
Sebenarnya jika mengorek sedikit lebih dalam lagi tentang Kaira dan Davin mereka memiliki hubungan yang sangat menarik untuk di kupas tuntas.
Kaira adalah seorang yang sangat keras kepala tidak ada yang bisa membuatnya tunduk pada siapapun, walaupun dia seorang perempuan. Tapi dia telah di latih oleh kakeknya menjadi perempuan tangguh yang tidak gampang ditindas.
Berbeda halnya dengan Davin. Dia adalah seorang pria arogan yang egonya berkali-kali lipat lebih tinggi dari manusia biasanya. Apakah hubungan mereka dapat bertahan dengan ego yang setebal gunung es?
kaira yang memiliki sifat kepo maksimal dia tidak mendengarkan ucapan dari Davin. Dia memilih masuk kedalam kamar Davin menggunakan pintu kecil yang ada di kamarnya
mengapa. Untuk apa pintu ini buatnya?? Apa dia akan melakukan hal mesum pada ku? Hehee ... kenapa pikiranmu sangat kotor. Kai
kaira menelusuri kamar Davin yang jauh lebih besar dari kamar di sebelahnya tidak ada hal yang menarik dari kamar Davin. Tapi langkah Kaira terhenti pada semua meja yang berada di samping ranjang, meja yang di atasnya terdapat dua foto yang di pajang rapi di atasnya.
senyum kecil muncul di wajah Kaira saat melihat dua foto tersebut. Foto pertama, terdapat tidak orang anak yang saling bergandengan dua di antaranya adalah laki-laki dan di tengah terdapat perempuan mungil dan kecil. Foto kedua, dimana dua orang lelaki yang sama di foto pertama. Mereka tampak bahagia dengan mulut lebar tertawa di dalam foto tersebut.
"Tidak menyangka dia masih menyimpan foto masa kecilnya," gumam Kaira meletakkan kembali foto tersebut di tempatnya.
"Apa dia masih belum melupakan kejadian saat itu? ahhh.. satu kesalahan membuat semua hubungan menjadi rusak. " Kiara segera kembali ke kamarnya dia tidak ingin jika ada pelayan yang masuk dan melihatnya berada di kamar Davin.
Sementara Davin yang berniat pergi kesebuah club' terpaksa harus menunda karena ada hal yang lebih penting terjadi di perusahaannya.
"Kalian sungguh tidak berguna!!" teriak Davin memenuhi ruangan tersebut. Tiga orang bawahannya hanya bisa menunduk dengan tubuh yang sedikit bergetar akibat melihat amukan dari Davin.
"Maaf tuan. Saya sungguh tidak mengetahui jika desainer tersebut mengambil ide orang lain untuk baju yang akan di kenakan oleh model kita tuan," ucap salah seorang penanggung jawab di kantor tersebut sungguh sangat susah baginya bahkan untuk bernafas pun dia sangat takut dengan kemarahan dari Davin.
"Kalian memang bodoh!! Mengapa tidak memeriksa terlebih dahulu!" ucap Marco yang baru masuk ke dalam ruangan.
"Pergilah, gaji kalian akan di potong bulan ini. " Marco menatap kesal pada ketiga bawahannya yang sangat tidak becus dalam bekerja. Untung saja Marco yang ambil alih jika saja masih tuan Davin pasti mereka bertiga akan di pecat dari perusahaan ini tanpa pesangon apapun.
__ADS_1
"Berapa total kerugian kita?" Davin mendudukkan kasar tubuh nya di kursi kebesarannya dia memijit pelan keningnya pusing memikirkan segalanya.
"Untuk kerugian itu tidak terlalu besar tuan, saya akan mengurus semuanya dan saya pastikan tidak akan terulang lagi," ucapnya sambil memberikan berkas penting pada Davin.
"Kau bisa pergi."
"Baik tuan." menunduk memberikan hormat lalu pergi
Sebenarnya untuk masalah kerugian akibat kecerobohan pegawai itu adalah hal yang biasa buat Davin karena dia tau bahwa Marco yang akan menyelesaikannya lebih dulu. Tapi ntah mengapa, Davin ingin sekali meledak-ledak rasanya dia menjadi gusar sendiri di ruangan.
Bak seorang ratu di istana mewah dengan pendamping hidup seorang raja yang di takuti dan di segani di seluruh penjuru negeri begitulah yang di rasakan oleh Kaira saat ini.
Para pelayan di rumah Davin tidak membiarkannya melakukan semua hal dengan sendiri. Bahkan di rumahnya saja dia tidak pernah di perlakukan seperti ini bukan karena tidak ada pelayan tapi karena sudah terbiasa sendiri.
Untuk mandi saja para pelayan sudah menyiapkan segalanya mulai dari air untuk mandi, handuk, baju dll
Kaira sebenarnya sangat tidak menyukai perlakuan yang seperti itu tapi para pelayan mengatakan jika tidak melayani dirinya dengan baik dia maka mereka akan di pecat dan diusir Kaira menjadi tidak tega mendengar itu.
dari kejauhan dari sepasang mata menatap tidak suka pada Kaira yang sedang menikmati makan siangnya. Dia sedikit kesal terlihat dari kepalan tangan nya yang di sembunyikan di balik rok hitam yang di kenakan nya.
Kaira yang peka ada seseorang yang melihatnya pun langsung menatap orang tersebut tak lama dia senyum kepada orang itu. Seorang pelayan yang masih sangat muda pikir Kaira.
"Sudah berapa lama Bibi bekerja disini?" tanya Kaira pada seorang wanita paruh baya yang berdiri di samping dirinya "duduklah Bi," lanjut Kaira
"Aah. Tidak perlu Nyonya. " Wanita itu menolak ajakan Kaira yang menyuruh nya untuk duduk sama dengannya di meja makan.
"Saya bekerja dengan Tuan Davin sudah lama Nyonya, sejak tuan berusia 18 tahun. " jawab Alma seorang kepala pelayan bagian dapur.
__ADS_1
"Bagaimana bibi bisa bertahan dengannya?"
Alma mengerutkan keningnya dan memberanikan diri mengangkat kepalanya dia bingung dengan ucapan dari Kaira.
"Ahh.. Sudahlah lupakan saja bi," Gaguk Kaira dia merasa agak sedikit aneh jika menanyakan hal seperti itu pada pelayan rumahnya.
"Apa di rumah ini ada kolam renang? "
"Tentu Nyonya, ada di lantai atas. Apa Anda ingin berenang? Saya akan menyiapkan segalanya," jawab Alma dan mulai memberi perintah pada pelayan lain untuk menyiapkan segala keperluan Kaira.
"Benar." Kiara yang telah selesai makan pergi menuju kolam berenang diikuti Alma.
Ahhh... Rasanya akan sedikit lega sekali bisa berendam seperti ini, sudah lama sepertinya aku tidak berenang. Tidak ku sangka rumah ini memiliki segalanya.
Kaira sangat menikmati waktu yang di berikan Tuhan padanya. apalagi dengan pelayan yang siap sedia melayani Kaira dia menggunakan kaca mata hitam untuk menutupi sinar matahari yang menganggu pandangan matanya yang ingin melihat langit biru siang itu.
Di tempat lain bukan di rumah atau perusahaan. Ada seorang wanita muda dengan tubuh yang indah dan pakaian yang super ketat mencetak setiap lekuk bagian tubuhnya. Dia tengah bersantai sambil menyilangkan kakinya meneguk wine di gelas kecil yang di pegangnya.
"Aku sudah bosan disini aku ingin pulang," ucapnya pada asisten yang berdiri di belakangnya.
"Baik nona, saya akan mengabari tuan Davin. "
"ahh.. Mengapa hidup bisa semudah ini? " ucapnya penuh kegirangan tidak menyenderkan tubuhnya di sofa embuk tersebut. Sambil sesekali tertawa riang dengan hidupnya yang bergelimang harta dan popularitas nya yang tinggi dan di kenal banyak orang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa Like, Komen, dan Vote ya teman-teman. Heheh:) kalau bisa subscribe yuk🤩🤩
__ADS_1