CINTA MANIS TUAN MUDA

CINTA MANIS TUAN MUDA
Kekasih Tuan Davin


__ADS_3

DC-Entertainment , gedung tinggi yang di miliki oleh Davin Crish Alexander. Banyak orang yang ingin bekerja di dalamnya namun banyak pula yang gagal akibat seleksi yang sangat kuat, jika terkadang orang dalam dapat membantu. Tapi tidak dengan perusahaan ini hanya orang yang benar-benar berbakat lah yang bisa bekerja didalamnya.


Davin melangkahkan kakinya memasuki perusahannya banyak pasang mata yang melihat nya dengan kagum. Walaupun begitu mereka pasti akan tunduk saat melihat kedatangan Davin dan juga Marco itu sebagai bentuk hormat mereka pada sang boss.


Banyak para gadis bermimpi untuk bisa menjadi kekasih Davin, tapi itu tentu mustahil melihat sifat dingin dan arogan Davin membuat setiap gadis yang mencoba memberanikan diri mendekat langsung menciut. Bahkan banyak pula, Artis dan Model yang di naungi oleh DC-Entertainment melakukan segala hal untuk hanya sekedar berbicara dengan Davin.


Saat melihat Davin datang sekretaris yang ada di depan ruangan Davin langsung membukakan pintu untuk Davin. Langkah Davin pun terhenti didepan pintu saat melihat siapa yang tengah asik duduk di sofa yang ada di dalam ruangannya


"Mengapa dia bisa masuk?"tanya Marco pada sekretaris Davin.


"Maaf tuan, saya sudah menyuruh nona untuk menunggu didepan tapi dia menolak dan memaksa masuk." ucap sekretaris dengan wajah tertunduk.


"Sayang," ucap manja seorang perempuan. Davin melirik sebentar ke arah gadis yang memanggilnya lalu kemudian berjalan menuju meja kerjanya.


"Apa kau tidak merindukan aku?" ucapnya lagi dengan nada sensual dan kini dia sudah berada di depan Davin dan merangkul lengan Davin.


"Apa yang kau lakukan disini?" melirik sekilas lalu mulai mengerjakan pekerjaannya di laptop


"Tentu saja aku rindu padamu," rengek gadis itu kemudian beralih duduk dipangkuan Davin, membuat Davin berdecak kesal dengan tingkahnya


"Apa kau tidak liat aku sedang bekerja?"ucap Davin dengan suara agak meninggi


"Baiklah aku tidak akan mengganggumu. Tapi apa kau tau? Akan ada desainer ternama yang masuk ke kantor mu dan aku ingin menjadi yang pertama untuk model baju miliknya." gadis itu mulai memainkan tangannya menelusuri dada bidang Davin dan semakin lama semakin turun ke bawah


"Marco yang akan mengurusnya untukmu." Davin menangkap tangan gadis itu sebelum terlalu jauh kemudian dia mendorong kuat gadis itu untuk menjauh darinya.


"Terima kasih sayang," jawabnya kemudian meninggalkan Davin dia sedikit kesal sebenarnya tapi dia harus bisa mendapatkan hati Davin untuk bisa menjadi model yang menggunakan baju dari desainer ternama.


Freya Charlotte, dia dikenal sebagai kekasih dari Davin dan juga sebagai model yang sangat profesional dan berbakat. Freya sendiri memilik lekuk tubuh yang sangat sempurna membuat banyak mata yang terpukau dengan dirinya


Freya keluar dari ruangan Davin dan menuju lantai tempat dia bekerja dan tentu dia bekerja di perusahaan Davin. Tidak ada seorang pun yang berani mengganggu dan mengusik Freya selama bekerja disana.


"Apa kau bodoh! Jelas-jelas aku memintamu membawa teh dingin bukan teh hangat," teriak Freya dan membuang sembarangan gelas yang berisi teh membuat semuanya menjadi berantakan


Pelayan yang membawa minuman padanya pun ketakutan sambil membungkuk untuk minta maaf . Freya melayangkan tangan nya menampar kuat pipi pelayan yang tidak becus melayani dirinya, tidak ada yang mau membela gadis itu semuanya hanya diam tanpa respon apapun mereka takut jika akan terkena sembur oleh Freya.

__ADS_1


Sementara Kaira dengan wajah stres dan rambut yang berantakan karena di acak-acak oleh dirinya sendiri, dia muak dengan keputusan sesuka hati dari atasannya sendiri. Kaira meremas kuat kertas perjanjian ditangannya hingga tak berbentuk mulus lagi.


"Apa yang akan kita lakukan lagi, nona?" tanya Desi sekretaris Kaira


"tentu saja kita akan menuruti kemauan dari manusia gendut dan botak itu," kesal Kaira menggebrak meja


Sepertinya dia harus diberikan pelajaran sekali-kali agar dia tidak sesuka hatinya membuat keputusan apapun.


"Tapi bukankah dari dulu nona selalu menghindar ajakan untuk bekerja sama dengan para artis ataupun model yang di naungi DC-Entertainment?" ujar Desi


"Tapi dia sudah menandatanganinya. Ingin menolak tentu saja bisa tapi nama kita akan rusak mengingat kau tau bagaimana perusahaan itu kan? Terlebih lagi atasan jelek itu sudah menandatanganinya," beber Kaira dengan kesal


"Kau persiapkan semua yang di butuhkan aku akan pergi."


"Baik nona," balas Desi.


...****************...


"Tuan, Desainer yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita adalah nona Kaira." Marco meletakkan sebuah map biru di atas meja Davin.


"Apa tidak ada yang lain?"


"Lagi pula, menurut data yang saya terima nona Kaira adalah desainer yang sangat terbaik tuan baru kali ini dia bekerja sama dengan perusahaan yang ada di Berlin," jelas Marco "dan juga saya melihat semua desain yang dibuatnya sangat bagus dan indah berbeda dengan desainer pada umumnya," tambah Marco kagum dengan bakat Kaira


"Yah .. Dia memang berbakat," gumam Davin ada sepintas kenangan muncul di benaknya.


Telepon milik Marco berbunyi menandakan ada yang menelfon dirinya buru dia langsung mengangkat telfon tersebut.


"Nona Kaira ada dibawah dan ingin menemui. Anda,"ucapkan setelah mematikan ponselnya


"Izinkan," ucap Davin.


Aku penasaran apa yang membawanya kemari.


Sementara di bawah saat Kaira sudah mendapatkan izin dari resepsionis dia langsung berjalan menuju lift

__ADS_1


"wah cantik sekali kakak itu. Aku jadi iri"


"Bukankah wajah nya tidak asing? Aku seperti pernah melihat nya"


"Apakah Freya akan kalah dengan gadis ini? Lihatlah dia sangat cantik, anggun dan seperti malaikat."


Itu semua adalah ucapan dari setiap karyawan yang di lewati oleh Kaira dan dia hanya santai berjalan dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung nya


"Nona, tuan sudah menunggu," ujar Marco membukakan pintu untuk Kaira


"Terima kasih," balas Kaira dan Marco hanya menjawab dengan mengangguk dan tersenyum ramah pada Kaira


"Apa aku mengganggu mu?" tanya Kaira saat melihat Davin yang fokus menatap laptop.


"Sepertinya iya, apa yang membawa mu kesini?" tanya Davin dan menghentikan kesibukan nya.


aku juga tidak tau apa yang membuat ku datang kemari, dan wahh.. Ruangan tempat mu dan kantor milik mu sungguh sangat besar kau jauh melampaui Batasan yang ku kira.


Kaira berjalan mendekat ke Davin mengambil bangku ada yang ada di depan meja Davin memindahkan bangku itu di samping Davin dan duduk santai di atasnya.


Kaira terdiam saat bertatapan dengan Davin, manik mata yang indah. Davin membuang arah matanya melihat ke arahnya dan itu menyadarkan Kaira


"Cepatlah waktu ku tidak banyak."


"Pasti kau sudah tahu bahwa kini aku dan perusahaan mu akan bekerja sama. Untuk itu mohon bantuannya tuan Davin terhormat, aku mohon agar kiranya tidak ada satu pun orang yang mengetahui identitas ku yang sebenarnya baik urusan pribadi maupun tentang pernikahan kita." tegas Kaira dengan satu tarikan nafas dia menatap Davin dengan tersenyum


Sedangkan pria itu menaikkan satu alisnya melihat kepercayaan diri yang tinggi dari Kaira.


"Aku bukan orang sepertimu yang suka mencampuri urusan orang lain, " sindir Davin dan membuat Kaira memajukan bibir nya kesal dengan Davin.


Davin menjabat uluran tangan Kaira yang menandakan bahwa mereka sama-sama setuju.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hay kakak-kakak yang baik hati. Hehehe:)

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan share novel saya ya kak. Wkwkw... Kalau berniat juga jangan lupa subscribe 😆😆(aduh tidak tahu diri sekali)


semoga kalian suka ya dengan karya author yang masih amburadul ini


__ADS_2