Cinta Satu Semester

Cinta Satu Semester
Tenggelam


__ADS_3

Laju kendaraan Pangeran membawa kami ke sebuah tempat yang amat luas. Tempat itu sangat luas dengan dominan warna biru tua. Suara angin dapat terdengar dengan kuat bersatu dengan ayunan pepohonan kelapa.


Ya, tempat ini adalah sebuah pantai. Kapan terakhir aku kemari? Mungkin sudah sangat lama atau bahkan tak pernah. Udara dan suara tempat ini sangat ku rindukan.


Pangeran melepaskan helmku kemudian menatapku lama. Aku pun balik menatapnya sehingga kami saling eye contact. Mata itu. Mata yang membuatku tenggelam di dalamnya dan membuatku kesulitan untuk bernapas.


Jari Pangeran langsung menarik hidungku yang membuatku merintih kesakitan.


" Isshh!! Lepas gak?!!, "


Pintaku padanya dengan kesal dan memegang jarinya itu agar lepas.


" Dih!! Lagian hidung lo pemalu bener!! Tenggelam tuh sama pipimu!!, "


Kata Pangeran sambil melepaskan hidungku dan mencubit pipiku.


" Ihh!! Lepas!! Sakit tau!!, "


Rintih ku sambil mencubit lengannya itu.


" Ishhh!! Iya-iya, aku lepasin!!, "


Kata Pangeran sambil melepaskan tangannya.


Aku sangat malu ketika seorang bocah melihat kejadian barusan. Bocah itu terdiam, tepaku dengan apa yang kami lakukan. Entah setan darimana, sifat Pangeran langsung keluar.


Pangeran menatap rendah bocil itu, tatapannya itu sangat menyebalkan dan seperti berkata.


" Mau apa lo??!!, "


Bunyi tatapan Pangeran yang bisa aku tafsirkan.


Melihat tatapan itu aku langsung meraih tangannya guna membawanya pergi. Bocah itu matanya sudah berkaca-kaca siap untuk menangis dan memanggil induknya.


" Ayo, pergi!! Isshh!!, "


Ajak Putri sambil menyeret lengan baju Pangeran.


Tubuh Pangeran terlalu berat untuk Putri dengan susah payah hal yang tak diinginkan pun terjadi. Sang induk mendapati anaknya akan dimangsa musang.


Hahh.... Huhh.... Hufttt


Suara tarikan napas kami yang saling bersahutan. Kami melarikan diri dengan kecepatan kilat. Sudah tau akan seperti ini dengan gampangnya Pangeran malah tertawa.


" Puas??!!, "


Tanyaku padanya sambil memandangi dirinya yang tertawa.


" Hehehe... "


Suara tawa Pangeran sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tak gatal.


Tak lama suara langkah kaki datang menghampiri kami.


" Woi!! Kalian nih, lama tau!!, "


Kata Windi dengan kesal sambil merangkul tangan seorang pemuda.


" Bentar-, "


Kata Pangeran dengan tampang kebingungan.


" Lah elo!! Bocah tengil!!, "


Kata Pangeran sambil menunjuk pemuda yang dirangkul Windi.


Pemuda itu mengernyitkan keningnya.


" Bocah tengil-bocah tengil!! Elo kali bocah ingusan!!, "


Timpal pemuda itu dengan kesal.


Ya, benar pemuda itu tak lain dan tak bukan adalah Andrean. Dunia memang sangat sempit ternyata.


" Dih!! Wei Jamal!! Lo ngapain kesini??!!, "


Tambah Pangeran yang masih merendahkan Andrean.


" Gua?? Lo gak liat?? Nih, disamping gw ada cecan?!! Ya, jelas kencan lah!!, "


Jawab Andrean sambil menatap Windi bangga.


" Hah?? Gak salah lihat kan aku?? Kita sidang dulu bentar!!, "


Kataku sambil menyeret mereka semua ke sebuah gubuk untuk tempat nongki.


" Oke!! Sekarang jelasin!!, "


Kataku pada Windi dan Andrean.


" Huh!! Jadi gini, gw sama Andrean tuh jadian kemaren!! Ya tembaknya online sih!! Terus kita perjanjian kesini!!, "


Jelas Windi dengan nada bicaranya yang selalu judes itu.

__ADS_1


" Ooh, gitu!!, "


Jawabku sambil menganggukkan kepala.


Pangeran kemudian menarik lengan pakaian Andrean dan membawanya keluar dari gubuk.


" Weh bocah curut!! Bisa-bisanya lo jadian sama Windi!!, "


Kata Pangeran memaki.


" Bro, cinta itu gak bisa dipaksakan dan gak bisa ada yang tahu!!, "


Jelas Andrean dengan muka seperti guru yang mengajar.


" Bukan gitu!! Itu cewek sekalinya marah, gepeng lo!! Lagian lo tuh mata-mata buaya!! Gimana nasib gw lihat lo esok?? Jadi tempe gepeng atau ape??, "


Tanya Pangeran mencoba mengusulkan agar Andrean jangan memainkan perasaan Windi.


" Gak kok, gw bukan buaya!!, "


Jawab Andrean sambil menggerakkan tangannya tanda tak setuju.


" Lo itu mau menghindari fakta?? Woi gw itu sahabat lo dari oyok!! Jangankan kebiasaan lo!! Berapa banyak lo napas aja gw tahu!!, "


Timpal Pangeran dengan kesal.


" Berapa coba??, "


Tanya Andrean dengan muka penasaran.


" Infinity, tergantung lo mau berapa lama hidup!!, "


Jelas Pangeran pada Andrean.


Keduanya itu sama saja. Terkadang otak mereka sedang asik tidur dan akhlaknya kadang males jalan.


****


" Gw ga nyangka lo khianatin gw!!, "


Kata Windi dengan kesal.


" Ya kan, sekarang lo juga udah ada!! Lo taukan gw gak bisa kasih tahu dari dulu karena ini-itu. "


Kataku dengan kesal.


Lo-gw, bukanlah cara bicara Putri tetapi karena teman-temannya seperti itu, Putri pun menggunakannya.


" Dahlah!!, "


" Udah kenapa??, "


Tanya Putri penasaran.


" Lo ya!! Kalo pakai lo-gw, kayak bocah kemaren!! Udah gak usah dipakai!!, "


Kata Windi menjelaskan.


Mendengar itu hanya membuatku bernapas kasar, tak lama kedua orang itu kembali.


" Udahlah yok, daripada gak jelas mending main ke pantai!!, "


Ajak Putri yang tak sabar pergi kesana.


Mereka pun sepakat untuk berjalan bersama ke pantai. Ombak pantai ini tak terlalu besar juga tak terlalu kecil. Warnanya biru tua dan sangat luas seakan tanpa batas. Pasir pantai bewarna putih, pohon berayun kesana kemari juga suara lagu yang dinyanyikan sebagai penggiring keindahan tempat ini.


Aku dan Pangeran bermain lari-larian di kaki pantai itu. Aku berlari sangat cepat menerjang ombak yang mencoba membawaku. Ekspresi tawa-bahagia terpampang jelas di wajahku. Aku berlari tanpa memedulikan apa pun dan akan tetap menerjangnya.


Hingga lariku yang cepat itu berhasil ditangkap oleh Pangeran. Ia menangkapku dan memelukku dari belakang. Aku memegang tangannya yang melingkar di pinggangku.


" Aku berhasil menangkapmu, Cil!!, "


Katanya membisikkan pada telingaku.


Suara berat Pangeran terdengar dengan jelas. Memberikan demage yang besar pada hatiku. Kemudian aku tersenyum dan berbalik badan memandangnya.


" Oh, ya??!!, "


Tanyaku padanya dengan wajah merendahkan.


Aku pun kembali berlari dengan sangat kencang, sayangnya aku tak memedulikan ombak besar yang datang padaku. Hingga badanku tertarik ke belakang, tarikannya sangat kuat hingga tubuhku berhasil tertarik.


Pangeran memegangi kuat tanganku dan mencoba mengalahkan tarikan ombat itu. Tarikannya pun berhasil membuatku memeluknya.


Kami sangat dekat hingga suara detak jantung Pangeran dapat dengan jelas aku dengar. Suaranya bersahut-sahutan dengan suara detak jantungku. Tatapan kami saling bertemu. Hingga kami pun sadar dan memilih untuk lepas dari pelukan itu.


" Huh!! Jantung gw!!, "


Batin Pangeran yang sedang salting, mabuk kepayang.


" Eemmm, kita jajan es kelapa yok!! Aku haus!!, "


Kataku agar suasana tidak canggung.

__ADS_1


Kami pun berjalan meninggalkan kaki pantai dan menuju pedagang yang menjual es kelapa. Kami meminumnya sampai habis tanpa sebuah percakapan. Rasa es kelapa muda ini manis dan pokoknya enak!! Sudah lama aku merindukan minuman ini.


Setelah habis kami pun memilih mencari kedua orang teman kami. Setelah lama mencari akhirnya kami menemukan mereka di sebuah kolam renang di hotel dekat pantai.


" Weh, disini kalian!! Capek kami cari!!, "


Keluhku setelah menemukan dua orang itu.


Lelah mencari taunya mereka sedang mengapung berbaring pada sebuah ban. Kacamata mereka dikenakan dengan sebuah gelas berisi jus mangga di tangan mereka.


" Huh!! Menyebalkan!!, "


Keluhku lagi setelah melihat keduanya justru menyombongkan kesantaian mereka. Aku pun memilih duduk di sisi kolam dengan kakiku yang memainkan air kolam air.


Pangeran membelikan minuman untukku, dari kejauhan aku bisa melihat dirinya dengan seorang wanita.


Wanita itu dengan manja, menggoda Pangeran dan merangkul lengannya. Okay. Aku mulai badmood. Aku berjalan menghampiri mereka.


Ehmm


Suara dehemanku yang membuat Pangeran notice.


" Nih, cil!! Udah gw beliin!!, "


Kata Pangeran sambil menyodorkan minumannya untukku.


Aku pun sudah siap akan mengambil minuman itu.


Wanita itu dengan mudahnya meminum minumanku.


" Weh asem!!, "


Umpatku pada wanita itu dengan kesal.


Wanita itu tersenyum kemudian memeluk Pangeran.


" Weh!! Lo sapa sih??!! Minggir gak??!! Jijik gw!!, "


Kata Pangeran sambil menggerakkan lengannya agar wanita itu menyingkir.


Putri yang melihat itu langsung meninggalkan mereka dengan kesal. Pangeran yang sadar Putri cemburu kemudian menyiram wanita itu dengan sisa minuman.


" Wanita sialan!!, "


Umpatnya kemudian berlari mengejar Putri.


Windi yang sadar dengan kejadian itu, jiwa sesungguhnya mulai bangun. Ia memandang wanita itu dengan sinis. Tak lama tangannya langsung menyenggol wanita itu dan membuatnya terpental dan jatuh ke kolam renang.


" Kerja bagus!! Lanjutkan!!, "


Kata Andrean sambil menyerupur minumannya.


****


" Put, tadi tuh gw gak kenal wanita itu!! Sumpah!!, "


Kata Pangeran sambil memegang tangan Putri.


" Oh ya??, "


Tanya Putri menatap sinis pemuda di depannya itu.


" Beneran!! Sumpah!!, "


Kata Pangeran kali ini dengan nada sedikit berat dan mata yang sedikit berkaca-kaca.


Prank....


Suara hati kecil Putri yang hancur. Dirinya tahu Pangeran tak akan berselingkuh dan memainkannya saja. Melihat raut wajah Pangeran membuat hati Putri tertusuk seribu panah.


" Hmm, ya udah deh. "


Jawab Putri sambil memeluk Pangeran.


Pangeran masih loading dengan Putri yang memeluknya kemudian setelah sadar ia pub mulai salting tak karuan.


****


" Kasian ya jodoh gw, dibaperin sana-sini taunya gw masih rebahan. "


Kata Rambo sambil memeluk tiang di depannya.


" Nape lo??, "


Tanya Bi Ijah yang datang dari arah belakang.


" Ini, nyak!! Nunggu jodoh dateng!!, "


Jawab Rambo dengan muka masam.


" Yeee, daripada nunggu sono lo cari!!, "


Timpah Bi Ijah kemudian meninggalkan anaknya itu.

__ADS_1


.........(End).........


__ADS_2