
Pagi yang indah baru saja dilewati gadis manis yang perlahan membuka mata karena terjaga dari mimpi
Ya mimpi yang dinantikan Ayesha akan menjadi kenyataan segera.
"Baru pertama kali LDR'an benar-benar nyiksa banget sih. Rindu itu berat, rindu itu sakit dan rindu itu sesak," ujar Ayesha dengan sendunya.
Ayesha segera membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk ke kampus.
Hari ini ada presentasi mata kuliah Akuntansi Publik dan kebetulan hari ini kelompok 4 yaitu kelompok Ayesha dkk akan mempresentasikan makalah yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.
Setelah 30 minutes akhirnya presentasi selesai setelah sesi tanya jawab dapat dijawab oleh Ayesha dkk karena sebelumnya Ayesha selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Kemungkinan apa celah dalam makalahnya yang akan jadi pertanyaan oleh kelompok lain.
Ayesha, El dan Ema mengorder cemilan di kantin dan membawanya ke base camp mereka. El bertanya "Em gimana masalah kamu sama Fajar uda dibicariin baik-baik masalah yg kemarin itu loh, ujar El sambil memakan cemilannya.
"Hmmm uda gua tanya sih abis pulang dari Mall itu pas malemnya tapi."
"Terus apa katanya Em, Ujar Ayesha terlihat tertarik dengan cerita Ema karena dia dan Ema sama-sama tersakiti.
"Dia bilang, dia gak bener-bener cinta sama tuh cewek, dia lebih cinta sama gua dan bakal putusin tuh cewek dalam waktu dekat."
"Alah basi cowok selalu aja gitu alibinya kalau uda kepergok aja banyak amat dah tu alesannya, El menyela dengan sinis."
"Lu percaya gitu aja sama dia nong?" Tanya Ay.
"Iya Ay, gua terlanjur cinta dan gua gak mau pisah." ujar Ema sambil sesekali melirik dua sahabatnya itu.
"Lu gitu amat sih nong, cinta sih cinta tapi kalau uda di khianatin gitu masa' lu terima gitu aja sih, minimal lu kasi pelajaran gitu kek, apa kek biar dia sadar gitu, Ayesha mencoba memberi masukan.
"Tau nih bocah segala bucin lu mah ah, yakali lu terima dan percaya gitu aja. Tegas dikit dong nong." El menimpali.
Ema hanya diam sambil sesekali menghela nafas karena sebenarnya ia sangat sesak dengan permasalahan cintanya itu. Ingin pergi tapi terlanjur sayang itu yang dirasakan Ema saat ini.
Akhirnya setelah sesi curhat berakhir, mereka berdiskusi tentang masalah tugas kuliah yang mengharuskan mereka mencari bahan untuk tugas dan menganalisa serta mengolahnya menjadi makalah dan satu lagi tugas Akuntansi Pajak dari dosen yang berlembar-lembar harus diselesaikan beberapa hari lagi dan semua tentang perhitungan pajak pribadi pph 21, Pajak Badan, PBB, Pajak Ekspor Impor dll. Deadline tugas harus segera diselesaikan satu persatu.
Setelah semua mata kuliah berakhir mereka pulang dah berpisah karena arah rumah mereka berlawanan arah dan jauh satu dengan yang lainnya.
"Assalamu'alaikum ma," Ayesha pulang.
"Iya nak kamu ganti baju dulu ya, setelah itu makan ya."
"Ok ma, Ashiaaapp."
__ADS_1
Ayesha bergegas naik ke lantai atas menuju kamarnya dan segera mencuci muka dan mengganti pakaiannya.
Tak lupa ia memberitahukan kepada kekasihnya kalau ia sudah pulang. "Jam segini pasti dia mau berangkat kerja, telepon gak apa-apa kali ya bentar aja."
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam honey, kamu dah balik ke?"
"Ye baru je balik, baru lepas tukar baju, sibuk ke?"
"Tak lah masih ada time bile honey nak citer. why you call me, honey? ade masalah ke or you rindu kat abang?" hehe Rizwan bertanya sambil menggoda kekasihnya.
"Issh perasan betul (pede bgt). hehe mestilah rindu lagi nak talifon je, nak bincang-bincang sikit dah lame kot takde bebual (ngomong) pasal honey busy keje sampai midnight." (tengah malem).
"Cam mane plan nak mari sini? belum lagi ke?"
"Oh pasal tu, kejap ye aku kumpul wang (uang) dulu lah honey, mari sane mesti banyak wang keluar, lagi pun mau bawa uang lebih pasal mau bagi mama dan ayah juga."
"Iye tak iye juga,hehe takde lupe kan kite pun ade hal nak jumpe kawan Asean community kat kota A."
"Of course i remember honey, nah kan mesti nak bawa buah tangan buat dorang pun kot."
"Hmm ok lah honey semangat ya buat keje, jangan lupe makan tau, jaga kesihatan."
"Ok honey nanti kite bebual lagi tau sekarang dah time nak pergi keje, same ye jangan lupe makan dan jaga kesihatan, nak pergi mane-mane tu hati-hati. lagi satu jaga hati buang abang ye."
"Ok honey, same ye. hahaha ye la mesti jaga hati, mane pernah nak macam-macam bile dah satu tuh satu je takde yang lain."
Ayesha pun mengakhiri percakapan tersebut dengan senyuman diwajahnya karena kesungguhan kekasihnya dari seberang akan berusaha mengunjunginya.
Ayesha keluar kamarnya dan segera menyelesaikan acara makan sorenya sebenarnya makan siang tapi karena pulang kuliah sore jadi yah begitulah 4 kali dalam seminggu aktivitasnya hanya diisi dengan perkuliahan, canda tawa dengan teman-teman di kampus dan lainnya.
"Mama," ujar Ayesha menghampiri mamanya di taman belakang.
"Iya sayang sini duduk samping mama. uda lama kan kita gak banyak ngobrol-ngobrol karena kesibukan kamu di kampus, deadline tugas dan lainnya."
"Iya ma," hehe ujar ayesha nyengir.
"Ay, kamu tau gak sayang kalau mama kangen banget saat kita punya banyak waktu cerita-cerita berdua kayak gini."
"Iya ma, sama ay juga kangen. dulu kan kita sering berbagi cerita-cerita tentang cowok-cowok yang deketin aku pasti aku cerita sama mama karena mama kan perempuan pasti negerti perasaan ay.
__ADS_1
setiap ay dekat sama siapa pasti ay cerita sama mama. oh ya ma, ay sekarang lagi dekat sama cowok nih ma tapi jauh ma."
"Jauh dimana sayang?" Tanya Mama Eva
"Orang Malaysia mah namanya Rizwan.
Maaf baru cerita sekarang soalnya ay puyeng tugas numpuk sana sini jadi tiap mau cerita lupa mulu."
"Iya sayang gak apa-apa, oh ya gimana orangnya ganteng gak?" tanya mama Eva
"Mama kan tau dari dulu ay gak pernah musingin mau ganteng atau gak yg penting hatinya ma. mama lupa ya dulu ay sempat pacaran sama cowok yang gendut kan, karena buat ay yg penting hatinya ma, kalau wajah bonus aja."
"Iya sayang mama tau, jadi gimana ganteng gak?"
"Ganteng sih ma, dia keliatannya baik dan gak kasar. selama 2 bulan ini sih masih baik-baik aja dan hangat serta penuh perhatian."
"Syukur Alhamdulillah deh sayang, mama harap dia akan selalu begitu ya, gak bakal berubah."
"Iya ma, doain ya moga yang ini tepat dan bisa baik juga sama mama dan keluarga kita. bisa cepat berbaur tapi kalau aku liat sih orangnya gampang berbaur ma, cepat akrab."
"Alhamdulillah ya sayang, mama jadi gak sabar deh ketemu calon mantu mama."
"Ih mama ada-ada aja deh kita baru 2 bulan ma lagian ay kan masih muda banget," ujar Ayesha dengan wajah yang memerah karena malu.
"Anak mama malu-malu cieee kan omongan itu doa sayang kalau dia terbaik buat kamu kan Alhamdulillah."
"Iya ma tapi kan belum sejauh itu masih penjajakan lagian orangnya lagi sibuk kerja ma, lagi ngumpulin uang buat kesini. doain ya ma."
"Iya sayang."
Akhirnya ngobrol-ngobrol santai alias ngos-ngosan ala ibu dan anak itu berakhir dan Ayesha sudah kembali ke kamar.
Ayesha membersihkan dirinya dan berendam dengan aroma terapi agar rileks dan fresh.
30 minutes berendam, Ayesha keluar dan memakai piyama tidurnya dan sejenak rehat sebelum sholat maghrib. Adzan berkumandang dan Ayesha bergegas mengambil wudhu dan menjalankan kewajibannya sebagai muslimah dan tak lama berlanjut ke sholat isya. Setelah selesai Ayesha turun ke bawah dan memulai makan malam dengan ayah dan mama dengan tenang dan sesekali diselingin tawa canda.
Makan malam selesai dan Ayesha kembali naik ke atas untuk bersiap-siap mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya. Ia mencoba mengalihkan pikiran dari rasa rindunya dengan membaca buku favoritnya Sherlock Holmes (Detektif favoritnya). Rindu yang sudah 2 bulan ini kepada kekasihnya nun jauh diseberang sana yang sedang mengumpulkan pundi-pundi uang agar dapat berjumpa dirinya. Tak terasa waktu berlalu terdengar dengkuran dan nafas yang teratur yang menandakan Ayesha sudah memasuki alam mimpi.
Kapan ya babang Rizwan dateng dan bertemu pujaan hatinya? kayaknya walaupun baru 2 bulan lebih menjalin hubungan uda klik satu sama lain ya,hehe. Seperti biasanya jangan lupa kritik dan sarannya ya teman-teman untuk perbaikan cerita ini kedepannya agar semakin baik dan baik lagi.
#SalamAnaya
__ADS_1
#MasihLDR
#CintaAyesha