Cinta Lintas Negara (Mantanku Anugerah Terindah Dari Allah)

Cinta Lintas Negara (Mantanku Anugerah Terindah Dari Allah)
Ayesha dan Ayah


__ADS_3

Minggu pagi yang masih basah oleh tetesan embun yang menyejukkan pagi yang cerah. Ayah Arif meminta istrinya untuk membangunkan Ayesha yang ternyata masih terlelap dengan mimpi yang mengiringi tidur pulasnya.


"Ma, Ayesha masih tidur ya? kok gak keliatan ikut sarapan?" Tanya Ayah Arif pada istri tercinta.


"Kayaknya sih yah, mungkin kecapekan kali yah, soalnya ay cerita akhir-akhir ini tugas kuliahnya numpuk dan deadline juga jam tidurnya juga jadi berantakan yah."


"Biasa itu ma belum lagi nanti kalau uda skripsi pergi pagi pulang sore tanpa hasil. Hampir tiap hari datengin dosen dan gak pasti juga bisa bimbingan karena dosen juga sibuk kesana kesini. Ini baru permulaan semester jadi tugas banyak itu biasa nanti lama-lama ay terbiasa."


"Yauda ma minta tolong bangunin ay ya, ayah mau jogging sama ay."


"Ok yah."


Mama baru akan membangunkan ay, tiba-tiba Ayesha muncul dari anak tangga yang dipijaknya.


Wah anak ayah baru bangun, uda mandi belum nih?


"Pagi yah, pagi ma," ujar Ayesha.


"Pagi sayang, kok tumben telat bangunnya sayang, tidurnya cukup gak?" Tanya Mama Eva


"Iya nih yah, ma, ay ketiduran abis baca buku dan lagi banyak tugas juga makanya tugas kampus dicicil ngerjainnya di kampus dan di rumah juga kadang-kadang ampe jam 2 ngerjainnya," huh lenguhan itu lolos juga dari bibir mungilnya.


"Semangat ya sayang kalau sekiranya ada yang mama atau ayah bisa bantu, bilang ya sama kita?


kali kita aja kita bisa bantuin atau malah ngerecokin doang," hehe Mama Eva bicara sambil nyengir dan menampakkan gigi-gigi putihnya.


"Dasar kamu ma, hehe Ayah Arif ikut-ikutan nyengir." yauda kuy kita sarapan dulu biar ada tenaga buat menghadapi kenyataan hidup yang pahit," ujar Ayah Arif.


"Dih si ayah kuy kuy dapat darimana itu bahasa gaul anak muda", Ayesha tersenyum


"Loh ayah kan masih muda ay, liat dong ayah masih gagah perkasa begini, kamu minta adik juga ayah masih kasi kok, iya gak ma?" Ayah tertawa dengan candaannya sendiri. geli mungkin itu yang dipikirnya membayangkan punya anak lagi rasanya tidak mungkin mengingat dua anaknya yang sudah dewasa dan siap menikah


"Ih Ayah mah ada-ada aja kita tuh saatnya menimang cucu bukannya bikin anak lagi," Mama Eva menyela ucapan sang suami.


"Bercanda ma, serius amat sih, amat aja gak serius," ujar Ayah Arif.


Mama dan Ayesha hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat suami dan ayah itu berbicara. Mereka bertiga pun makan nasi goreng khas buatan mama Eva kesukaan Ayesha.


Selesai makan, Ayah mengajak Ayesha jogging disekitar kompleks rumah mereka sambil berbincang-bincang sedikit. Ya dari dulu Ayah Arif selalu menekankan pada kedua anaknya untuk tidak berjarak sama sekali dengan orang tua mereka sendiri yaitu Ayah Arif dan Mama Eva. Oleh karena itu abang Alzy dan Ayesha tidak canggung ataupun segan untuk bercanda dan mengeluarkan jokes-jokesnya ketika mereka sedang bersantai bersama.

__ADS_1


"Ay, Ayah boleh cerita sedikit gak sama kamu?" Tanya Ayah Arif pada puteri semata wayangnya itu saat mereka berada di kafe dekat komplek perumahan sekitar tempat tinggal mereka.


"Mau cerita apa yah? banyak juga boleh yah, emang ada masalah apa?" Ayesha berbalik menanyakan pada ayah Arif .


"Gak ada masalah apa-apa cuma mau cerita sedikit ay," ucap Ayah Arif sambil melirik puterinya yang kini beranjak dewasa.


"Yauda cerita aja yah kalau gitu."


"Gini nak, Ayah pusing dengan sikap abangmu itu, Susah ditebak dan dingin. Mau sampai kapan bersikap seperti itu."


Ya, Ayah Arif dan Ayesha terbiasa bertukar pikiran masalah apapun berkaitan dengan rumah, apapun itu ayah Arif akan meminta pandangan dan pendapat ay karena dari dulu Ayesha tumbuh sebagai gadis manis yang bijak. Kadang orang-orang disekitarnya menyebut dirinya dewasa sebelum waktunya. Sangat cocok diajak diskusi berkaitan hidup, bisnis atau apapun itu karena selalu saja nyambung obrolan mereka.


Ayesha pun selalu menanyakan apapun itu kepada Ayah Arif, apapun yang tidak ia mengerti atau sekedar bertukar pikiran. Ada pengecualian untuk yang satu itu. Ada satu masalah yang tidak pernah dibagikannya yaitu masalah hati. Buat Ay masalah hati hanya rahasia antara dirinya dan sang mama.


"Yah, uda jangan diambil pusing, abang kan uda gede. dia uda tau harus gimana-gimananya. Dia pasti ada alasan tersendiri kenapa bersikap dingin sama perempuan kecuali mama dan Ay dong tentunya," ujar Ayesha nyengir.


"Lagian ayah emangnya kenapa? Apa Ayah uda jodohin abang sama cewek pilihan ayah?" Ayesha bertanya dengan penuh selidik.


"Gak sama sekali nak, Ayah cuma bingung aja sama abang kamu."


"Yauda kalau ayah tak ada niatan seperti itu, ayah sabar aja ya ngadepin abang. Abang cuma butuh orang yang ngertiin aja yah. Ay kan sering ngobrol-ngobrol sama abang hal-hal serius sampai hal-hal lucu yang bikin kami guling-,guling."


"Jom," ujar Ayesha.


Ditengah perjalanan pulang Ayah ingat suatu hal yang ingin kembali ia bicarakan dengan puterinya sebelum pulang.


"Nak, kita duduk sini dulu ya," Ayah mengajak Ay duduk di salah satu bangku taman. Disini aja ya nak, ujar Ayah Arif.


"Iya yah," Ayesha mengangguk.


"Gini nak, bentar lagi kan anniversary pernikahan Ayah dan Mama, Ayah mau kasi mama hadiah yang spesial, tapi ayah bingung mau kasi apa. Ayah pengen sesuatu yang spesial buat mamamu."


"Jadi ayah ngajak aku kesini mau minta pendapat aku hadiah spesial apa buat mama gitu? Ah gampang yah, coba deh ayah inget-inget apa mama pernah bilang sesuatu ke ayah sesuatu yang mama pengenin banget akhir-akhir ini tapi belum kesampaian," Tanya Ayesha.


"Hmm ada satu sih yang akhir-akhir ini mama kepengen banget. Waktu itu Ayah sama Mama jalan-jalan kebetulan ayah waktu itu ada cuti di kantor. Nah aya liat mama masuk ke salah satu toko. Ah iya ayah inget, makasih ya sayang uda ingetin ayah hadiah apa yang cocok buat mama di anniversary pernikahan nanti."


"Ok yah, sama-sama ashiaaapp," ujar Ayesha.


Akhirnya mereka berdua sampai di rumah dan bergegas masuk ke kamar masing-masing. Ayesha kembali mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat. Setelah usai acara mandi yang singkat itu, Ayesha segera memakai bajunya dan melihat handphone yang memang ia tinggalkan di rumah.

__ADS_1


Terdapat beberapa chat dari kekasihnya Rizwan bahkan missed call. Segera Ayesha menelepon Rizwan dengan panggilan video karena hari ini Rizwan pun cuti.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam honey," Rizwan menjawab dari seberang telepon.


"Aku ingat honey merajuk (ngambek) dah tak nak angkat talifon sebab banyak chat dan call tak aku jawab," ujar Ayesha.


"Macam mane nak merajuk sayang kan comel bila dah senyum macam sekarang ni," Rizwan kembali menggoda Ayesha.


"Pandainye die cakap," ujar Ayesha sambil tersenyum.


"Tengok, tengok bile sayang aku senyum nampak dimple (lesung pipi) tuh comel sangat."


"Alahai ye la tu." Ayesha terdiam setelahnya membuat Rizwan heran. ada apa gerangan kekasihnya yang tadi tersenyum dan bersenda gurau dengannya tiba-tiba terdiam.


"Sayang ok?" Tanya Rizwan. "Ade masalah ke kat sane? pasal study ke, pasal kawan ke or pasal family?" Tanya Rizwan kembali.


"Hmm All ok but ade satu hal yang aku nak tanye kat sayang? jangan marah ye."


"Tanye ape agaknye, ke nak tanye pasal bile aku mari sane ke?" Ujar Rizwan menebak pertanyaan yang sebenarnya menjadi keinginan kekasihnya.


"Lah, mane sayang tau? haah nak tanye bile sayang mari? dah nak 3 bulan belum lagi mari," Ayesha bertanya dengan wajah sendunya.


"Tak lame lagi dah, aku nak bagi sayang surprise so sayang tak boleh tau bile date aku mari sane ok."


"Alhamdulillah ok sayang aku tunggu ye. Nanti bagi tau lah date, hari dan pukul berape nanti aku ambik kat Airport."


"Ok my love," Rizwan tersenyum dengan manisnya. Ok sayang nanti lagi call tau, aku nak pergi luar jap ade hal.


"Ok sayang, Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam my lovely," Rizwan membalas salam dari kekasihnya.


Tak terasa waktu berlalu, pagi berganti siang dan siang berganti malam. Ayesha menarik selimutnya untuk bersiap mengistirahatkan tubuhnya di kamar tercintanya. Tempat paling nyaman menurutnya adalah kamarnya sendiri. Tidak butuh lama Ayesha tertidur.


#SalamAnaya


#Anniversary

__ADS_1


#Alzy


__ADS_2