
Pada hari kesepakatan mereka untuk berkencan pun tiba.
Aku merasa sangat tegang, grogi dan senang secara bersamaan. Aku memandang cemas penampilanku di depan cermin, meski pun sudah menggunakan pakaian yang google rekomendasikan, tetap saja aku masih merasa kurang pas. Aku pun menata kembali riasan dan bajuku.
Aku melihat ke bawah dari jendela kamarku, terlihat Pangeran sudah menunggu diluar. Aku pun melihat kembali diriku dicermin.
" Aku pasti bisa!!, "
Batinku dengan semangat yang membara.
Sepanjang jalan menuju arah Pangeran, aku terus berjalan ala model agar terlihat lebih memesona. Aku pun berhenti ketika sampai dan berdiri di depannya.
Untuk pertamakalinya aku melihat penampilan Pangeran yang sedikit berbeda. Rambutnya yang sudah lama menggunakan model Clasical Curtain Haircut terlihat lebih klasik sekarang. Ia menggunakan oversized black round t-**** dengan ankle leght jeans yang membuatnya terkesan lebih misterius namun memiliki demage yang besar.
Wajah Pangeran tak terlalu berubah tapi tetap terlihat lebih tampan atau sangat tampan. Entah itu efek rindu atau memang ia merawat penampilannya.
Motor Pangeran yang bewarna hitam itu juga terlihat sangat mulus dan bersinar, tampak seperti baru.
Dari tempat Pangeran berdiri dengan tangannya yang di silang ke dada, ia memperhatikan cara berjalan Putri karena menurutnya terlihat sangat imut. Putri menggunakan Tulle dress bewarna pink dan rambutnya yang panjang itu bergerak mengikuti angin dan menyibak sehingga sedikit menutup wajahnya seperti adegan di film saja. Penampilannya sangat feminim dan manis juga imut di mata Pangeran. Hati Pangeran juga dibuat semakin berbunga-bunga.
Seperti biasa Pangeran akan membantu mengenakan helm untuk Putri. Hari yang tak biasa dengan pakaian dan perasaan yang juga tak biasa.
Mereka pun naik motor dan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.
" Duh, kenapa jantung gw berdetak kencang??!!, "
Batin Pangeran sambil menenangkan detak jantungnya itu.
" Pangeran tambah ganteng, ya?!!, "
Batinku terus memandangi wajah Pangeran dari kaca spion meski tertutup helm.
" Ni juga, bocahnya ngapain liatin gw mulu??!! Apa ga tahu gw pengen teriak??!!, "
Batin Pangeran lagi setelah sadar ia dipandangi Putri.
Lama perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Mereka memutuskan untuk berkencan di perpustakaan.
Aneh memang jika first date di sana, awalnya Putri meminta Pangeran untuk menemaninya membaca buku disana. Cewek dan cowok memutuskan untuk bertemu dan bersama, bukan kah berarti kencan? Itulah pertanyaan di benak mereka dan mereka menafsirkannya seperti itu.
Putri sendiri awalnya hanya meminta pangeran namun setelah ia berpikir, bukankah ini sama saja dengan kencan? Bisa dikatakan sebenarnya ini adalah kesalahpahaman namun karena keduanya menyukainya maka tak apa.
Pangeran memandang ke bangunan yang ada di depannya. Jika, ia tak bertemu Putri sangat mustahil menginjakkan kaki disana. Pangeran melihat buku saja sudah pusing tujuh keliling apalagi membacanya. Ia bisa sekolah dan belajar setelah penyiksaan diri yang panjang dan hanya belajar ketika ujian saja.
Keduanya kemudian berjalan secara sejajar dan di tengah-tengah momen itu Pangeran menggandeng tangan Putri.
Deg...
Suara jantung keduanya yang sedang dimabuk cinta. Mereka pun masuk setelah membuka pintu perpustakaan bewarna putih.
Aroma khas perpustakaan menyambut mereka diiringi oleh jajaran buku yang disusun, meja dan kursi yang terlihat rapi. Penampilan orang-orang disana pun sangat fokus dalam membaca buku.
Baru saja masuk ke dalam perpustakaan Pangeran sudah merasa mual, ia berpikir tidak bisa lama-lama disini. Ia menganggap bahwa tempat ini sangat berbahaya untuknya, Pangeran juga merasa terpukul membandingkan dirinya dengan Putri.
Putri sangat senang ketika baru saja masuk ke dalam perpustakaan. Baginya semua pemandangan di depannya ini seperti taman surga yang dipenuhi dengan malaikat. Apalagi jejeran dan susunan buku yang sangat menarik di matanya.
" Gak papa, asalkan bisa lama-lama sama Putri!! Tahan Pangeran, lo pasti bisa!!, "
Batin Pangeran menguatkan dirinya agar betah di dalam perpustakaan.
Jauh dalam lubuk hati Pangeran, ia ingin segera berlari atau sekalian kayang agar terhindar dari tempat ini untuk selamanya. Batinnya sudah menangis tak karuan.
" Bagus!! Sekarang tempat ini memukulku!! Sangat mirip dengan iblis kecil!!, "
Batin Pangeran memaki setelah melihat tulisan di depannya itu.
Tulisan yang menurutnya keluar dari neraka yaitu ruangan membaca perempuan dan laki-laki dipisah.
" Oh sial!!, "
Lanjut batin Pangeran.
Ia ingin menyobek, memaki dan membakar tulisan itu. Tapi apalah dayanya? Akhirnya ia harus berpisah ruangan dengan Putri.
" Catat ini, kencan pertama beda ruangan. "
Batin Pangeran bagaikan seorang intel dengan raut wajahnya yang sudah pasrah dan masam.
Pangeran berpikir akan menghabiskan waktu saat first date dengan Putri dipenuhi oleh senyuman dan keromantisan ternyata Iblis datang di tengah-tengah kami.
Pangeran pun duduk di kursi dan memilih tidur saja untuk menghemat tenaga yang sudah ia habiskan di tempat ini.
__ADS_1
Sementara itu disisi lain.
Aku sedang membaca buku yang berjudul Cogheart sebuah buku pertualangan yang menceritakan seorang gadis bernama lily yang melarikan diri dari wali yang jahat dan mencari tahu kebenaran keadaan ayah kandungnya.
Setelah habis ku baca dan sudah merasa puas aku pun mengembalikkan buku itu ke rak. Rak buku itu sangat tinggi untuk Putri hingga ia harus berjinjit untuk mengembalikkannya. Ia mendapatkan buku ini setelah tergeletak di mejanya entah milik siapa dan sekarang dirinya sendiri juga tak bisa mengembalikkannya.
Tanpa disadari sebuah tangan yang lebih panjang meraih buku itu dari tangan Putri dan mengembalikkannya ke raknya. Putri pun berbalik.
" Terima-, "
Kata Putri yang terpotong.
Ia terpaku melihat pemandangan di depannya setelah berbalik badan. Pemandangan itu adalah Pangeran yang menggenggam erat tangan seorang pemuda yang membantunya barusan. Pegangannya itu sangat kuat hingga menampilkan urat tangan Pangeran. Raut wajahnya juga terlihat sangat masam.
" Akh, tidak!! Tadi ada lalat ditanganmu!!, "
Kata Pangeran sambil cengengesan dan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
" Huh!!, "
Suara Nafas kasar Putri.
Untungnya tidak terjadi pertengkaran disini atau ia akan sangat kerepotan.
Kemudian Pangeran dengan segera meraih tangan Putri dan menggandengnya ke luar dari Perpustakaan. Genggaman tangan Pangeran sangat lembut hingga membuat Putri tak percaya kalau Pangeran bisa menggenggam kuat hingga urat tangannya kelihatan.
Mereka berdua berjalan meninggalkan banyak mata yang memandang mereka, namun keduanya sama sekali tak peduli. Toh, memang dunia sudah milik mereka berdua.
Sedangkan itu pemuda yang baru saja membantu Putri merasakan sebuah kengerian seperti tangannya tadi akan dimakan beruang yang sudah sangat lapar dan kejam. Dirinya berjanji tak akan pernah lagi kembali ke tempat ini, ia merasa sudah sangat kapok.
" Udah kan, Cil??!, "
Tanya Pangeran sambil memandang Putri yang menurutnya sangat pendek.
Panggilan itu meski menghina entah mengapa Putri merindukannya sedari tadi.
" Ya. "
Jawab singkat Putri dengan tersenyum senang menampilkan mata sabitnya.
Putri sudah merasa puas dan cukup untuk hari ini. Kemudian ia naik ke motor Pangeran yang akan dilajukan dan memeluk perutnya.
" Pulang??, "
" Enggak!!, "
Balas Pangeran dengan singkat.
" Terus??!!, "
Tanya Putri kepo.
" Rahasia!!, "
Jawab Pangeran dengan nada sedikit mengejek.
" Ishh!!, "
Keluh Putri sambil melepaskan tangganya itu dari perut Pangeran.
" Pegangan!!, "
Perintah Pangeran yang sudah siap akan mengemudikan motornya itu.
" Enggak!!, "
Balas Putri singkat dengan nada kesal.
Tanpa Putri sadari Pangeran tersenyum tipis dan tampak mencurigakan.
Pangeran tak membalas dan mengemudikan motornya dengan sengaja mengerem mendadak agar Putri terdorong ke depan dan memeluk perutnya.
Putri sadar Pangeran sengaja melakukannya bukannya kesal, ia malah tambah salting gak ketulungan.
Mereka pun mengendarai motornya dan meninggalkan perpustakaannya.
3 orang pemuda keluar dari samping perpustakaan dan menatap punggung mereka yang semakin menjauh.
" Kayaknya selain liat muka dan cuan, cewek lihat otot juga!!, "
Kata seorang pemuda yang tak lain adalah Rambo sambil menatap kosong tak percaya dengan pemandangan yang ia lihat barusan.
__ADS_1
" Ckk, ya gitu bro!! Bener gak??!! Lo perhatiin tuh lekat-lekat!! Yang berusan sukses kencannya nah, itu murid gw!! "
Kata seorang pemuda lagi yang tak lain adalah Andrean sambil merangkul pundak pemuda yang membantu Putri tadi dan menunjuk-nunjuk punggung Pangeran dan Putri.
Wajah pemuda yang membantu Putri tampak pasrah dan hampa.
" Apa salahku??!! Hingga mendapat penyiksaan seperti ini??!!, "
Batin Pemuda itu tak berdaya.
Di sisi lain belahan bumi.
" Pangeran kita kesini??!!, "
Tanya Putri keheranan setelah turun dari motor Pangeran.
" Iya, hehhehe!!, "
Tawa Pangeran tanpa beban.
Tempat yang mereka kunjungi adalah taman bermain yang di penuhi dengan orangtua, anak dan tak sedikit dari kalangan remaja.
Putri segera meraih tangan Pangeran dan masuk bersama ke taman bermain itu.
Ini adalah tempat yang tak pernah ada di mimpi Putri, tempat yang tak akan pernah ia kunjungi sebelumnya. Taman bermain, ia ingat ketika orangtuanya tak mengizinkannya kesini sejak kecil karena ia harus belajar. Sebuah mimpi kecil yang ia pendam dalam-dalam sedari dulu. Wajah Putri sangat cerah dan antusias sama dengan wajah anak-anak yang masuk ke mari.
Pangeran menatap heran pada Putri, baginya ini hanyalah taman bermain dan seharusnya siapa pun bisa kemari. Harta yang dimiliki Putri tentu bisa membeli tempat ini bahkan secabang-cabangnya, entahlah pemikiran orang kaya memang tak bisa ia mengerti.
Mereka bermain dengan canda dan tawa, terlihat seperti sebuah pasangan yang bahagia dan juga harmonis. Mereka bermain hingga tak tahu waktu sudah sore dan banyak yang harus segera pulang begitu juga mereka.
Sebelum pulang mereka memilih untuk minum di sebuah warung, disana banyak orang yang berkerumun sambil mencoba menenangkan seorang bayi yang menangis.
Melihat itu membuat mereka menghampiri kerumunan itu.
" Ada apa, bu??, "
Tanya Pangeran pada seorang ibu-ibu yang berkerumun.
" Itu loh, mas!! Ada bayi yang gak tahu punya siapa!!, "
Kata ibu itu dengan nada khawatir.
" Sudah digendong, ditenangkan segala cara di lakukan tetapi tak berhenti nangisnya!!, "
Keluh ibu itu.
Hati kecil Putri tersentuh, dirinya yang sedari dulu sampai sekarang tak diperhatikan oleh orangtuanya pun merasa simpati. Hingga ia meraih bayi itu lalu menggendongnya dan bayi itu berhasil berhenti menangis.
Orang-orang pun bisa bernapas lega dan akhirnya pergi satu-persatu karena sudah sangat lelah.
Putri menatap Pangeran dengan pandangan memohon, entah mengapa pupil matanya itu semakin besar dan bibirnya ketarik ke bawah.
" Oke selamat!!, "
Batin Pangeran dengan tatapan Putri.
Tatapannya seperti seribu anak panah yang besar dan tajam masuk ke dalam hati, jiwa dan raga Pangeran.
" Bu, kami yang akan bawakan ke kantor polisi. "
Kata Pangeran dengan terpaksa.
" Ohh akhirnya, terimakasih anak muda!!, "
Kata ibu itu sambil mengelus dadanya.
Kemudian mereka pun menuju kantor polisi yang tak jauh dari taman bermain.
Pangeran tau bahwa Putri tanggan sudah pegal menggendong bayi itu.
" Tunggu!!, "
Kata Pangeran yang membuat Putri berhenti melangkah.
Pangeran pergi menuju tempat cuci tangan dan menggendong bayi itu.
Melihat itu Putri hanya tersenyum senang.
Tak lama perjalanan mereka pun sampai di kantor polisi, mereka juga menjelaskan kronologi kejadiannya.
Sebenarnya Putri ingin menunggu hingga bayi itu di bawa oleh ibu kandungnya namun Pangeran merayunya untuk segera pulang. Mereka sudah banyak menghabiskan tenaga sedari pagi sehingga butuh istirahat.
__ADS_1
Akhirnya Putri setuju dan mereka pun pulang.
......(End)......