Cinta Satu Semester

Cinta Satu Semester
Benci


__ADS_3

Aku pun pergi ke tempat parkiran dengan berjalan beriringan seperti ketika berangkat tadi dengan Pangeran.


Setelah sampai Pangeran membantu mengenakan helm untukku.


" Ke tempat makan Bi Ijah, ya. "


Kataku sambil memegangi perut yang masih lapar.


" Ya, udah. "


Balas Pangeran singkat.


Kemudian kami pergi ke Tempat Makan Bi Ijah, tempat makannya para pelajar biasanya banyak yang nongki dulu disana.


Tak lama untuk sampai disana mungkin sekitaran 21 menit saja. Kami pun makan disana dan memilih tempat duduk paling pojok.


Pangeran pergi untuk memesankan nasi goreng untuk kami. Nasgor Bu Ijah memang tidak ada duanya, sudah enak dan murah lagi.


Selesai memesan Pangeran menghampiri mejaku dan duduk disana. Kami pun mengobrol singkat.


" Cil, nanti ke tempat kemaren lagi, ya!!, "


Ajak pangeran padaku.


" Oke, sekalian aku mau nanya sesuatu. "


Balasku yang membuat Pangeran mengernyitkan keningnya.


" Nanya apa? Kenapa gak sekarang aja??!!, "


Tanya Pangeran dengan wajah kepo padaku.


" Ntar ajalah. Udah yok makan dulu!!, "


Balasku padanya karena kebetulan saat Pangeran bertanya pesanan kami sudah diantarkan.


Pangeran pun mengangguk dan kami makan bersama.


" Ishh, Pangeran kamu mah jangan sering buat banyak masalah!! Emang kamu naksir sama Pak Gean??!!, "


Tanya Bi Ijah ketika Pangeran membayar makanan kami.


" Pangeran mah enggak!! Amit-amit suka sama bapak-bapak itu!! Pangeran gak ngapain juga pasti disangka ngapain!!, "


Jawab Pangeran sambil menenangkan Bi Ijah.


Bagi Pangeran Bi Ijah sudah seperti ibunya karena mau merawatnya saat kecil.


Setelah makan kami langsung menuju ke tempat semalam lagi. Tempat yang menawarkan obat dari semua masalah di hidupmu.


Kami pun sampai dan memandangi langit yang sudah menjelang malam, mungkin sedikit lagi.


" Cil, Ayo kita hitung!!, "


Ajak Pangeran untuk menghitung berapa lama matahari akan benar-benar tenggelam.


" 1 "


Kata Pangeran memulai menghitung.


" 2 "


Balasku.


" 3 "


" 4 "


" 5 "


" 6 "


" 7 "


" 8 "


Ketika hitungan ke delapan rasa bahagia dan semangat kembali kurasakan dalam hatiku.


" 9!!!, "


Teriak Pangeran dengan keras ke arah matahari yang kurang sedikit lagi


" 10!!!!!!, "


Teriakku lebih kencang darinya tepat saat itu juga matahati tenggelam dan bulan datang dengan bintang.


Kemudian kami tertawa, tersenyum puas ada perasaan bahagia sendiri di hati kami masing-masing. Memang benar, semakin dewasa maka kamu akan semakin mudah tertawa dan bersedih.


Kami saling memandang satu sama lain puas dengan apa yang kami lakukan barusan. Seperti unek-unek kami sudah terlepaskan semua.


Tepat saat itu juga aku meraih kedua tangan Pangeran dan kami saling berhadapan.


" Pangeran, kenapa kamu di sekolah menghindariku??!!, "

__ADS_1


Tanyaku dengan nada lebih tenang akan tetapi raut wajah Pangeran masam.


" Kamu tahu kan, Cil?? Aku di sekolah dianggap gimana??!! Bahkan aku tak melakukan apa pun karena sudah terlanjur dianggap jelek maka akan selalu begitu!!, "


Jelas Pangeran kemudian tangannya mengusap pipiku.


" Aku cuman ga mau, bocilku ini jadi kena omongan pedas dari orang-orang!!, "


Lanjutnya lagi dengan raut wajah dan nada sedih.


Memang Pangeran dan keluarganya sudah di cap jelek oleh semua orang entah itu dari pihak masyarakat atau pun sekolah, hanya karena kondisi ekonomi dan masalah masa lalu yang belum tuntas.


" Pangeran, aku sama sekali gak peduli sama apa yang orang lain katakan!!, bahkan jika itu keluargaku sendiri!! Menurutku cuman kamu yang memperlakukanku berbeda dari semua orang yang pernah ku temui!!, "


Balasku padanya sambil memegang telapak tangannya yang menyentuh pipiku.


Tak terasa air mata mengalir diantara keduanya.


" Aku juga mau ngomong sesuatu sama kamu. "


Kata Pangeran agar aku mendengarkan perkataannya.


" Cil, pertemuan kita singkat tapi aku merasakan sebuah perasaan yang tak pernah ku rasakan dengan cewek lainnya. Jadi, ayo kita perjelas saja status kita. "


Kata Pangeran padaku.


" Kamu boleh tolak atau terima!! Yang harus kamu ingat aku gak punya harta, bunga atau benda apa pun yang bisa ku kasih ke kamu!! Aku cuman bisa janji agar menjadi orang yang setia dan selalu bersanding bersamamu!!,


Lanjut Pangeran.


" Aku ga perlu harta karena aku sudah punya!! Aku ga perlu bunga karena aku bisa beli!! Aku juga sama sekali ga perlu sebuah benda karena pasti aku sudah punya, yang aku tak punya itu adalah kasih sayang dari orang lain!! "


Kataku tanpa ku sadari sudah dibanjiri air mata.


Sangat sesak rasanya menceritakan hidup kita yang sedari awal tidak mendapatkan kasih sayang dari siapa pun.


Pangeran tak menjawab kemudian langsung memelukku dan kita menangis bersama mengingat luka lama masing-masing yang belum terobati.


Pelukan itu sangat lama dan juga sangat lembut seakan memang kami sudah menginginkan pertemuan sejak lama.


Aku berterimakasih pada semesta karena mempertemukan kami.


" Aku anggap, iya. "


Balas Pangeran ketika kami masih berpelukan.


Pada malam itu juga aku tahu masa lalu Pangeran. Dulunya Pangeran memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia namun karena hidupnya serba pas-pasan, ayahnya hanya seorang nelayan biasa dan saat itu juga ibunya memilih meninggalkannya dengan ayahnya yang sedang sakit. Saat itu juga rasa kecewa dan benci pada ibunya hadir dan semakin tumbuh, puncaknya ketika ayahnya Pangeran pergi untuk selamanya karena sakit yang tak kunjung membaik. Kala itu Pangeran membenci dirinya sendiri dan juga ibunya.


Pangeran kemudian diasuh oleh Bu Ijah yang mau menerimanya dengan suka cita. Disitu juga pertemuannya dengan anak-anak lain seperti Rendi, Rambo dan juga Andrean mereka memiliki latar belakang yang berbeda. Kemudian mereka pun menjadi sahabat sampai sekarang.


Aku pun menceritakan masa hidupku yang tidak mendapat kasih sayang dari kedua orangtuaku namun aku tahu hidupku tidak semelelahkan Pangeran. Dari sini aku juga belajar banyak yang lebih parah dariku. Anak-ank diluaran sana meski keluarganya lengkap tapi belum tentu bahagia.


Aku bersyukur memiliki Pangeran. Ia adalah sosok yang tak pernah bisa aku lupakan hingga kapan pun. Semua cerita tentangnya akan terus abadi dalam memoriku.


Malam itu juga berakhir dengan warna yang indah dipadu oleh canda, tawa dan sebuah tangis. Jika aku boleh egois maka seumur hidupku aku hanya ingin dengan Pangeran.


Sesuai dengan namanya dia adalah Pangeran dihatiku. Pangeran yang menggenggam tanganku, yang memelukku dan juga yang membuatku tertawa.


Waktu berakhir dengan cepat hingga ia mengantarkanku pulang. Kami pun sampai dirumahku.


" Cil, ingat ya!! Esok harus abang yang jemput!! Oke???!!, "


Perintah Pangeran yang sekarang bersikap lebih protektif.


" Oke!!, "


Jawabku dengan senyuman.


Meski banyak yang memperlakukanku dengan protektif tapi perlakuan dari Pangeran membuat hatiku berbunga-bunga.


" Malam, Cil!!, "


Katanya seperti biasa dan langsung pergi begitu saja.


" Akkhh!!!, "


Teriakku seperti reog sambil menepuk-nepuk pipiku yang merah.


Aku pun segera masuk ke rumah dan berbaring di kamar. Kemudian aku mencari di google apa yang harus dilakukan agar wanita terlihat lebih menarik. Lalu aku menemukan sebuah situs yang menjelaskan untuk mencoba penampilan yang berbeda dari biasanya.


Alasan aku mencarinya di website karena nanti pagi aku dan Pangeran akan pergi kencan!!


Itu adalah kencan dan cinta pertama dihidupku tentu, aku harus terlihat perfect dimatanya.


Disisi lain bumi terdapat Pangeran yang sedang mengendarakan motornya dengan cepat kemudian berhenti di salah satu rumah.


Pangeran segera turun dan mengetuk pintu rumah itu.


TOK TOK TOK...


Suara ketukan pintu keras dan dengan irama cepat.


" Andre!!! Dre!! Andre!!, "

__ADS_1


Panggil Pangeran dengan tergesa-gesa dengan cepat.


Karena tak sabar Pangeran sudah siap akan mendobraknya, saat Pangeran mendobraknya justru pintu rumah itu terbuka.


Bruk...


Suara jatuhnya badan Pangeran ke lantai.


" Ohh Pangeran, sialan lo!! Ada orang enak-enakan tidur malah lo teriakin!!, "


Katanya sambil membantu Pangeran bangun.


" Duh, teman apaan lo?!!, "


Marah Pangeran sambil memegangi badannya yang sakit karenajatuh cukup keras.


Kemudian mereka duduk bersama di sofa. Seorang pria turun dari tangga dan mendekati mereka.


" Weh!! Kumpul nih?!! Mau gw buatin kopi?!!, "


Tanya pria itu yang tak lain adalah Rambo anak dari Bu Ijah.


" Yo dah sono!!, "


Balas Pangeran dengan meringis kesakitan.


" Weh, nape lo??!! Dikeroyok warga??!!, "


Tanya Rambo sambil mengernyitkan kening memikirkan apa yang dilakukan sahabatnya itu.


" Lo nanya apa doain sih??!! Ngomongnya gitu!!, "


Tanya Pangeran karena kesal dengan omongan Rambo.


" Dah sono lo buatin kopi!! Nah ntar gw ceritain lengkapnya, deh!!, "


Lanjut Pangeran yang membuat Rambo segera pergi membuatkan mereka kopi karena ia sangat penasaran.


Kopi pun selesai di buat dan mereka bertigas duduk di sofa.


" Jadi gini, besok gw itu mau kencan sama pacar gw!!, "


Jelas Pangeran dengan nada bangga karena memiliki pacar, apalagi pacarnya seimut dan semanis Putri.


Bufft....


Suara semprot kopi dari Rambo ke wajah Pangeran karena kaget gak kepalang.


" Lo-?!! Kencan?!! Gw gak salah denger??!!, "


Tanya Rambo sambil melihat ke arah Pangeran dan Andrean bergantian.


" Nasib punya temen ga ada yang normal, ya gini!!, "


Keluh Pangeran meratapi nasibnya sambil mengusap dan mengeringkan wajahnya yang kena kopi.


" Gak gitu!! Tapi cewek mana yang suka sama lo?!! Lo lihat muka gw!! Gw yang lebih ganteng aja gak ada yang suka!!!, "


Kaya Rambo menjelaskan sambil menunjuk-nunjuk wajahnya.


" Khmm, emang diantara kita kalo masalah cinta aku yang paling pro, ya!!, "


Kata Andrean bangga sambil menaik turunkan alisnya.


Kemudian Pangeran dan Rambo pun menatap sinis Andrean, memang ia lah yang paling playboy diantara mereka.


" Sini bro, gw tutorin!!, "


Kata Andrean pada mereka secara bisik-bisik.


Pangeran dan Rambo pun mendekat karena ingin tahu.


" Beneran gak nih??!!, awas aja lo kalo sampai gagal!!, "


Kata Pangeran setelah selesai mendengarkan saran dari Andrean.


" Bro-bro, lo diajarin sama yang sepuh malah gak mau, gimana sih??!! Udah gw jamin 100% dia bakal salting gak ketulung!!, "


Balas Andrean dengan wajah dan sikap seperti guru sedang mengajar.


Di mata Andrean mereka berdua seperti bocas sd yang sedang kursus masalah cinta.


" Yo dah, gw nginep sini aja!! Biar besok lo bisa cepet-cepet bantu gw!!, "


Kata Pangeran dengan antusias.


" Di bawah tapi!!, "


Kata Rambo dan Andrean serentak.


" Pelit banget lo, jamal!!, "


Balas Pangeran kesal dengan perkataan mereka barusan.

__ADS_1


... (End)...


__ADS_2