Cinta Maha Dahsyat

Cinta Maha Dahsyat
bayi


__ADS_3

Terbesit difikiran maya untuk kabur


"pak buk aku ingin pergi dari sini," kata maya


"jangan ambil resiko mai, nanti mereka bisa nglakuin hal yang berbahaya kepada kita" kata bu isti


Sambil mengambil tas ransel dan memasukkan beberapa bajunya maya pun melompat dari jendela kamarnya dan berlari keluar desa


"apa sudah bisa dimulai acaranya? " tanya pak penghulu


"gimana buk, beres kan?" tanya Adi kepada bu Isti


"maaf nak, Maya maya ka.. Kaburr" jawab bu Isti gugup


"apaa..!!! Kenapa bisa kabur buk, masa jagain Maya aja gak bisa buk, terus gimana ini? " Adi mulai naik darah


"maaf nak Adi tapi ini semua spontan saja, maya menangis dan langsung kabur" imbuh pak Arif


Dengan kemarahan Adi pun membanting sebuah guci kesayangan Maya yang ada disebelahnya


"jangan nak, itu guci kesayangan maya?" jawab bu isti sambil mengambil serpihan pecahan itu sambil menangis


"saya gakmau tau dan gakmau nanggung malu kepada tamu undangan, gimana caranya bawa Maya kesini.. " ayah Adi dengan menginjak tangan bu isti itu


"auwww sakiittt pak, ampun.. " bu isti kesakitan


Semua tamu undangan tercengang melihat perlakuan keji dari pak Manto


"heii hei.... Kalian kenapa masih disini? Ayo kejar Maya pasti belum jauh" kata Adi


Dengan berlari mengejar Maya mereka pun melihat maya sedang menunggu sebuah angkot


Tapi karena Maya mendengar kebisingan suara bodyguard Adi segera melarikan diri mencari tempat bersembunyi


"kemana Maya tadi, masak cepet banget gak ada jejak? " Adi celingukan


"kita cari ke arah sana" imbuh Adi


Setelah mereka semua pergi ke arah berlawanan Maya pun keluar dari persembunyian nya dan menghentikan sebuah mobil pick up sayur yang tak lain Mas Bambang orang kampungnya yang hendak ke pasar

__ADS_1


"maya.. Kamu mau kemana mai? " tanya mas bambang


"saya mau merantau mas, tapi dari tadi belum ada angkot lewat kalo boleh saya numpang dulu " jawab Maya terburu2


"yaudah ayo naik, tapi kamu belakang ya soalnya didepan tuhh liat udin lagi ngorok dia" suruh mas Bambang


Setelah menaiki mobil dan berjalan cukup jauh terdengar suara bayi menangis setelah dibuka terpal tutup sayur itu


" ya Allah bayi siapa ini?? Mas berenti... Berenti dulu? " ucap Maya menghentikan laju mobil


Setelah Mas Bambang Udin turun betapa kagetnya melihat bayi itu didekat tumpukan sayur


"mas bayi siapa ini? " kata maya


"enggak tau juga, kamu tau din? " jawab mas Bambang


"enggak tau saya mas, mungkin ada orang sengaja naruh bayi ini pas kita lagi parkir dipasar tadi? " jawab Udin


"terus sekarang bayi ini mau kemanain? " tanya mas Bambang


"kita bawa aja ke panti asuhan" usul Udin


"terus?? Udin gak bisa ngurus bayi lagian blm ada istri kalo saya kerja siapa yang jagain? " jawab Udin


"saya juga, istri saya pasti marah dan percaya sama bayi ini" kata mas Bambang


"gapapa biar aku aja mas, insyaallah nanti aja jalan" kata Maya dengan penuh kasih sayang


"tapi maaf nduk, saya hanya bisa nganter sampe sini soalnya mau ke pasar lewat kota


"yaudah mas gpp makasih ya udah bantuin maya" jawab Maya sedikit lega karenaa sudah lumayan jauh dari kampungnya


Setelah beberapa langkah berjalan Maya pun mencari kost deket2 sana


Dan menemukan kost dipedesaan dekat pesantren


"semoga kita bisa hidup disini untuk sementara waktu" ucap Maya kepada bayi nya itu


"ehh iya lupa, aku kasih nama siapa ya bayi ini? Mmmm Meira ya nama kamu meira sayaaang" kata Maya tersenyum

__ADS_1


Semalam suntuk maya gak bisa tidur karena bayi nya itu sangat rewel


"gimana ini aduhhh.. " Maya kebingungan karena belum berpengalaman mengurua bayi


Sebaiknya aku telfon yudha


"halo mai, gimana? " jawab Yudha


"yud.. Aku bingung nih kamu bisa bantuin aku gak? " kata Maya


"kamu dimana mai? " tanya Yudha penasaran karena mendengar suara bayi


"aku didaerah **** yud","jawab Maya


"itu bayi siapa mai? " Yudha makin dibuat penasaran


"ceritanya panjanggg ntar aku ceritain yud" jelas Maya


Keesokan harinya Yudha pun mendatangi tempat Maya itu, betapa terkejutnya Yudha ketika melihat Maya menggendong bayi yang masih merah itu


"mai, iyu bayi siapa? " tanya Yudha


Dengan menjelaskan kejadian nya panjang lebar Yudha pun mengerti dan ikut membantu membelikan susu untuk Meira itu


"kok bisa kamu nekat gini? " tanya Yudha


"aku tertekan yud, tapi apa kamu tau gimana kabar keluargaku sekarang? Aku takut Adi membahayai mereka" kata Maya cemas


"telfon aja coba" suruh Yudha


"aku udah gak pegang uang yud, udah buat beli keperluan Meira kemarin hehee... " kata Maya tersenyum sembari mengkode Yudha


"wealahhh, nih kamu pegang dulu, pake handfon ku aja buat telfon ibu kamu pasti juga cemas sekarang" kata Yudha sambil menyodorkan 3lembar uang bergambar bapak soekarno itu


Dengan menelfon keadaan orang tuanya Maya pun memberi tau keberadaan nya


"gimana keadaan rumah buk, gimana Adi gak ngelakuin sesuatu kan? " Maya khawatir


"mmm gakpapa hanya saja semua ladang kita semua disita, yaudah ibu dan bapak kesana sekarang ya? " kata bu Isti ingin melihat keadaan putrinya itu

__ADS_1


Sesampainya dikost kecil itu betapa terkejutnya melihat Maya dengan bayi kecil itu


__ADS_2