya pacar jauh jadinya sekarang cerita berlanjut LDR lagi, ujar Ayesha menghembuskan nafasnya kasar


Banyak denger sih cerita LDR itu berakhir tragis karena perselingkuhan lah, ini lah itu lah, apa bener ya? Ayesha bertanya pada dirinya sendiri.


Ah, jangan mikir yang aneh-aneh itu kan cerita orang jadi otomatis gak bakal sama dengan kisah hidup orang ataupun gua.


Ayesha kembali ke kamarnya setelah selesai makan dan untuk menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang datang.


Sementara itu Rizwan yang tadi sempat ketiduran menunggu balasan chat akhirnya bangun dan melihat chatnya dibalas Ayesha. Senyum terkembang di bibir Rizwan dan memutuskan menelepon kekasihnya.


Assalamu'alaikum sayang.


Wa'alaikumsalam sayang.


Sayang buat ape sekarang ni? Dah makan?


Takde buat ape-ape, baring je. Dah Alhamdulillah, sayang pulak macam mana?


Same je, ujar Rizwan.


Mereka berbincang dengan syahdunya dengan diselingi tawa canda dari keduanya. Akhirnya panggilan pun berakhir, Ayesha turun menuju ruang keluarga, sementara Rizwan kembali beristirahat karena nanti sore iya akan kembali masuk kerja.

__ADS_1


Alzy yang tidak ada kegiatan di hari itu turun ke lantai bawah dan melihat ada adiknya sedang santai menonton tv namun, mukanya ditekuk seperti tidak bergairah.


.


De, lagi sibuk gak? tanya Alzy. De, kok diem aja sih? Alzy berulang kali bertanya namun, tidak ada satu pun jawaban. Akhirnya Alzy menepuk pundak Ay. De denger gak?


Eh iya bang, iya abang mau nonton? Ayesha gelagapan karena terkejut.


Dari tadi abang tegur tapi gak ada respon, itu muka suntuk amat, ditekuk mulu, ucap Alzy.


Hmm mungkin ay lagi capek aja kali ya, ay gak apa-apa kok. Iya sedikit suntuk aja bang.


Kamu lagi ada masalah de? tanya Alzy yang menduga adiknya sedang memiliki kekasihnya yang baru kembali ke negaranya. Mungkin rindu lebih tepatnya pikir Alzy.


Gak bang, ay baik-baik aja kok, gak ada masalah juga. Ay cuma lagi kangen aja sama Rizwan. Padahal baru bentar dia dateng dan sekarang LDR'an lagi bang, ucap Ayesha sendu.


Duh adikku ini lagi kasmaran ampe segitunya kangen. Lain kali kan Rizwan bisa dateng lagi dan zaman sekarang kan uda serba canggih de ada handphonenya dan lain-lain.


Iya bang, hmmm kok ay lebay banget ya sekarang, Ayesha tertawa karena merasa bodoh sudah memikirkan rasa rindu yang bahkan bisa diobati dengan gadget. Ayesha pamit dengan abangnya dan menuju kamarnya. Ayesha merebahkan tubuhnya dan mengambil handphonenya dan memutar playlist di handphonenya itu sambil bernyanyi kecil.


Semua kata rindumu


Menahan rasa ingin jumpa


Percayalah padaku aku pun rindu kamu


Kau akan pulang


Melepas semua kerinduan yang terpendam


Sementara itu di seberang lautan, di negara yang terkenal dengan Twin Towernya. Seorang lelaki juga sedang bermalas-malasan di kamarnya dan melakukan hal yang sama dengan Ayesha. Ia memutar playlist di handphonenya dan tanpa sadar terbawa lagu yang ia putar dan bernyanyi.


Aku hanya pergi tuk sementara


Bukan tuk meninggalkanmu selamanya


Aku pasti kan kembali pada dirimu


Tapi kau jangan nakal


Aku pasti kembali.

__ADS_1


Dua insan yang saling merindukan sedang terbawa perasaan yang sama. Pertemuan yang indah itu harus berakhir sementara dan akhirnya mereka kembali merasakan hubungan berjarak tanpa bertatap muka langsung.


Rizwan bersiap-siap berangkat kerja karena waktu sudah menunjukkan bahwa sekarang ia harus menunaikan tugasnya untuk bekerja.


Malam menjelang keluarga Zein kembali berkumpul untuk makan malam. Ma, besok kita jalan-jalan ke pantai sekeluarga mumpung besok masih minggu kan, ujar Ayah Arif bersemangat.


Boleh juga tuh yah, melepas kepenatan dengan aktivitas rutin yang itu-itu aja bosen yah, Mama Eva menyetujui usul suaminya. Gimana sayang? tanya Mama Eva pada kedua anak. Pokoknya kalian harus ikut ya, mama gak mau tau titik.


Kita berdua ikut aja yah, ma lagian di rumah mulu bosen ya gak de? tanya Alzy


Hmmm iya bang, terserah aja, ay ikut aja, Ayesha menjawab dengan malas.


Yeay besok kita sekeluarga ke pantai, ucap Mama Eva lagi. Ia sepertinya rindu kebersamaan keluarga di luar, sehari-hari hanya berkutat di dapur membuatnya bosan


Hari minggu yang ditunggu-tunggu datang juga. Mereka sudah bersiap-siap dengan baju ganti kalau-kalau ingin berenang. Mama Eva sudah menyimpan bekal, setiap mereka piknik pasti selalu membawa bekal sendiri. Ayah Arif meminta Alzy untuk menyetir kali ini.


Al, kamu yang nyetir ya nak. Ayah dikirim laporan yang harus ayah kerjakan nanti malam. Ayah lagi ngecek laporannya dulu.


"Ashiaaapp," kata Alzy


keluarga Zein pergi dengan perasaan bahagia, kecuali satu orang yang masih saja murung yang duduk di samping Mama Eva. Sesampainya di pantai mereka berempat turun. Ayah Arif dan Mama Eva duduk dipasir sambil menikmati deburan ombak dan semilir angin. Sementara Alzy yang memang hobbi fotografi melancarkan aksinya memotret pemandangan disana. Ay yang duduk sendiri dikejutkan Alzy.


Woy ngelamun aja, sini ikut abang, ucap Alzy


Hmm mau kemana sih bang? enakan disini tau, Ayesha enggan bergerak dari tempatnya.


Kamu kan suka berenang dan main air de, ayok ikut abang, Alzy sedikit memaksa karena ia tidak ingin melihat adiknya murung terus.


Iya iya, ujar Ayesha mengikuti abangnya dari belakang. Melihat deburan ombak yang berlomba-lomba mendekat ke bibir pantai membuat Ayesha senang. Akhirnya jiwanya kembali, ia main air dan Alzy yang melihatnya langsung tersenyum dan memotret adiknya yang sudah tidak murung itu.


Yah, liat deh anak kita akur banget ya, Ma bahagia deh yah liatnya, ujar Mama Eva


Iya ma, Ayah bersyukur banget punya anak-anak yang saling menyayangi, menjaga dan akur.


Ayah terlihat memanggil anak-anaknya untuk makan siang sebelum nanti sholat dzuhur dan pulang saat matahari sudah tidak terlalu terik.


Nak, sini. Makan dulu sayag, ujar Ayah Arif.


Iya yah kompak dijawab oleh Alzy dan Ayesha.


Mereka menggelar tikar dan menyusun rantang makanan serta piring dan gelas untuk makan. Keceriaan dan kebahagiaan terpancar dari mereka berempat hari itu. Setelah sholat di musholla terdekat akhirnya mereka pulang yang kali ini Ayah Arif yang mengambil alih kemudi.

__ADS_1


__ADS_2