Cinta Lintas Negara (Mantanku Anugerah Terindah Dari Allah)

Cinta Lintas Negara (Mantanku Anugerah Terindah Dari Allah)
Ayah yang Belum Yakin 100%


__ADS_3

Ayesha seperti biasa berangkat ke kampus sendirian mengendarai motornya yang berpacu dengan waktu karena, hari ini ia akan survey lokasi sebelum nantinya akan tinggal di suatu desa yang sangat jauh dari kota K itu sendiri. Desa itu justru sangat dekat dengan kota S letaknya tepat bersebelahan atau perbatasan.


Di kampus ay bertemu dengan semua anggota KKN yang satu kelompok dengannya. Sebenarnya ini bukan pertemuan pertama mereka, sebelumnya mereka sudah bertemu beberapa kali untuk mengakrabkan diri satu sama lain.


Jadi, kita hari ini mau ke desa yang kita tinggali nanti, kita survey lokasi dan rumah yang akan kita tinggali selama 1 bulan.


Ada yang mau ditanyakan? tanya salah satu koordinator bernama ali. Saat itu kebetulan belum terbentuk ketua dan jajarannya.


Lokasi yang kita tinggali nanti kan di pelosok ya, disono ada setan gak celetuk salah satu anggota.


Hussss nanyanya yang gak-gak aja. Lagian gua juga belum kesono gimana gua mau tau. Lu ganti pertanyaan dah, ucap Ali


Disana banyak makanan gak kak? tanya si sebut saja mbul.


Bisa jadi, bisa jadi, jawab Koordinator kelompok. Please deh ya nanyanya yang serius napa, kesal Ali.


Gua serius kali li, lu aja yang baper, jawab Mbul.


Yauda mari kita lanjutkan perjalanan kita ke desa B sesuai yang saya bicarakan tadi tujuan kita kesana buat apa.


Mereka pun naik motornya masing-masing menuju lokasi yang dituju yaitu desa B. Jarak dari kampus kesana lumayan jauh apalagi saat memasuki gerbang desa jalanan disana masih buruk belum tersentuh sepenuhnya oleh aspal.


Semua bubar gerak setelah mengunjungi lokasi dan semua sepakat jika, mereka akan tinggal di rumah Kepala Desa B. Rumah yang cukup besar untuk menampung sekitar 20 orang didalamnya.


Ay yang sudah sampai di rumah segera masuk untuk meminum air es kesukaannya. Di luar panas banget sih, ya Allah. Ma, uda pada selesai makan ya? tanya Ayesha.


Uda sayang, tinggal kamu yang belum. Makan aja ya. Oh ya gimana masih puyeng gak? mama liat kamu lebih seger siang ini.


Iya ma ashiaaapp. Uda enakan kok ma, jawab Ayesha.

__ADS_1


Yauda dilanjut makannya sayang, nanti langsung istirahat aja ya, ujar Mama Eva.


Sementara itu rizwan yang terlambat bangun hari ini sekarang sedang menikmati makan siang bersama mak dan adiknya. Pening kepala pasal semalam lambat tidur, rizwan bermonolog.


Ape kau buat semalam? kenape lambat tidur? tanya Mak Sarifah.


Abang nonton yang 21+ ke sampai lambat baru tidok? tanya Erna.


Eleh budak kecik memandai je cakap. Mane ade, geram Rizwan.


Manelah tau bang, aku gurau je ngan abang. Dah tu ape pasal lambat tidok? tanya Erna. Soalan dari mak belum abang jawab lagi tau.


Mane ade orang gurau mcam tu, apelah budak kecik ni. Aku lambat tidok pasal tak boleh tidok lah mak, bukan pasal ape-ape, jawab Rizwan.


Ok lah, sambung makan je ye, nanti boleh sembang lagi tau, ucap Mak Sarifah.


Sementara itu ayesha yang menunda istirahatnya justru sekarang sedang berbincang-bincang dengan ayahnya di taman depan karena ada sesuatu yang ingin ay bicarakan dengan ayahnya. Ia ingin menyampaikan hal penting pada ayahnya itu. Semilir angin menerpa bunga-bunga yang ada di taman sore itu. Bunga-bunga yang memang dibeli oleh mama eva untuk memperindah taman samping rumahnya itu.


Ada apa nak? kok kayaknya serius banget? tanya Ayah Arif bingung dengan ekpresi puterinya yang terlihat gugup.


Gini yah, duh aku bingung mau mulai darimana? Ayesha yg bingung kembali menimbang-nimbang apakah ia harus mengatakannya atau tidak.


Sayang, panggi ayah sambil memegang pipi ay. Ceritalah nak, ngomongnya sama ayah ada apa sebenarnya? tanya Ayah Arif lagi.


Gini yah, waktu rizwan dateng yang terakhir kemarin itu loh ya, yang berapa bulan yang lalu, inget kan? tanya Ayesha.


Iya inget dong, terus kenapa nak? ada masalah apa sama rizwan? dia kenapa? apa nyakitin kamu?


Gak yah, gak ada apa-apa. Ay cuma pengen bilang sesuatu sama ayah. Rizwan uda minta ay jadi istrinya, dia uda lamar ay yah dengan ini. Ayesha berkata sambil menunjukkan cincin yang ia selalu sembunyikan selama ini dengan menyimpan di kamarnya.

__ADS_1


Apa? kamu uda dilamar rizwan? kok bisa ayah gak tau? tanya Ayah Arif terperanjat.


Iya yah, pertama rizwan lamar ay sendiri di taman ini, terus malamnya ay kasi tau mama atas permintaaan rizwan.


Kenapa gak kasi tau ayah,nak? ayah bener-bener kaget loh kamu dilamar rizwan tapi, kenapa sampai ayah gak tau apa-apa puteri ayah dilamar? tanya Ayah Arif.


Ay, minta maaf ayah. Rizwan bilang nanti waktu yang tepat bakal kasi tau ayah sama bang alzy, jawab Ayesha.


Yauda nak, yang penting anak ayah bahagia. Mungkin ada alasan khusus kenapa dia gak mau kasi tau ayah duluan, balas Ayah Arif.


Maaf ya yah, kita gak maksud apa-apa kok. Mungkin mau surprise atau apa.


Iya ayah maafkan. Gak apa-apa nak, kamu masuk duluan ya, istirahat dulu ya, ujar Ayah Arif meminta puterinya masuk kedalam rumah terlebih dahulu.


Ayah Arif termenung sendirian di taman sejak ayesha masuk kedalam rumah. Ada apa ini? kenapa anak itu menyembunyikan hal besar dan penting seperti ini? apa sebenarnya yang terjadi? apa dia tidak serius melamar anakku atau ada apa? Ayah Arif bertanya dalam hatinya. Ayah segera masuk dan memutuskan untuk menyimpan rasa herannya dan sedikit meragukan kesiapan rizwan bukan dalam hal materi tapi anak itu seperti menyembunyikan sesuatu.


Semoga ini hanya perasaanku saja, semoga semua baik-baik saja ya Allah.


Sementara itu rizwan yang sedang bersantai di ruang keluarga ingin menyampaikan sesuatu pada mak sarifah.


Mak, aku nak kahwin. Aku dah penat hidup sendiri. Aku dah berjaye, aku dah banyak wang. Aku nak bini, ucap Rizwan pada maknya.


Nak kahwin? dah ade calon ke? cari yang betul-betul lah, balas Mak Sarifah.


Calon dah ade dah, nanti aku bawa die kat sini ye, ujar Rizwan.


Oh, biar betul. Bawalah wan, bile kau nak bagi mak tengok die? Meh lah bawa mari, balas Mak Sarifah seperti tidak sabar melihat calon mantunya.


Sabar mak, aku tengah pikir dan siapkan semue. Nanti dah ok, aku bawa die mari jumpe mak, ujar Rizwan.

__ADS_1


Baguslah, lagi cepat lagi baik. Mak dah tak sabar nakkan cucu dari kau wan, goda Mak Sarifah pada anak laki satu-satunya itu.


Ye la ye la, jawab Rizwan.


__ADS_2