Cinta Satu Semester

Cinta Satu Semester
Akhir Hidup Pangeran


__ADS_3

Seorang pemuda dengan kaos oblong, celana jeans dan jaketnya dengan gambar Anjing sedang berjalan. Penampilannya yang serba hitam itu terkesan misterius dan tak mudah didekati.


Setiap kali ia berjalan satu-persatu lampu jalanan yang ia lewati akan padam. Ia berjalan dengan santai hingga ia berhenti di sebuah bangunan tinggi yang telah usang, sekelompok orang langsung mendekati dan mengerumuninya.


Pria itu berdiri dengan santai, sebuah senyuman tersungging di bibirnya yang merah muda.


Secara bersamaan sekelompok orang itu, yang berjumlah sekiat 20 orang mulai menyerangnya. Pakaian sekelompok orang itu juga serba hitam sama dengan pemuda itu, namun mereka memakai jaket dengan gambar serigala. Dapat dilihat bahwa mereka berbeda kubu meski sejenis.


Buk... Buk... Buk...


Suara pukulan mereka bertubi-tubi kepada pemuda itu. Energi mereka sudah sangat terkuras manghadapi pemuda ini. Siapa sangka? Itu masih belum cukup untuk mengalahkannya. Bahkan dari 20 orang itu meski pukulannya keras, cepat dan badannya sangar masih belum bisa bahkan mengenai pemuda itu juga tak bisa.


Seorang lelaki melihat peristiwa itu, ia memakai jas panjang bewarna hitam juga sedang memegang payung. Ia segera menghubungi seseorang dengan teleponnya lalu segera pergi meninggalkan mereka semua.


Malam yang dingin kali ini menurunkan air juga darah yang banyak. Cukup mengenaskan 20 orang itu terbaring tak sadarkan diri dengan banyak darah yang mengalir deras.


Keesokan harinya berita tentang ketewasan 20 orang yang belum diketahui identitasnya itu langsung menjadi berita HOT. Setiap pelusuk pasti membicarakan berita ini. Dugaan demi dugaan datang, ancaman demi ancaman juga datang, keresahan warga menjadi-jadi setiap harinya. Penuntutan terhadap kepolisian pun mulai dilakukan oleh sekelompok pihak.


Tut...


Suara TV yang dimatikan.


" Bagaimana ini, Tuan??!!, "


Tanya seorang pria yang baru saja mematikan TV itu dengan remotnya.


" 20 tahun itu, sepertinya kembali. "


Balas seorang lelaki dengan tenang yang sedang terduduk sambil menghiaap ****** rokoknya.


Hufftt


Suara asap rokok yang ia keluarkan dari bibirnya.


" Lagi-lagi ia mencari masalah dengan kita!! Apa tak cukup darah yang mengalir untuknya??!! Hidup sudah selama ini!! Apa yang ia persiapkan?!!, "


Tanya seorang cewek berambut ungu dengan tato huruf S di lehernya.


" Bukankah, kita juga sudah lama tak bermain?, "


Tanya seorang cowok dengan seragam SMA yang sedang terduduk di samping lelaki itu.


" Kita lihat, apa yang bisa ia lakukan?! Kali ini juga menjadi penutup dari serangkaian cerita lama!! Jangan membuang waktu kalian!! Kita sudah mengalah selama 20 tahun!!, "


Kata lelaki itu lagi dengan suara keras.


Sementara di sisi lain bumi.


Aku sedang berbarin di kasur hanya melamun tanpa arah, entah mengapa perasaan tak enak kini sedang menghantuiku. Perasaan ini mengarah pada Pangeran. Aku pun membuka hpku untuk mengiriminya sebuah pesan.


' Pangeran. '


Bunyi chatku memanggil empu pemilik nama itu.


' Kenapa, Cil?, '


Balas Pangeran yang masih sering mengejekku.


' Entahlah. Emm, aku merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk terhadapmu!!, '


Lanjut chatku.


' Itu hanya perasaan saja, lagian aku tak papa selagi kamu juga begitu. '


Balas Pangeran yang malah mode bucin.


' Dih!!, '


Jawab Putri sambil tersenyum.


' Tapi suka, kan??!!, '


Tanya Pangeran.


Apa dia bodoh? Jika Putri tak suka ia pasti sudah memblokirnya sejak dulu. Tentu, Putri suka buktinya ia tersenyum kegirangan.


' Dasar!!, '

__ADS_1


Jawab Putri terkesan kesal padahal dia sedang salting tidak ketulungan.


Putri mematikan Hpnya jika ia terus berkirim chat dengan Pangeran, maka itu akan bahaya untuk kewarasannya. Rasa gelisah itu pun sudah lebih kecil dari sebelumnya. Setidaknya Putri sudah memastikan kepemilikannya itu tak apa-apa.


Di sisi lain yang tak akan pernah Putri pikirkan.


" Ingat jangan mati!! Kalau kau mati bahkan kesakitan itu akan mengganggu putri kecilku!! Bukan jangan tapi tidak boleh. Camkan itu!!, "


Kata seseorang dari balik teleponnya itu dengan tegas.


Pangeran pun langsung mematikan panggilan teleponnya. Memandang ke arah depan dengan kosong.


" Bos, anak buah kita sudah siap semua!!, "


Kata seorang pria dengan tegas nama pria itu bernama Frank. Seorang anak buah sekaligus kaki tangan Pangeran.


Pangeran kemudian bangun dari duduknya itu, tatapannya seperti seorang singa yang sudah siap menerkam mangsanya. Tiap hembusan napasnya akan sangat berbahaya bagi musuhnya. Kemudian ia berjalan diikuti oleh Frank di belakangnya.


Mereka berjalan tak lama segerombolan orang yang berjumlah lebih dari seribu berkerumun. Mereka semua termasuk Pangeran menggunakan pakaian serba hitam dengan jaket bergambar Serigala.


****


Putri sedang terlelap di kasurnya, perasaan tak enak itu kembali bangkit dihatinya. Merasa terganggu ia kemudian berjalan keluar kamar mencari udara segar. Baru saja turun dari tangga, Windi datang dengan banyak tas besar.


" Loh Win, kenapa??, "


Tanya Putri keheranan dengan barang bawaan Windi yang sangat banyak.


" Hehehe, diusir Put!! Biasa!!, "


Jawab Windi cengengesan tanpa beban sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu.


" Huh!! Jangan gitu, Win!! Kamu kesini cuman mau nginep, kan?? Bukan beneran diusir!!, "


Lanjut Putri menasehati perkataan Windi.


" Hehehe, gak nginep sih!! Cosplay bentar jadi benalu!! Mumpung lo kaya, kan??!!, "


Kata Windi yang akar malunya itu sudah putus atau memang tak ada dari lahir.


" Ya sudah!! Di depan TV aja, aku mau cari udara segar!!, "


Mereka pun duduk sejajar sambil menonton


TV.


" Weh, nape tuh muka?? Kaya ga di setrika aja!!, "


Tanya Windi keheranan dengan raut wajah Putri.


" Enggak, kenapa ya, Win?? Kok aku ngerasa perasaan gak enak kayak gelisah gitu daritadi??!!, "


Tanya Putri dengan raut wajah khawatir.


" Perasaan aja itu, Put!! Semuanya bakal baik-baik saja, aku jamin!!, "


Jawab Windi sambil memakan matabraknya itu.


" Nih lihat, sebagai sahabat yang baik gw beliin lo matabrak!! Kurang apalagi coba gw??!!, "


Tanya Windi sambil menyodorkan makanannya itu.


" Kurang sopan!!, "


Jawab Putri sambil memakan matabraknya.


Windi memang sering menginap kesini untuk menemaniku. Ia tahu bahwa kedua orangtuaku itu tak bersarang disini. Bahkan sekarang keduanya itu entah pergi kemana. Aku juga tak terlalu peduli.


Malam itu akhinya Windi tertidur namun aku masih merasa tak nyaman.


****


" Aku menyelesaikannya. "


Kata seorang cowok yang sedang menelpon kemudian mematikannya.


Cowok itu dibanjiri dengan banyak darah, dibawahnya ribuan orang juga berdarah namun tak sadarkan diri. Pertanda bahwa ia adalah pemenangnya.

__ADS_1


Ya, ia adalah Pangeran dengan penuh perjuan Pangeran mencoba bangkit dan berjalan dengan kerja keras. Penglihatannya sudah remang-remang, rasa pusing langsung menghantui dirinya. Lukanya yang terbuka itu membuatnya sedikit meringis.


Ia akhirnya bangkit dan berjalan sambil memegangi bangunan disekitarnya. Tak lama sebuah mobil hitam misterius datang tepat di depannya.


" Kamu itu anak emas. "


Kata seseorang dari dalam mobil.


Entah apa yang terjadi setelahnya Pangeran tak ingat apa pun kejadian setelahnya.


****


" Sialan!! Kenapa kita bisa kehilangannya??!!, "


Bentak seorang lelaki yang sedang duduk dengan setelan jas rapi.


Ya, lelaki yang sering menghisap rokok dan baru saja membentak itu adalah Arga. Arga Algeisya ayah dari Putri Alkeisyi. Pemilik sekaligus pemimpin perusahaan raksasa di dunia yang sudah lama dan banyak turun ke dunia bisnis. Keluarga itu adalah Alge.


Arga memijat-mijat keningnya yang terasa nyut-nyutan. Tak lama seorang cewek dengan rambut ungu mendatanginya.


" Aku sudah menurunkan anak buahku!!, "


Katanya sambil memnunjuk Arga.


Cewek ini memang memiliki aura yang cerah dan periang.


" Siapa yang kamu katakan anak buah??!!, "


Tanya dua orang pemuda yang datang dari arah belakang.


Pemuda itu salah satu rambutnya bewarna pink sangat mirip dengan Idol bahkan ia sangat handsome, pemuda satunya lagi rambutnya hitam bercampur putih dengan wajah yang kelihatan sangar. Mereka semua sama-sama memiliki tato huruf S di lehernya.


****


Byurrr...


Suara siraman air yang mengenai tubuh Pangeran. Dinginnya air itu membuat sang empu sadar dari pingsannya. Perlahan setelah nyawanya terkumpul, ia melihat dua pemuda dengan tubuh besar di depannya. Keduanya memegang sebuah ember bisa dipastikan bahwa mereka pelakunya.


" Woi!! Enak bener lo tidur!! Hehehe, masih ingat kita??!!, "


Tanya kedua orang itu secara bersamaan dengan wajah konyolnya.


Pangeran ingat, kedua orang itu adalah si kembar bodoh yang menjadi partnernya dulu. Pangeran ingat ketika ia masih anak baru yang berkesepakatan dengan Arga, mereka adalah temannya.


Waktu dilalui dengan cepat.


Ia ingat ketika mereka kumpul bersama dengan wanita berambut ungu juga dengan dua pemuda lagi di belakang wanita itu. Setiap mereka bertemu, mereka akan makan bersama. Menceritakan masa lalu, menangis dan tertawa bersama. Mereka adalah keluarga mungil Pangeran dulu. Tempatnya singgah setelah dunia yang melelahkan.


Hingga akhirnya konflik datang di antara mereka. Satu-persatu mereka memecah diri menjadi dua bagian Pangeran, wanita dengan kedua lelaki di belakangnya dan si kembar ini memilih bergabung ke kubu musuh. Entah apa yang dilakukan oleh musuh bebuyutannya itu hingga mereka jatuh.


" Andi dan Rendi. "


Jawab Pangeran dengan lemah.


Ya, itu adalah nama kedua orang itu.


" Kenapa kalian memilih berkhianat??, "


Tanya Pangeran langsung pada intinya.


" Kami?? Seandainya kalian sadar bahwa


kalian hanya dimanfaatkan oleh Arga!! Dia hanya ingin keuntungan saja!! Dia itu buta dengan harta dan kekuasaan!!, "


Tanya mereka dengan nada keras, mata mereka mulai memerah.


" Memanfaatkan?? Siapa?? Dari semuanya apa dia meminta bayaran padamu??!! Syarat apa yang ia janjikan?!!, "


Jawab Pangeran balik bertanya dengan nada membentak.


Pangeran ingat 5 tahun lalu Arga datang padanya. Membantunya dengan merawat Ayahnya yang sakit-sakitan itu. Membuatnya mengenal ibunya yang sesungguhnya. Ia sampai sekarang dapat melihat wajah ibu yang tega padanya itu sampai dengan sekarang.


" Kenapa kamu terlalu percaya??!!, "


Tanya Rendi dan Andi bersamaan.


" Karena hanya saat itu akhir dari hidupku. Aku menyerahkan sisanya untuk mengabdi pada Arga. Tak peduli ia mau membuatku mati atau hidup. Aku sudah cukup lelah dengan alur dunia ini. Sejak Ayahku pergi, sejak itu juga aku mati. "

__ADS_1


Kata Pangeran kemudian tak sadarkan diri.


......(End)......


__ADS_2