CINTA MANIS TUAN MUDA

CINTA MANIS TUAN MUDA
perdebatan


__ADS_3

Malam yang gelap kembali hadir untuk istirahat panjang pada orang-orang yang lelah seharian. Malam di kota Berlin adalah malam yang sangat indah dan romantis, biasanya akan banyak pasangan muda dan tua yang menghabiskan waktu malamnya untuk sekedar berjalan menelusuri jalanan yang di penuhi oleh oleh pohon dan lampu yang membuat pohon-pohon tersebut seakan bernyala.


Tidak dengan Kiara dia menghabiskan sepanjang harinya berada didalam istana milik Davin, tidak di pungkiri bahwa dia senang mendapatkan pelayanan yang sangat bagus di rumah suami nya.


Kiara sedang duduk didepan meja riasnya memakai secara bergantian skincare malam miliknya. Saat sedang asik dengan kegiatan malamnya, Davin membuka kuat pintu kamarnya dan membuat Kiara terkejut


Davin mencengkram kuat pergelangan tangan Kiara dan mengangkat Kaira untuk berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Kaira.


"Bukankah aku sudah memperingati kamu untuk tidak memasuki ku!!" geram Davin terlihat dari guratan air mukanya


"a-apa maksud mu?" gugup Kaira


bagaimana dia mengetahuinya? Apa dia menaruh cctv di kamarnya sendiri??


"Apa kau pikir aku bodoh!!" semakin menguatkan Cengkraman nya di Kaira membuatnya meringis kesakitan


"Lepaskan aku!! Kau menyakiti aku!!" melototi Davin dan terus berontak.


Davin menghempaskan lengan Kaira dia mencoba meredam sedikit amarahnya agar tidak melakukan hal yang lebih pada Kiara. Davin adalah orang yang sangat membenci jika seseorang tidak mendengarkan dirinya apalagi sampai mencari tau tentang privasi dirinya, bahkan hanya pelayan tertentu yang dapat membersihkan kamar miliknya itu pun jika sudah mendapat izin darinya.


"Dengarkan aku baik-baik!! Jangan hanya karena kau cucu keluarga William, aku akan melunak denganmu. Aku akan melakukan hal yang lebih dari ini jika kau berani membantah apa yang aku katakan!" tegas Davin dengan sorot mata tajam menatap Kaira


kaira mengerutkan keningnya dan menatap kembali Davin dengan sorot mata yang tajam dia sama sekali tidak takut dengan ancaman yang keluar dari mulut Davin.


"apa kau pikir aku takut?" melipat kedua tangannya di depan dadanya dan memandang sinis Davin. "kau bukan siapa-siapa bagi ku!! Dan kau tidak berhak menyentuh bahkan mengancam ku seperti tadi!!" teriak Kaira memenuhi ruangannya.


"Aku tidak takut dengan mu, dan aku juka tidak sudi jika harus mencari-cari tau tentang dirimu. pernikahan ini hanyalah lelucon jadi kau tidak berhak menyakiti bahkan mengancam ku seperti itu," ucap Kaira kembali masih dengan sorot mata tajam menatap Davin.


Tapi tatapan tajam itu masih belum ada apa-apanya dengan manik elang milik Kaira, Kaira sendiri pun merasa sangat kedinginan dengan aura mencekam Davin yang menahan amarahnya.


"Kau!!" geram Davin, dia kembali mencengkram Kaira dan kini cengkraman nya berada di dagu Kaira.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya santai Kaira dengan wajah mendongak akibat cengkraman Davin.


"Kau adalah ISTRI ku dan aku boleh berbuat apapun padamu." seringai licik muncul di wajah Davin dan membuat Kaira panik dengan seringai itu


"Lepaskan aku." berusaha berontak namun masih kalah dengan kekuatan Davin.


"Jika kau berani membantah atau melawan ku, aku akan memberi suatu pelajaran yang sangat sulit untuk kau lupakan," bisik Davin tepat di telinga Kaira membuat bulu kuduknya merinding


"Kau kira aku takut?" masih ada rupanya nyali Kaira ini yah padahal dalam hatinya dia berharap ada seseorang yang membuka pintu kamarnya dan menolong dia dari cengkraman Davin yang membuat pipinya kesakitan.


"Tentu saja," jawab Davin. kali ini cengkraman Davin jauh lebih kuat membuat bibir mungil dan pink Kaira maju ke depan secara terpaksa


Otak Kaira langsung berputar secara keras saat melihat Davin seperti ingin mencium nya dia berusaha memberontak namun tetap tidak bisa dan ada satu hal yang belum dia lakukan dan dia yakin bahwa itu akan berhasil


"Akhhh!!" teriak Davin kesakitan saat kaki Kiara dengan keras menendang masa depan Davin.


Davin sedikit tertunduk dan memegang masa depannya yang di ambang kematian terlihat dari wajah nya yang berkeringat. Pasti tendangannya itu sangat kuat


Sesaat sebelumnya ....


Davin memasuki kamarnya hal yang dia lakukan pertama kali adalah membuka jam tangan dan meletakkannya di meja kecil yang ada di ranjangnya.


Matanya menyipit saat melihat dua foto yang berbingkai itu tidak tepat pada posisinya semula, yang jarak antara kedua foto adalah 2cm kini berjarak 5cm. Saat itu juga Davin tau bahwa yang masuk kedalam kamarnya bukan lah pelayan sudah pasti itu Kaira.


Davin adalah orang yang sangat teliti bahkan setiap letak barang saja dia tau tempat dan posisi awalnya dan pelayan yang diberi kepercayaan untuk membersihkan kamarnya juga tau harus meletakkan kembali dengan posisi sama persis dengan yang tuan muda nya mau.


lahh permasalah letak posisi foto pun harus di ributkan. Hadehh


"Apa saya perlu memanggil dokter pribadi anda tuan?" tanya Marco yang sedikit cemas dengan keadaan Davin yang menahan rasa sakit dari masa depan nya


"Apa kau ingin menghancurkan harga diriku?" melempar Marco dengan bantal

__ADS_1


Mau di letak dimana nanti harga diriku jika mereka tau aku kesakitan karena gadis itu menendang barang berharga ku . batinnya dia berusaha bersikap cool di depan asistennya itu dia tidak ingin kelihatan lemah hanya itu.


"Sudahlah kau keluar saja. Kau tidak membantu ku sama sekali," kesal dengan Marco


"Baik tuan," jawab Marco mendudukkan dan berlalu pergi


Harus diberikan penghargaan apa pada anda Nyonya?


jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, saat Kaira merasa aman dan berpikir pasti Davin sudah tidur di kamarnya. Dia keluar dari kamar milik Alma, tidak ada obralan dari mereka berdua saat Kaira bersembunyi disana yang ada Alma sangat bingung dengan sikap Kaira yang tiba-tiba kedalam kolong tempat tidurnya


Kaira membuka sedikit pintu kamarnya mengintip dari sela-sela tersebut dia bingung saat melihat kamarnya yang gelap. Mengatur nafas sebentar dan dengan berani masuk ke dalam kamarnya.


"Dari mana kau?" Kaira mematung saat mendengar suara tersebut bersamaan dengan lampu kamar yang menyala


Kaira tidak bisa kabur sekarang ini karena tangan Davin telah lebih dulu menutup dan menahan pintu kamar


Hehehe.. Kaira tersenyum canggung ke arah Davin, Kaira juga berpikir bahwa yang di lakukannya terlalu berlebih pada Davin.


"Aku minta maaf," Kaira menggigit bibir nya sendiri menahan rasa gugup dia takut jika Davin akan memukulnya.


"Aku ingin kita baikan," jawab Davin santai memasuki tangannya pada saku celana. Kaira melongo mendengar ucapan Davin kenapa secepat itu?


"Kau merencanakan sesuatu?" Kaira tidak yakin dengan apa yang di katakan Davin karena Davin bukanlah orang yang mudah memaafkan.


"Sudahlah aku ingin tidur." menggeser tubuh Kaira yang menghalangi pintu


"tunggu." Davin berhenti dan berbalik badan melihat Kaira


"Apa sungguh minta maaf. Apa itu sakit?"


"Hanya tendangan seperti itu, tidak akan membuat ku kesakitan dan mati." Senyum Davin dengan sedikit seringai dia berbalik badan dan berjalan dengan angkuh nya.

__ADS_1


Ciihh.. Sok sekali mulut mu itu, padahal tadi udah jelas-jelas kau kesakitan sampai rasanya ingin mati. Kalau begitu aku tidak perlu meminta maaf pada orang arogan seperti mu.


__ADS_2