
Setelaah selesai sholat mereka pun duduk diatas ranjang masih tidak percaya bahwa mereka sudah sah menjadi suami istri
"hari ini kamu makin cantik sayang, aura kamu semakin keluar" puji Yudha kepada istrinya itu
"kamu bisa aja mas," jawab Maya sedikit malu2
Dengan memegangi belakang telinga Yudha pun segera saja mencium kening pipi dan bibir Maya itu lagi2 ketika keduanya asik menikmati ciuman hangat itu tiba2 saja seseorang mengetuk pintu kamar
Tok.. Tokkk
"Yudha Maya yuk makan malam dulu" ajak ibu Maya
"iii.. Iyaa buk sebentar" jawab Maya
Dengan melempar senyum keduanya pun keluar dan makan malam bersama keluarga Maya
"udah solatnya?? "Tanya pak Arif
"udah pak, ayo kita segera makan aku capek banget hari ini pengen cepet2 tidur" kata Maya
Bu isti yang hanya menggeleng2kan kepala melihat tingkah anaknya yang lucu itu
"iya nak, ibu tau kok.. Ambilin makan dong suamimu itu masak ambil sendiri " imbuh bu isti
"gapapa bu, saya ambil sendiri ajaa, kalo Maya yang ambilin ntar gak abis2 makan nya hehee" jawab Yudha
"tuhh suaminya aja pengertian bu"
"sudah ayo cepat makan,bapak laper banget nih " ajak pak Arif
Setelah 1 jam berlalu makan malam dan bergurau Maya pun berpamitan ke kamar istirahat lain dengan Yudha yang masih asik ngobrol sama pak Arif
"udah malem sana, masuk istirahat" suruh pak Arif
"ohh iya pak, dr tadi udah nungguin kata2 itu hehee" guyonan Yudha
Sesampainya dibelakang pintu kamar pandangan Yudha langsung tertuju pada sosok gadis didepan cermin yang berpakaian sexi tembus pandang itu
"sayaaaang, inikah istriku cantik dan lebih sexi dari yang aku bayangin" kata Yudha sambil memeluknya dari belakang
Maya yang hanya tersenyum manis dan saling menatap dicermin itu
Langsung saja Yudha yang sudah tidak melihat kemolekan tubuh Maya iti pun menciumi leher samping Maya dengan rakus tidak hanya diam tangan yang tadinya memeluk dibagian perut itu pun naik ke gundukan montok dada istrinya itu
"ahhhh... Mas geli" desah mesra Maya
"geli enak kan sayang" jawab Yudha sambil terus menciumi leher dan pipi Maya itu
Semakin gencar Yudha meremas put*ng dan payud*r* Maya yang semakin membusung tanda Maya sudah mulai terangsang hasratnya
__ADS_1
Dengan mengangkat tubuh istrinya itu diranjang dan menindihnya Yudha terus saja menciumi seleuruh tubuh Maya yang semakin terlihat bohay itu tidak hanya diam Maya yang sudah menggeliat seperti cacing kepanasan itu terus mendesah pertanda sahdu
"kamu udah gak pake bra sayang? " tanya Yudha sambil bermain2 dengan gundukan coklat montok itu
"terus sayang, enakkk lagii" Maya ketagihan akan kenikmatan permainan Yudha
Sudah tidak tahan lagi Yudha yang segera mencoblos istrinya itu
Aaaawww!" teriak Maya
"jangan kenceng2 sayang malu kalo ada yang denger" kata Yudha
"sakit mas" ucap Maya
"sedikit sayang, nanti juga enak kamu bakal ketagihan hehee.. " sahut Yudha sambil menggenjot istrinya itu dengan nikmatnya
"sssshhhh" desah Maya
1 jam berlalu Maya yang sudah terlihat lemas
"aww perih mas, ahhh" kata Maya
"sedikit lagi sayang ya tahan bentar"
Dengan mempercepat ayunan genjotannya itu Yudha yang sudah sampe diujung buah zak*rnya
"udah sayang" Yudha terlihat sangat capek
Maya yang sudab lemas itu hanya tersenyum kecil ke arah suaminya itu
Dengan melayangkan ciuman dikening dan pipi Maya
Seprei dan selimut yang sudah banyak bercak darah itu
"waduh" Yudha kaget
"kenapa mas? "
"heheee enggak sayang, makasih ya kamu udah bisa jaga kehormatan kamu buat aku love you sayang" kata Yudha sambil memeluk erat istrinya itu
Tidak sadar dalam pelukan itu mereka tertidur sampe pagi
"jam berapa ini?" Maya melihat jam dan sosok pria disampingnya itu
"hah??? Jam 7..mas bangun udah pagi" kata Maya kepada suaminya itu
"bentar yank, ngantuk banget nih" jawab Yudha malas
Maya pun bergegas mengambil handuk dan menutup tubuhnya didekat jendela kamarnya
__ADS_1
Tiba2 saja Yudha memeluk nya dari belakang
"mau lagi sayang... " minta Yudha
"hushh udah siang ini mas ayo sebaiknya kita mandi dan keluar kamar" ajak Maya
"gak baik menolak ajakan suami lo yank" Yudha tersenyum jail
Dengan melakukan hal yang sama seperti tadi malam mereka pun bermain liar diatas ranjang yang sudah penuh bercak darah itu
Ssuuuurrrp" cairan itu kembali keluar dan membasahi ** *** Maya
Dengan melirik ke arah jam kecil diatas mejanya
"udah setengah 9 mas, sebaiknya aku segera mencuci selimut dan sprei ini dan mandi" kata Maya
Mereka pun bergegas mandi berdua dikamar mandi dan berpakaian rapi untuk keluar kamar
"ehh anak ibu udah bangun, gimana udah enakan badan nya? " tanya bu Isti tersenyum jail
"ahhh ibuk bikin Maya malu aja"
"gapapa mai, gak usah malu" sahut bu Isti
"maaf ya bu, Maya bangun kesiangan jadi gak bantuin ibu masak..ibu kenapa gak bangunin Maya?? " kata Maya
"gak papa sayang, bapak dan ibumu kan pernah muda juga" kata pak Arif
"gak tega bangunin pengantin baru lagi anget2nya ya kan pak" jawab bu Isti menjaili Maya
"ibu sama bapak ini lhoo bikin kita tambah malu aja" Maya sedikit ngambek
"Alzi dimana bu" tanya Yudha mencari adik Maya itu
"adikmu sekolah yud, udah berangkat " kata pak Arif
"sudah kalian sarapan dulu gih, itu dimeja makan udah ibu siapin" suruh bu Isti
Dengan bergegas mereka berdua pun segera makan dengan lahapnya karena kehabisan tenaga karena lemburnya hehee
"buk nanti kita mau kerumah mas Yudha ya? " pamit Maya kepada ibunya
"iya gapapa nak" jawab bu isti
"rencana sih kita nginep semalem aja dirumah terus mau cari kontrakan yang deket tempat kerjaku dikota sana" jelas Yudha
"ibu dan bapak ngikut aja nak, yang penting kalian bahagia dan cepet bisa kasih kami cucu hehee" kata pak Arif
Mereka pun berpamitan dan pergi kerumah Yudha
__ADS_1