Cinta Lintas Negara (Mantanku Anugerah Terindah Dari Allah)

Cinta Lintas Negara (Mantanku Anugerah Terindah Dari Allah)
Rencana Kepulangan Alzy


__ADS_3

Ayesha pulang dengan langkah gontainya. Entah mengapa kepalanya terasa sangat pusing saat itu.


"Ma, Assalamu’alaikum. Ayesha pulang," ujar Ayesha.


Mama Eva pun bergegas keluar menyambut putri tersayangnya itu.


"Ay kok kamu pucet gitu, kenapa nak?" Mama eva berkata dengan rasa khawatirnya.


"Hmmm gak apa-apa kok ma Cuma badan Ay kurang sehat aja mungkin kecapekan tadi jalan-jalan."


"Yauda kamu mandi dan istirahat ya ntar mama bangunin pas makan malam."


"Ok ma, makasih nanti sekalian ay minta obat ya ma kepala ay berat banget nih."


"Yauda mama anterin ke kamar ya nanti kamu kenapa napa lagi naik tangga."


"Iya ma." Lantas mama eva yang khawatir tersebut mengantarkan anaknya naik ke lantai atas untuk istirahat.


"Nak, kamu bisa sendiri gak ke kamar mandinya?" Tanya mama eva.


"Bisa kok ma, mama gak perlu khawatir ya, Ayesha mau membersihkan diri bentar sebelum istirahat."


"Yauda hati-hati ya nak."


Ayesha segera membersihkan dirinya dan memilih piyama tidurnya dan tertidur seketika karena memang ia butuh istirahat.


Tepat waktunya makan malam, mama Eva menyiapkan semua sendiri karena memang ia tidak suka memakai jasa asisten rumah tangga. Setelah selesai makan, ia bergegas mengambil makanan dan tidak lupa obat untuk anaknya dan membawanya ke kamar Ayesha.


"Nak, bangun makan dulu gih," ujar mama Eva sambil membelai punggung puterinya. Ayesha yang merasakan belaian lembut mamanya mengerjapkan matanya dan melihat mama eva ada disamping dirinya.


"Ma, kok repot-repot bawain aku makanan, aku kan bisa sendiri ma."


"Gak apa-apa nak mama tau kepala kamu berat kan jadi mama bawa makanannya kesini." "Rasanya uda lama mama gak nyuapin kamu."


"Ma, aku uda gede seharusnya akulah yang melayani mama dan membanggakan mama bukannya malah mama yang nyuapin."


"Gak apa-apa sayang, kamu uda membanggakan mama dan ayah dengan menjadi anak yang baik dan selalu patuh."


"Ditambah lagi kamu kamu menunjukkan prestasi saat kamu dibangku sekolah." Kamu dan abang Alzy kesayangan mama dan ayah Ay." Kamu belajar aja yang rajin itu dan lulus dengan nilai yang bagus itu uda cukup buat mama dan satu lagi jaga diri ya sayang dimanapun kamu berada dan tetap jaga attitude tetap baik."


"Iya ma makasih buat nasehatnya, insya Allah ay akan selalu mengamalkannya dan mengingatnya."


Akhirnya acara suap menyuap itu selesai dan Ayesha meminum obatnya dan mama menyelimuti Ayesha dan keluar dari kamar. Ayesha yang terserang kantuk setelah beberapa saat meminum obat pun perlahan memasuki alam mimpi dengan damai.


Keesokan harinya Ayesha bangun dan mandi. Badannya sudah lebih segar dari hari kemarin yang melelahkan. Hari ini Sabtu pagi jadi Ayesha tidak akan ke kampus. Ayesha hanya 4 hari saja ke kampus yaitu Senin, Selasa, Kamis dan Jum’at.


Selesai mandi dan sarapan. Ayesha bermalas-malasan di kamarnya dengan membalas chat dari


kekasihnya Rizwan.


"Iya Honey aku dah bangun tidok, kamu tak pergi kerje ke?"


"Aku tak keje hari ni sebab aku cuti. Jom talifon," ujar Rizwan.


Rizwan menelepon Ayesha dan mereka melepas kangen karena sama-sama sibuk dengan aktivitas masing-masing belakangan ini.


"Assalamu’alaikum."

__ADS_1


"Wa’alaikumsalam."


"Honey aku nak citer (cerita) sikit boleh?"


"Boleh, nak citer ape agaknye."


"Honey, aku tak ralat lah ngan keje ni." Aku nak tukarlah. Kenape pulak? Ade masalah ke kat sane?"


"Tak, takde masalah pun. Aku nak tukar je sebab nak cari yang ok sikit."


"Oh, nak cari yang ok kan dah ade," ujar Ayesha.


"Aku belum cari lagi cam mane tau honey dah ade?" Tanya Rizwan


"Lah aku kan ade, aku tak ok ke?" Hehe jawab Ayesha.


"Sayangku of course ok sangat, ujar Rizwan menimpali celotehan kekasihnya."


"Ye la tu nak tipu ke?"


"No honey, mane ada tipu, you know I Love You So Much."


"Thanks honey I Love You Too."


"Ok lah honey nanti lagi citer, aku nak buat hal lain kejap, jangan lupe makan tau," ujar Rizwan.


"Ok Assalamu’alaikum."


"Wa’alaikumsalam."


Ayesha kembali bersantai di dalam kamarnya sambil membaca buku yang waktu itu ia beli bersama sahabat-sahabatnya di mall.


Ah aku uda gak sabar ingin bertemu setelah beberapa bulan ini hanya berkomunikasi via whatsapp dan bbm.


Ayesha pun tertidur dalam keadaan memegang buku yang dibacanya. Siang harinya Mama Eva membangunkan anaknya yang ternyata tertidur pulas situ.


'Nak bangun uda siang loh," Mama Eva mencoba membangunkan Ayesha.


"Iya ma, makasih ya uda bangunin aku. Emang jam berapa sekarang ma?" Tanya Ayesha.


"Uda jam 11.45 WIB sayang."


"Oh ok ma, mama turun dulu ya ntar aku nyusul."


"Ok sayang."


Setelah mencuci mukanya Ayesha segera turun untuk bergabung dengan orang tuanya. "Ma, yah, bang Alzy kapan pulang? Apa gak kangen ya sama kita terutama sama adik satu-satunya ini." Ujar Ayesha sendu.


"Abang Alzy pulangnya nanti setelah dia selesai mengurus kepindahannya kesini sayang," ujar Mama Eva.


"Wah abang pindah kuliah kesini ma? Kenapa? Apa disana tidak baik-baik saja?" Tanya Ayesha.


"Kuliahnya disana baik ay dia bilang kangen kita terutama ya kangen sama kamu katanya."


"Asik abang pulang jadi aku gak kesepian lagi deh di rumah."


Yah rumah itu hanya dihuni mereka bertiga semenjak kepergian Alzy untuk melanjutkan studinya. Keluarga mereka termasuk keluarga berada. Tidak kaya namun cukup untuk menyekolahkan anak-anak mereka yaitu Alzy dan Ayesha. Namun Alzy dan Ayesha diajarkan untuk hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan.

__ADS_1


Ayah Arif termasuk ayah yang bijak yang selalu menanamkan kebaikan terutama kebaikan hati. Ayah Arif selalu berpesan untuk berbuat baik terhadap siapapun. Jangan pilih-pilih. Mama Eva pun demikian dengan kelembutannya telah menjadi ibu yang sangat baik dan penuh kelembutan kepada suami dan anak-anaknya.


"Ok Yah, Ma ay naik ke atas dulu ya." Ujar Ayesha


"Iya nak." ujar ayah arif dan mama eva.


Ayesha memasuki kamarnya dan tersenyum saat mengingat abangnya akan tinggal kembali bersamanya. Ayesha tidak akan pernah lupa bagaimana abangnya menjaga dirinya bahkan sedari mereka berdua kecil.


Flashback On :


"De, kamu nangis kenapa?" Tanya alzy pada adiknya yang terus menangis sesenggukan itu.


Saat itu Alzy berusia 11 tahun dan Ayesha berusia 7 tahun . jarak diantara mereka berselisih 4 tahun.


"Bang, itu si jono masa’ aku gak ganggu dia sama sekali, dia keplak kepala aku sih, kan sakit bang," ujar Ayesha mengadu kepada abang tersayangnya.


"Benar kamu gak gangguin dia atau apa gitu?"


"Gak bang beneran aku Cuma main sama teman-teman dia dateng-dateng ganggu dan keplak kepala aku," hiks hiks.


"Yauda anterin abang ke tempat kamu main tadi."


Sesampainya disana ternyata anak itu masih disana dan mengganggu anak-anak lain dengan gaya sok bossnya itu.


"Lu ada masalah apa sama ade gua ha? Kenapa lu keplak kepala dia?" Tanya Al


"Gak ada, gua Cuma suka aja gangguin anak-anak disini yang pada polos,lu ada masalah ha?" ujar jono dengan senyum sinisnya.


"Ya jelas ada masalah dan lu berurusan dengan gua karena bocah ingusan kayak lu sok nindas anak-anak disini dan gua gak suka lu keplakin anak-anak disini apalagi itu adik gua sendiri." Sini lu bocah, al mendekat dan membalas apa yang jono lakukan pada adiknya, "tuh gimana rasanya? Sakit gak?" Tanya Al pada Jono


Jono pun mengelus kepalanya sambil berkata awas lu bang gua aduin lu ke mak gua biar tau rasa lu.


Jono pulang dan mengadukan semua tentu saja sesuai versi dia agar maknya yang galak itu membelanya nanti.


Mak jono mendatangi rumah mama eva dan ayah arif tapi tidak menemukan orang tua al dan ay.


Akhirnya hanya mendapati Al yang sedang menenangkan adiknya.


"Heh kamu yang namanya Al kan? Kok kamu dengan beraninya keplak anak saya. Salah anak saya apa sama kamu? Kamu mau sok jagoan sama bocah 10 tahun?"


"Maaf ya bu, saya mau meluruskan disini yang salah anak ibu yang sudah menggangu anak-anak yang sedang main di lapangan. Justru anak ibu yang berulah dengan mengeplak adik saya yang sama sekali gak bersalah."


"Loh anak saya bilang kamu yang dateng-dateng sok jagoan main keplak kepala anak saya?" Tanya ibu Mar


"Saya sudah mengeplak anak ibu untuk itu saya minta maaf tapi orang tua saya selalu mengajarkan saya untuk berkata jujur dan sejujurnya anak ibu yang bersalah."


Akhirnya masalah selesai dan ibu dari si anak minta maaf dan menerima permintaan maaf dari Al.


Flashback Off


"Bang, aku kangen abang yang selalu jagain ay. Cepat pulang bang."


Ayesha pun akhirnya terlelap bersama airmata kerinduannya kepada sang kakak.


Jangan lupa kritik dan sarannya untuk bahan perbaikan buat anaya, agar kedepannya semakin baik. Terima kasih buat yang berkenan membaca cerita dari Anaya.


#SalamAnaya

__ADS_1


#JummahMubarak


#HappyReading


__ADS_2