
Yaa sesampainya dikost Maya memang sudah agak sore bu Isti dan pak Arif pun melihat sosok Maya dari kejauhan yang menggendong bayi sambil berjalan2 disekitar pesantren yang penuh dengan anak2 kecil yang ingin mengaji
"mayaa... Anak siapa ini nak? " tanya bu Isti
"ibu ini gimana sih, masak anaknya sendiri gaktau? Inikan anak Maya" jawab salah satu ibu2 yang berkerumunan mengantar mengaji
"tapi anak saya belum menikah bu, mana mungkin punya anak? " jawab pak Arif dengan guyonan yang menganggapnya ibu tadi lucu
"jangan2 Maya punya anak tanpa suami, hiiii bejat banget ya ibu2?" sahut ibu2 lainnya
"astaghfirullah enggak ibu2 jangan salah faham, Maya mungkin bisa jelasin" kata bu Isti penuh pembelaan
"jadi anak ini saya temuin di pick up tumpukan sayur waktu saya mau kesini, saya gak tega dan ingin merawatnya" jelas Maya
"alahhhh... Bisa banget sih ngarangnya kebangetan" ibu2 itu terus menyudutkan Maya
"mending kita usir aja dari kampung kita ini, dateng2 bawa aib malu2in " dengan ketus salah satu ibu2 itu berbicara
"iya bawa sekalian itu cowok hidung belang yang tadi pagi kesini pasti itu ayah dari anak ini" kata ibu2 lain nya
Sesampainya dikost Maya tidak tahan mendengar kata2 yang dilontarkan ibu tadi ia berkeinginan untuk pindah
"buk, bantuin Maya kemasin barang2 Maya dan Meira ya? " kata Maya
"iya nak, kita cari tempat yang lebih nyaman buat kamu dan Meira" jawab bu Isti sambil memasuk kan barang2
"apa sebaiknya kita pulang aja mai? " usul pak Arif
"enggak pak, dirumah pasti keadaan nya juga akan seperti ini kan? " ucap Maya sedih
"terus kita mau kemana nak? " sahut ibu Maya
"mmm... Bentar mungkin Yudha bisa bantu bu, soalnya tadi juga kesini bantuin beli peralatan bayi dan susu buat Meira" kata Maya
"Yudha memang anak yang baik, pantas saja kamu begitu menyayanginya mai, ibu merestui jika kalian bersatu" kata ibu Maya
"aminn bu, doain ya? Nih Meira gendong dulu aku telfon Yudha dulu" kata Maya sambil memberikan Meira
Setelah selesai telfon Yudha ternyata punya teman yang sudah dianggapnya seperti kakak sendiri yang kebetulan sedang keluar kota dan untuk sementara waktu disuruh tinggal dirumahnya
__ADS_1
"jadi ini rumah siapa yud? " tanya Maya
"ini rumah mas Eka yang sering aku cerita in, dia yang sudab banyak membantuku, santai aja dia baik kok" jelas Yudha
"tapi dia kan udah beristri yud, aku gak enak sama mbak Rethaa" Maya sungkan
"udah gapapa aku udah bilang kok keberadaan kalian disini, jadi ibu sama bapak juga gak usah khawatir disini aman, dan tetangga disini ramah2" jawab Yudha
"jadi ngrepotin terus nak Yudha.. " kata bu Isti
"enggak buk, disini ada kamar tamu dan kamar asisten rumah tangga jadi ibu boleh pilih mana yang disukai" lanjut Yudha
"enggak yud, kita mau pulang kasian adik nya Maya dia masih sekolah repot kalo ditinggal lama2" sambung bu isti
"yaudah kami nitip Maya sama kamu ya, kami percaya kamu bisa melindungj Maya" pesan ayah Maya
"hehee siap pak" jawab Yudha penuh semangat
🍂🍂🍂🍂
Suatu hari Eka dan retha pun pulang
"hei, kamu Maya temen Yudha kan? " tanya Eka
"enggak kok, Yudha udah cerita semuanya,aku ngerti posisi kamu" sahut Eka
"boleh aku gendong adeknya namanya siapa ini? " kata Retha dengan meminta gendongan Meira
"boleh mbak, ini namanya Meira " jawab Maya
Retha dan Eka sudah menikah 5 thn namun belum juga dikaruniai anak padahal keduanya sudah sama2 mapan dalam pekerjaan
"aku seneng deh, ada Meira" lanjut Retha
"iya mah,sedikit mengobati rasa rindu kita pada seorang anak" kata Eka
"beruntung banget kamu mai, dapet Meira kamu belum menikah tapi udah mau ngurus anak" puji Retha
"mmm sebenernya kemarin juga terdesak mbak, aku gak tega melihat bayi ini tapi disisi lain beratnya aku disangka wanita yang bukan2" keluh Maya
__ADS_1
"tenang mai, semua kebaikan itu akan berbuah kebaikan juga percaya deh, suatu saat Meira akan membawa kebahagiaan tersendiri" ucap Eka
"sini biar aku mandiin mbak udah agak sore nih" minta Maya sambil meminta gendongan Meira itu
"oiyaa mai, susu Meira kalo habis bilang ya? Mungkin aku bisa bantu beliin? " pesan Retha
"hehee.. Sebenernya ini tinggal nanti malem aja mbak, tapi ntar gampang aku telfon Yudha aja" kata Maya
"ehh jangan, kasian Yudha dia kerja nabung buat kalian nikah kan ntar gak ngumpul2 kalo di mintain buat beli susu Meira hehee... " canda Eka
"hemm...bisa aja mas" Maya tersipu malu
"kalian mandi lah, habis ini kita siap2 beli keperluan Meira ya? " ajak Retha
Setelah sampai disalah satu pusat mall jogja mereka pun asik memilih kan barang buat Meira
Tak disangkanya ada sosok yang menghampiri Maya
"maya... Anak siapa ini? " tanya sosok itu yang ternyata Santi sahabatnya itu
"ini bayi gue san, liat lucu dan cantik kan dia? " jawab Maya
"apa??? Lo udah punya bayi? Kok bisa sih? " Santi mulai kepo tingkat tinggi
" yaa dikasih kesempatan belajar jadi ibu kenapa enggak kan? " jawab Maya dengan menikmati peran barunya
"dan ini siapa? " tanya Santi dengan mengarah ke Eka dan Retha
"ini temen nya Yudha namanya mas Eka dan mbak Retha, kenalin juga mbak mas ini sahabatku Santi satu kampung sama aku" jelas Maya
"jadi lo sekarang tinggal dirumah dia? " tanya Santi lagi
"iya mai, mereka baik banget banyak bantuin aku dan Meira" sahut Maya
"mmm... Ya yaaa semoga gak jadi bahan bully an tetangga deh, belum nikah udah ada anak aja" lanjut Santi dengan ketus
"biarkan san, mereka kan enggak tau yang sebenernya terjadi" kata Maya
"nitip bentar ya san, gue mau ke toilet bentar" pesan Maya
__ADS_1
Eka dan Retha yang tengah sibuk memilihkan pernak pernik Meira itu
"?????... Gue ada ide nih" Santi mulai usil