
Lelaki tampan ini walaupun tubuhnya tidak seatletis lelaki idaman pada umumnya. Tapi, lelaki yang satu ini memiliki wajah yang teduh dan sorot mata yang membuat siapapun memandangnya akan jatuh hati dan merasa nyaman didekatnya. Tapi sayang sejauh ini lelaki tampan ini belum sedikit pun berniat menjalin hubungan karena baginya menjaga Ayesha jauh lebih penting dari sekedar memikirkan memiliki seorang kekasih. Dia mempunyai satu adik yang harus dijaga ekstra agar kelak saat Ayesha menikah dan sudah ada yang menjaganya barulah hati Al tenang. Lagi pula memang Al sendiri belum mau memikirkan kekasih. Selain menjaga adiknya itu, ia ingin sukses dalam sekolah dan tentu saja mempunyai karir yang bagus untuk menjemput masa depannya kelak.
"De, abang berangkat duluan gak apa-apa kan?" Tanya Al pada adiknya yang masih menikmati Nasi Goreng USA buatan Mama Eva dan tentu saja dibantu oleh dirinya sendiri.
Iya gak apa-apa bang kalau mau duluan, lagi Ay ada kuliahnya masih 3 jam lagi. Abang duluan aja."
Alzy pagi itu ke kampus setelah selesai sarapan dan berpamitan kepada keluarganya.
Sesampainya di kampus.
"Hai Al, sapa Reina
Hmm hanya gumaman yang keluar dari bibir Al
"Al ke kantin yuk makan bareng."
"Maaf Re, aku gak bisa," ujar Al dengan tampang datarnya hanya menatap Re sekilas.
"Ih dasar cowok aneh, gua cantik dan seksi kayak gini dia cuekin, tuh anak baru jangan-jangan? ah uda ah mood gua jadi berantakan gara-gara tuh cowok." Re pun kembali ke kelasnya.
Alzy sendiri sebenarnya sudah memiliki bisnis kecil-kecilan yang ia kelola sendiri. Ia sudah mulai menjalankan bisnis ini saat di kota B dan akan dilanjutkan lagi disini. Setelah mengikuti perkuliahan di hari itu, Al segera mengecek handphonenya untuk melihat ada tidak orderan untuk hari itu dan menghitung omset yang dia dapat dari menjual VCO atau Minyak kelapa asli tidak berwarna dan bening seperti air. VCO ini terdapat beberapa manfaat diantaranya menyembuhkan luka bakar, melancarkan BAB, baik untuk ibu hamil, bayi dan anak-anak. Sejauh ini omset yang dia dapat perbulannya lebih dari cukup walaupun ia hanya berjualan online dan juga dari teman-temannya di kampus dulu. Karena itulah Al tidak pernah meminta uang saku lagi semenjak sukses berjualan minyak VCO ini.
Tidak lama Reina kembali menghampiri Al di Parkiran. "Hai Al jalan yuk, aku bete nih."
"Kamu mau jalan? Yauda tuh jalan kan punya kaki berarti bisa jalan sendiri dong?" Al menjawab dengan ekspresi yang lagi lagi sangat datar untuk ukuran lelaki normal menghadapi wanita cantik dan sexy seperti Reina.
"Bukan gitu maksudku Al," belum sempat Reina melanjutkan kata-katanya Al sudah pergi melajukan motor gedenya dan hilang dari hadapan Reina.
__ADS_1
"Sial, lagi dan lagi gua gagal deketin tuh cowok, awas kamu Al, cepat atau lambat gua bakal bikin lu jatuh cinta sama gua. Lagian siapa sih yang bisa menolak pesona seorang Reina, ucap Reina kembali memutar arah untuk pulang dengan perasaan yang kesal dan marah. Baru kali ini ada lelaki yang menolaknya secara terbuka.
Setelah 30 menit mengendarai motor kesayangannya itu, akhirnya sampai juga di kediaman keluarga Zein. Al memasukkan motornya kedalam garasi rumahnya. Sesegera mungkin ia memencet bel rumahnya dan mengucapkan salam tentunya.
Assalamu'alaikum ma."
"Wa'alaikumsalam Nak, terdengar suara mama dari dalam rumah. Kamu ganti baju dulu gih sekalian nanti ajak Ay makan ya.
"Loh emang Ay belum makan ma?" Tanya Al
Belum sayang, katanya mau nunggu abangnya mau makan bareng kali," ujar Mama tersenyum.
Al pun segera menuju kamarnya dan mencuci mukanya serta mengganti pakaiannya. Ia segera menemui Ayesha di kamarnya dan mengucap salam
"Asssalamu'alaikum de, abang mau ngobrol bentar boleh? Tanya Al sambil mengetuk pintu kamarnya.
Abang cuma mau ngajak kamu makan bareng," kata Mama," kamu belum makan kan? Tanya Al
Yauda yuk kita makan dulu bang. Lagian ada yang ingin Ay ceritain sama abang.
"Ok."
Al dan Ayesha turun untuk makan. Mereka makan hanya berdua saja karena memang Ay sengaja menunggu Al untuk makan bersama dan setelahnya ingin menceritakan sesuatu kepada abangnya itu. Mereka makan tanpa ada satu pun kata yang terucap dari mulut mereka. Selesai makan Ay mengajak Abangnya ke teras rumahnya.
Bang, Ay pengen cerita sesuatu nih.
Yauda cerita dong de, emangnya adikku ini mau cerita apa kok kayaknya serius amat yak? Tanya Al penasaran.
__ADS_1
"Gini bang, sebenarnya Ay ada kenalan cowok dari Malaysia dan sebentar lagi dia mau dateng ke Indonesia. Menurut abang gimana?"
"Cuma kenalan apa uda punya hubungan khusus de?" Al ingin tau lebih lanjut.
"Hmm, Ay uda terima dia jadi pacar ay bang. Sebenarnya uda berapa kali ay tolak karena kan belum kenal langsung cuma by phone aja. Tapi, setiap kali ay tolak, dia gak pernah nyerah dan selalu menunjukkan betapa dia benar-benar serius walaupun belum ada bukti nyata karena belum pernah ketemu. Tapi, Ay mencoba open minded dan berharap dia benar-benar serius bang."
"Gimana ya de, bukan karena hubungan kalian terbatas di dunia maya tapi, kamu tau sendiri kan orang sana kayak gimana. Gak usah jauh-jauh keluarga kita sendiri aja begitu sikapnya. Di depan manis di belakang busuk, ujar Al memberi pengertian kepada adiknya itu."
"Kan kita gak bisa mendeskreditkan semua orang sama bang. Ay mencoba memberi pandangannya."
"Iya de, abang tau tapi, abang cuma khawatir. Abang gak mau kamu sakit hati untuk kesekian kalinya karena pilihan yang salah." Al mengutarakan kekhawatirannya. "Tapi, gini aja de suruh dia dateng dulu aja, seenggaknya dia ada niat baik mau dateng ke Indonesia." ujar Al. Ngomong-ngomong Ayah dan Mama uda tau belum semua ini? Kamu kasi tau mereka dulu de."
"Tenang aja bang, Ay uda kasi tau mama dan mama juga uda kasi tau ayah. Smeoga semuanya lancar ya bang, makasih selalu support Ay."
"Sama-sama de." Al memeluk adiknya dan memberi dukungan namun, Al akan tetap mengawasi laki-laki yang dicintai adiknya itu.
Mereka berdua masuk kedalam rumah dan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat sebelum makan malam tiba.
Selesai sholat isya mereka berempat berkumpul di ruang keluarga. Ayah yang sibuk bermain catur dengan Al dan Mama yang sibuk dengan sinetron favoritnya. Sedangkan Ay sibuk membalas pesan dari kekasihnya dan sekali-kali tertawa karena lelucon dari kekasihnya yang sebenarnya masih dalam jam kerja hanya saja ia menyempatkan waktu buat pujaan hatinya karena customer juga malam itu kurang.
Mudah-mudahan anak itu gak benci sama bapaknya sendiri, walaupun bapaknya gak mengakui tapi harus inget walau bagaimana pun itu bapak kandungmu. Ih itu si bapaknya juga jahat banget sih, anak sendiri gak diakuin malah pergi gitu aja, dasar gak punya perikemanusiaan. Orang kayak gitu gak cocok tuh kalau dicalonin jadi Presiden. Mana ada yang mau milih, cerocos Mama Eva tanpa jeda membicarakan sendiri sinetron yang ditontonnya.
"Yaelah ma, lagian itu kan akting, kan dia aktor jadi tugas dia buat berperan kayak gitu, inget ma itu tugas dia sebagai aktor. ujar Ayah.
"Lagian siapa juga yang mau nyalonin diri jadi Presiden sih? Mama ada-ada aja Al menimpali perkataaan ayahnya.
Ay yang sedari tadi memperhatikan mereka bertiga membicarakan sinetron hanya geleng kepala.
__ADS_1
Akhirnya mereka kembali ke kamarnya masih-masing. Ayah dan Mama memilih langsung istirahat. Sementara Al mengecek kembali orderan yang masuk yang harus dia kirim keesokan harinya. Di kamar yang lain Ay mencuci mukanya dan memberitahukan pada kekasihnya kalau ia ingin istirahat karena sangat mengantuk.