
Perang dingin terjadi di ruangan besar nan-mewah itu terdapat tidak manusia yang sedang beradu argumen satu sama lain. Yang tak lain adalah di keluarga Alexander. Mansion besar yang menjadi rumah utama bagi keluarga Alexander. Ruangan yang tidak menghidupkan AC tersebut mendadak auranya menjadi dingin dan mencekam
"Bagaimana pun kau harus menikah dengannya!!" tegas Nicholas Alexander sebagai kepala keluarga. "Mau tidak mau, suka tidak suka. Kau tetap harus melakukannya!!" Geramnya karena sang anak sama sekali tidak menjawab ucapannya.
"Apa kalian sungguh lupa? Kalau aku sudah memiliki kekasih. Apa yang akan di katakan media nantinya jika aku menikahi gadis lain," memicingkan matanya menatap tajam ke arah kedua orang tuanya.
"Lagi pula, bukankah hal yang terjadi seperti sudah di rencanakan?" Menaikkan sebelah alisnya. "Bagaimana bisa aku tidur dengannya di kamar hotel. Sedangkan kemarin aku tengah menjalani perjalanan bisnis!!"teriaknya hingga membuat sang ibu menjadi takut.
Anne Alexander mengelus perlahan pergelangan tangan suaminya yang tampak sudah bergetar akibat menahan amarah dari dalam dirinya.
"Direncakan atau pun tidak kau harus tetap menikah dengannya. Biar bagaimana pun kalian sudah melakukan hal yang dapat membuat nama baik keluarga kita tercoreng," Anne menghentikan sejenak perkataannya. "Kalian juga pernah dekat walaupun cuman beberapa saat, Ayoklah nak. Apa kamu lupa bagaimana hubungan baik antara keluarga kita dengan mereka? Lagi pula apa yang akan di katakan media nanti mengenai dia? Bukankah dia yang akan sangat di rugikan?" lanjut Anne
"Apa kau tidak ingin membuat Ibu yang duduk di kursi roda ini bahagia?" imbuhnya dengan rona mata memohon melihat sang anak
Dan sepertinya perkataannya berhasil membuat hati sang anak sedikit luluh
'Sial,' desis nya.
"Baiklah, aku setuju melakukan pernikahan tersebut. Tapi satu hal! Pernikahan itu harus tertutup!!" tegasnya
"Kau!!" geram Nicholas dan Anne langgung menggenggam erat tangannya
"Baiklah kalau itu yang kamu mau, “ucap Anne dengan sangat bahagia.
Sang anak dengan postur tubuh yang tinggi melangkahkan kakinya keluar dari mansion keluarganya dia tidak berlama-lama disana hanya akan membuat pusing kepalanya saja.
Davin Crish Alexander, ada satu-satunya pewaris tunggal di keluarga Alexander. Dia sekarang memegang alih dua perusahaan yang sangat berkembang yang satu miliknya dan yang satunya berasal dari keluarganya. Dia tidak ingin hanya bergantung pada Ayahnya karena dia tau jika Ayahnya akan berbuat sesuka hatinya jika hanya mengandalkan harga keluarganya saja.
Davin sendiri adalah seorang CEO muda di sebuah perusahaan Entertainment, yahh! Dia mempunyai perusahaan di bidang hiburan banyak artis, aktor, model dan penyanyi lainnya yang sukses dari Entertainment yang didirikan oleh Davin. DC-Entertainment!
"Marco," panggil Davin pada asisten setianya.
__ADS_1
"Anda memanggil saya tuan?" Muncullah dia Marco Hariston asisten sekaligus sahabat baik dari Davin
"Pertemukan aku dengan gadis itu aku akan melakukan pernikahan," ucapnya tanpa memandang Marco masih sibuk dengan laptop yang penuh dengan pekerjaan yang selalu ada.
"Apa Anda sungguh ingin menikah?" Mengerutkan kening heran dengan pola pikir sang majikan
"Hmm"
"Baikah, saya permisi tuan. " Marco merogoh saku celananya mengambil ponselnya dan memberitahu pada bawahan nya untuk mengatur ulang jadwal untuk Davin
Pukul tiga sore, Davin dan juga Marco sedang menunggu di restoran mewah Marco sengaja mengambil tempat private di restoran tersebut agar menjaga privasi dari keduanya.
"Jam berapa kau katakan padanya untuk bertemu?" kesal Davin memukul lengan Marco
"Sabar tuan."
Tak berselang lama pintu ruangan tersebut terbuka menampilkan perempuan cantik dengan rambut yang diikat tinggi. Perempuan yang menggunakan celana hitam serta hoodie oversize berwarna hitam, busana yang sangat jarang di temui oleh dua manusia yang sedang menatap kearahnya.
"Maaf membuat kalian harus menunggu, “ucapnya kemudian duduk tepat di depan Davin
"Tidak apa-apa. Nona," jawab Marco dengan senyum tipis
"Apa perlu aku mengenalkan diriku? Sepertinya tidak perlu lagi, karena kita juga sudah berkenalan sejak lama." Gadis itu meneguk singkat minuman yang tersedia di atas meja
Seringai muncul di wajah dingin Davin melihat sifat gadis di depannya yang tak pernah berubah.
"Kita akan menikah," ucapnya langsung ke inti membuat gadis itu sedikit tersedak karena kaget
"Apa kau serius?!" pekiknya masih tidak percaya bagaimana bisa di setuju dengan pernikahan ini.
__ADS_1
"Apa aku tampak seperti orang yang sedang bercanda?"
"Bagaimana bisa kau menyetujui pernikahan ini? Sedangkan kau tau sendiri bahwa yang terjadi pada kita di kamar hotel hanyalah jebakan," gusar Gadis itu
Dia masih sungguh tidak mengerti bagaimana ini? Padahal dia sangat berharap agar laki-laki arogan didepannya ini menolak hal itu. Sama halnya juga dengan Marco yang memang masih ingin mencari tau apa alasan di balik pernikahan ini.
"Karena itu aku sudah mengatur agar pernikahan ini di lakukan secara tertutup," balas Davin
"Tetap saja aku tidak menginginkan hal ini," lirih Gadis itu meraup wajahnya dengan kedua tangannya saat ini dia sungguh sangat gusar dengan apa yang terjadi.
Kening Davin sedikit mengerut memperhatikan kegusaran yang melanda gadis didepanya
"Persiapkan dirimu Kaira Leslie William," ucapnya penuh penekanan saat menyebut nama gadis itu. Dia bangkit dan membetulkan dasinya yang sedikit longgar
"Kami permisi nona," pamit Marco menyuruh Davin yang sudah lebih dahulu berjalan keluar
Kaira melihat kepergian dua manusia tampan itu dia masih tidak menyangka bagaimana bisa seorang Davin menerima hal lelucon seperti ini.
Kaira Leslie William, sama seperti Davin seorang anak tunggal dari keluarga kaya raya. Bedanya dengan Kaira adalah bahwa statusnya sebagai anak dari orang terpandang di tutupi se rapat-rapatnya, hanya keluarga dari Alexander lah yang tahu tentang Kaira dan beberapa orang kepercayaan dari keluarga William.
Kaira sendiri hidup menjadi seorang desainer terkenal dan bukan hanya itu dia di sebut sebagai duta modal kecantikan walaupun dia tidak pernah masuk ke dalam dunia permodelan. Tapi wajah serta tubuh Kaira adalah hal yang sangat sempurna, banyak orang yang kagum sekaligus iri melihat Kaira.
"Pernikahan?" gumamnya pelan sambil tertawa kecil
"Rasanya aku ingin gila!!" Teriak Kaira sekuat tenaga beruntung itu adalah ruangan privat jadi tidak ada seorang pun yang dapat mendengar suara teriakan Kaira kecuali Tuhan.
"Aku sungguh tidak bisa melakukan apapun jika sudah begini." hembusan nafas kasar keluar dari mulut Kaira
Apa sih yang sebenarnya terjadi dan hubungan apa yang sebenarnya terjalin di antara keluarga William dengan Alexander. Mengapa sejak dulu sepertinya kedua keluarga ini tidak bisa di pisahkan satu sama lain, apa yang membuat kedua keluarga ini kekeh untuk menikahkan kami hingga harus melakukan hal yang sangat aneh dengan menjebak kami.
__ADS_1