Cinta Maha Dahsyat

Cinta Maha Dahsyat
diculik!


__ADS_3

"hemmm gue taruh serbuk ini pasti bayi ini akan gatal2 dan nangis,kalo anak ini rewel coba Maya bisa ngatasin gak ya?? " kata Santi dengan tersenyum licik dan menaburkan bedan dibadan Meira


"sukurin, siapa suruh jadi orang sok jagoan sok2an ngurus anak" imbuh Santi sinis


"ehh Maya kemana? " tanya Retha


"mmm maya Maii.. Ya kesana, ke toilet mbak" jawab Santi gugup karena kaget


"ohh kok gak bilang, sini Meira biar sama aku" kata Retha sembari mendorong troly bayi itu


"kalo gitu aku cabut ya kak, permisi" kata Santi berlari meninggalkan tempat itu


"dasar orang aneh! " cletus Retha


Tidak sampai 5menit mungkin serbuk itu telah bereaksi dibadan bayi itu, sontak saja Meira menangis menjadi jadi


"hushh cup cup.. Minum susunya sayang, kamu kenapa? " Retha mulai kebingungan


"Meira kenapa sayang,? Gak biasanya rewel gini" tanya Eka


"iya mas, biasanya dikasih susu digendong gini dia seneng langsung diem" Retha semakin dibuat bingung


Dari kejauhan tampak Maya menuju ke arah Eka dan Retha


"kenapa Meira mbak? " tanya Maya kebingungan


"gaktau mai, tiba2 nangis gak bisa di diemin gini" jawab Retha sambil memberikan Meira


"cup cupp.. Sayaang kenapa ada apa? " Maya mulai ikut bingung


Maya mengecek popok nya


"tidak pup, masih kering gini, kenapa yaa? " Maya mulai merasa ada yang tidak beres


"mas, boleh anterin ke dokter deket2 sini gak? " minta Maya kepada Eka


"boleh mai, ayo cepat kita periksain Meira" kata Eka bergegas masuk mobil


"aneh gak sih mas, selepas sahabat Maya tadi pergi terus bayj ini nangis gini gakmau tenang? " Retha mulai curiga


"udah sayang, gak baik suuzdon sama orang, nah udah sampe yuk kita periksain Meira biar tau ada apa sebenarnya" jelas Eka


Setelah dokter menyuruh Meira masuk


"kenapa bisa nangis seperti ini? " tanya dokter


"gaktau dok, spontan aja nangisnya tadi terus sampe sekarang masih gakmau tenang, tolong dok ada apa?" jawab Retha


"sus coba bukain semua pakaian bayi ini" suruh dokter

__ADS_1


"sepertinya gatal ini pak lihat badan bayi ini bintik2 merah semua" sahut suster


" ini bedak bukan untuk bayi dan sangat keras efeknya buat kulit bayi, ada sample bedaknya? " tanya dokter


"ada dok,ini saya bawa kemana2" jawab Maya sambil memberikan bedak yang biasa dipakenya


"ini aman kok, dan beda dengan bedak yang ada ditubuh pasien saat ini.. tadi siapa yang memberikan bedak ke tubuh pasien? " tanya dokter


"saya dok, tapi ya pakai bedak itu" Maya mulai ngeyel


" mungkin ada orang yang sengaja menaburkan nya hati2 mba, jangan sering2 diajak keluar jauh apa lagi ditempat ramai, kita gaktau ada yang berbuat nekat begini? " kata dokter


"iya makasih dok, jadi sekarang mesti gimana? " ucap Maya


"ini lagi dibuatkan resep obat buat pasien bayi ini, nanti ambil di loket obat depan ya? " imbuh dokter anak tersebut


"makasih ya dok, permisi" kata Retha sambil keluar meninggalkan ruangan


"mai, sory bukan nya aku mau nuduh tapi kayaknya ini kerjaan temenmu tadi deh, " ucap Retha


"maksud mbak, Santi? " jawab Maya


"sayaangg, kamu jangan menuduh gitu dong" kata Eka


"bukan nya aku nuduh mas, lalu siapa lagi yang berani melakukan hal sekeji ini, keliatan kan dia gak suka anak kecil gitu, gerak geriknya aneb mencurigakan tiba2 aja Meira nangis dengan kejadian kek gini" jelas Retha meyakinkan


"bukan lagi jail itu san, tapi memang udah gak waras! " Retha mulai gregetan


"sabar sayang, jangan termakan amarah" kata Eka kepada istrinya itu


"habis aku kesel mas,Meira kan belum tau apa2 jadi rewel gini kasian Maya kan? " sambung Retha


"udah gapapa mbak, semua ini salahku aku yang tledor ninggalin Meira " kata Maya


"tuhh, kan Maya malah jadi ngerasa bersalah udah sekarang yang penting gimana caranya buat Meira sembuh biar ceria lagi" Eka menenangkan keadaan


🏡🏡🏡


"San, salah gue sama lu apa sih sampe lu tega nglakuin kaya gini? " chat Maya


"hahaha... Duh duhhh kenapa baru sadar sekarang sih? Enak??? " jawab Santi


"puas lo sekarang?? Meira gak ada salah apa2 jadi plis lo bisa berfikir dia anak kecil belum bisa apa2" kata Maya


"gue belum puas, gue akan bikin loo dijauhin semua orang,paham lo!!! " Santi ketus


"cukup san, gue gak ada waktu buat ngurusin hal aneh gitu" kata Maya


"lo liat aja mai, gue gak akan biarin lo hidup bahagia hahahaa" Santi mulai menjadi jadi

__ADS_1


Dengan ancaman nya itu Maya selalu khawatir jika sewaktu2 Santi nekat melakukan hal serupa kepada bayinya itu


Kringgg.....


"halo, yud ada apa? " Maya mengangkat telfon


"kangennn, ketemu ditaman yuk bawa Meira sekalian aku ada kejutan" jawab Yudha


"cariin kerja dong yud, yang part time aja aku gak enak disini ngrepotin mas Eka sana mbak Retha" kata Maya


"gak usah kerja biar aku aja yang mencukupi kebutuhan kalian hehee" jawab Yudha dengan senyum andalan nya


"yuuddd,...kamu ihh gitu kamu tau kan posisiku serba salah" sahut Maya


""udah,sampe ketemu ditaman sayang" ucapan Yudha sambil menutup telfon nya


🏡🏡


"udah cantik Meiraku ini, kita pergi yuk tapi gak boleh nakal ya? " kata Meira kepada putri kecilnya itu


Maya berjalan kaki menuju taman karena memang jaraknya gak begitu jauh


Tiba2 datang sekelompok preman bertubuh besar menghampiri Maya


"hai gadis cantik udah ada anak aja nih" katanya


"kaliannn siapa, pergi dari sini jangan ganggu kami" kata Maya dengan gugup


"tenang aku gak ngapa2in kok, serahin bayi ini atau aku habisi kau! " kata preman itu


"jangaaann... Jangan ambil bayiku,kembalikann" teriak Maya sambil meminta bayi itu


"toolooonngg, tolonngg ada penculik" teriak Maya


Preman yang sudah membawa Meira masuk mobil dan pergi meninggalkan Maya


"gimana ini? Ya Yudha aku telfon aaja" kata Maya sembari menelpon Yudha


📞📞


"halo mai, udah sampe mana? " tanya Yudha


"yud, tolong Meira diculik" jawab Maya


"kok bisa sekarang kamu dimana? " tanya Yudha


"dibelakang taman yud, cepet yud aku bingung harus gimana? " Maya menangis


"mai...? " panggil Yudha sembari memeluk menenangkan Maya

__ADS_1


__ADS_2