
Pagi itu Semua penghuni rumah sedang sibuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Ayah Arif sedang membaca koran sambil menyesap kopi hitamnya. Mama Eva sedang menyiapkan makanan untuk sarapan. Alzy yang sedang membersihkan tubuhnya dari peluh saat dia jogging. Ayesha yang sudah bersiap-siap turun untuk membantu Mama Eva.
"Ma ada yang bisa Ay bantu gak?" Tanya Ayesha sambil melirik dapur yang sepertinya sudah bersih.
"Semua uda siap dihidangkan nak, kamu bawa ke meja makan ya dan sekalian siapin perlengkapan makannya aja."
"Oh yauda ma biar ay yang urus semuanya."
Setelah semua siap, Ay segera memanggil ayahnya."Yah, sarapan uda siap, mama minta ay panggil ayah."
"Iya sayang, kamu duluan ya, ayah nyusul."
Manggil ayah uda, sekarang waktunya manggil bang Al. Ayesha pun segera menghampiri bang Al di kamarnya. Sebelum itu ia mengetuk pintu dan mengucap salam.
"Assalamu'alaikum bang," ucap Ayesha.
"Wa'alaikumsalam Ay,"Jawab Al yang ternyata baru selesai mandi dan akan memakai pakaiannya. "Ay duluan ya nanti abang nyusul ke bawah."
"Ok bang, buruan ya mama masak makanan kesukaan kita loh." Ayesha bergegas kembali ke meja makan.
Al segera turun kebawah setelah selesai memakai kemeja panjang dan celana jeans kegemarannya.
"Wah mama tau aja Al kangen banget Nasi goreng pattaya buatan mama nih, mantul."
Flashback On
Yah tahun lalu keluarga Zein pergi berlibur ke negara Malaysia. Disana mereka bukan fokus berbelanja kebanyakan orang lainnya.Tapi, mereka mengunjungi keluarga dari pihak Ayah Arif yang masih berdarah Malaysia. Mereka menghabiskan liburan di kediaman keluarga besar dari ayah Arif. keluarga Zein disana ada beberapa yang sudah sepuh seperti makcik dan pakcik dari Ayah Arif. Ada juga yang masih muda dari sepupu-sepupu dan keponakan-keponakan dari ayah Arif sendiri.
Suatu hari mereka mencicipi Nasi Goreng Pattaya buatan satu kedai Thailand disana dan karena menyukai akhirnya Mama Eva bersikeras mempelajari resep dan akhirnya berhasil membuat versi sendiri dan tentu saja sangat lezat.
Flashback Off
__ADS_1
"Ma! anak-anak ayah, Ayah berangkat dulu ya takut telat ke kantor Ayah keenakan makan malah nambah mulu," Kata Ayah
"Yauda yah! ma, kita juga mau pamit ke kampus dulu ya, Alzy sekalian anter Ay dulu."
"Hati-hati ya yah, Al, Ay," ucap Mama Eva.
"Ashiaaapp boss Mama," jawab mereka bersamaan.
Al segera melajukan motor gedenya menuju halal eh gimana maksudnya menuju ke kampus Ay terlebih dahulu. Sesampainya di kampus ay turun dan pamit pada bang Al.
"Hati-hati ya bang," ujar Ayesha.
"Duh dek kampus abang kan gak jauh dari sini, yauda abang lanjut jalan ya."
"Ok bang."
"Woy boneka jenglot baru nyampe ya? eh bentar deh itu bukannya itu bang Alzy ya. bener gak sih atau mata gua uda mulai minus?" El yang datang bersama Ema langsung nyerocos.
"Lah ini bocah kok ngegas sih, sabar marfu'ah sabar," ucap El
"Gua gak ngegas kunyit, cuma menjawab kan lu nanya lah gua jawab dong," ay terkekeh.
"Nih bocah dua apaan sih malah saling ledek-ledekan uda kayak bocil tau gak, Noh diliatin sama Mahasiswi lain, gak malu pada?"
Ay dan El menjawab bersamaan. "Hadeh si markonah kok baper sih? lu kan tau kita demen banget bercandaan."
"Jangan baper dong markonah," ujar El.
"Dih ya malah gua lagi yang dikatain markonah, markonah itu kan sebutan orang-orang yang dikit-dikit baper, baper kok dikit-dikit," Ema menjawab
"Lu tadi kan baper nong makanya kita panggil markonah, markonah," Ay dan El tertawa geli.
__ADS_1
"Uda ah yuk kita ke kelas. Gua gak mau ya gara-gara lu berdua kita jadi telat."
"Jom," ujar Ay dan El
Satu persatu mata kuliah hari itu terlewati. Semuanya lancar, aman jaya dan terkendali. Setelah perkuliahan hari itu selesai Ay pun pamit pada dua sahabatnya El dan Ema.
"Guys, gua balik dulu ya, jangan kangen gua kan Jum'at tanggal merah berarti senin baru ketemu gua lagi."
"Lah bocah sok-sokan ngomong guys, masa kecil lu aja mandi di sungai," El berseloroh.
"Lah emang ada larangan anak sungai gak boleh bilang guys ya nong?" Tanya Ema pada El
"Ini lagi bocah satu bukannya gitu Em, gua kan bercanda markonah duh," El menjawab sambil geleng-geleng kepala tak menyangka akan mendapat pertanyaan begitu dari sahabatnya itu.
"Uda, uda yang satu demen banget ngatain orang, yang atu baperan." Ay terkekeh mendengar obrolan dua sahabatnya itu. Ay pun pamit karena bang Al ternyata sudah ada di depan gerbang kampus untuk menjemputnya. Al melajukan motornya menembus jalanan kota K di sore hari itu. Al mencoba bertanya apakah adiknya sudah menyiapkan hadiah untuk surprise Anniversary Ayah dan Mamanya nanti.
"De, uda punya kado belum buat anniversary Ayah sama Mama?" Tanya Al
"Uda dong bang, Ay kan gercep kalau menyangkut hari bersejarah orang-orang yang Ay sayang. Ay itu suka lupa hal-hal kecil tapi kalau yang kayak gini inget dong, Abang sendiri gimana?"
"Belum nih Ay, abang bingung mau kasi apa. Temenin abang yuk cari kado buat anniversary nanti malam."
"Ok bang, kita coba ke tempat barang antik aja bang, kan ayah sama mama pecinta barang antik."
"Boleh juga tuh de, yauda kita kesana sekarang. uda sore takut telat buat surprise nanti malem."
Sampailah abang dan adik itu di tempat penjualan barang-barang antik. Disana memang tempatnya penjual barang-barang antik dijajakan dengan kualitas yang baik namun harga bersaing satu sama lainnya. Setelah berkeliling mencari kado yang pas akhirnya Al menemukan satu barang yang dia mau dan segera membayarnya. Abang uda dapet nih de, yuk pulang dan bersiap-siap buat nanti malem.
"Cabut," ujar Ayesha.
Akhirnya setelah 45 menit mengendarai motornya Al dan Ay sampai juga di kediaman mereka dan segera mengucapkan salam dan masuk ke rumah setelah dijawab oleh Mama Eva. Alzy yang memang sudah meminta penjualnya untuk membungkuskan barang itu akhirnya segera naik keatas menuju kamarnya diikuti Ayesha yang sama lelahnya.
__ADS_1
Ay yang kelelahan segera membersihkan dirinya dan berendam sebentar ternyata tertidur disana. 30 menit berlalu, Ayesha terbangun dari tidurnya dan menyadari ia tertidur disana dan segera membersihkan lagi tubuhnya dan segera keluar dari kamar mandi. Ay memakai pakaiannya dan segera sholat ashar. Di kamar lain Al yang memang sangat lelah pun membersihkan tubuhnya yang lengket. Al keluar kamar mandi dan memakai pakaian ganti dan tertidur setelah sholat ashar terlebih dahulu.