
Hari ini adalah hari dimana Miya lulus sekolah SMA.Miya ya Dia seorang gadis remaja yang memiliki IQ si atas rata-rata,selain itu Miya juga gadis tercantik di sekolahannya,bisa di bilang primadonanya.
"Yeaayyyy!akhirnya kita lulus Mi"sambil joget-joget kegirangan,ya dia adalah sahabat terbaik Miya.
Siapa lagi kalau bukan si Dita yang super koyol abis.
"Isssshhh,sudah Dit gk perlu pake joget-joget segala kaallii ! Malu tau"ucap Miya sambil memegang lengan Dita supaya mau diam.
"Biarin aja keles,gue kan saking senengnya"kata Dita sambil mesam mesem
"Yeee,gue juga seneng tau..tapi gk harus gitu juga kalllii"seloroh Miya.
"Hey..lo kenapa sih Dit?habis joget-joget sekarang mesam mesem persis orang stres gitu?"tanya Miya ke Dita
"Lo lihat itu"kara Dita sambil menujuk seseorang
"Apaan sih?"sahut Miya sambil mengikuti arah yang di tunjuk Dita
"Ganteng banget,lo lihat dech,itu siapa ya?"kata Dita sambil menggigit jari-jarinya.
"Mana gue tau,kayak nya itu orang luar dech bukan siswa sini,lo lihat aja baju nya kan gk pake seragam"celoteh Miya.
"Iya juga ya,tapi dia mau ngapain ya kesini"tanya Dita lagi.
"Yeee..mana gue tau"sambil mengangkat kedua bahunya."lo samperin giihh,sekalian tanyain mau apa dia"lanjut Miya.
"Apaan sih Mi..kan gue cuma tanya,ngapain juga gue nyamperin dia"kata Dita dengan nada kesal.
__ADS_1
"Siapa tau lo penasaran,hehehe"ungkap Miya sambil tertawa & berlalu pergi meninggalkan Dita yang masih berdiam diri.
"Penasaran sih,tapi ogah ah kalau harus nyamperin..gengsi dong"kata Dita yang hendak memegang pundak Miya.
"Ehhh,kemana tu bocah"Dita celingukan.
"Miiiii ! Tunggu gueee !!"Dita pun berlari mengejar Miya.
"Main tinggal-tinggal aja lo Mi"saat Dita sudh berada di samping Miya sambil mengatur nafasnya.
"Males gue nungguin lo,cuma mau lihat cowok doang aja..gue mau pulang,lo pulang kagak"tanya Miya
"Cepet amat pulang Mi ?ntar dong...bentar lagi"rengek Dita
"Gue masih ada urusan Dita sayang,kalau lo mau pulang ntaran ya gk papa..gue jalan dulu ya"karna Miya adalah anak orang tak mampu,jadi dia harus segera pulang untuk membantu ibunya berjualan.
"Ok gue duluan ya"Miya lantas meninggalkan Dita sambil melambaikan tangannya.
Dita masih berdiri ditempat yang sama,dia memperhatikan pria tampan tanpa ingin menghampirinya.Bahkan siswi-siswi yang lain pun tak kalah seperti Dita memperhatikan seorang pria luar yang baru masuk kesekolahan mereka.Bahkan ada yang berani menggodanya,"Hay ganteng"goda siswi ketika pria itu mendekat.Tapi pria itu tetap melangkah tanpa membalas siswi tersebut.
"Ganteng-ganteng kok sombong...lihat aja nanti gue pasti bisa mendapatkannya"ucap salah seorang siswi.Dia adalah Lilis siswi tercentik di sekolah itu.
"Percaya diri amat lo Lis...gue gk yakin dengan ucapan Lo"sahut temannya.Endah teman satu genk Lilis
"Gue juga gk yakin Lis..ya kn Dah"imbuh Ika yang juga teman Lilis & Endah.
"Lihat aja tanggal mainnya...lo berdua pasti akan iri ma gue"jawab Lilis sambil terseyum.
__ADS_1
"Trusss...Gerry mau Lo tarok mana Lis"tanya Endah & Ika bersamaan.
"Itu urusan gampang...yukkk gaes kita jalan-jalan ngerayain kelulusan kita"ajak Lilis ke kedua temannya.
"Hayyuuukkk"jawav Endah & Ika.
Sementara itu...
Seorang Pria tampan sedang berjalan menuju ruang kepala sekolah.sesampainya diruangan yang dituju.
"Selamat datang tuan muda..mari silahkan "sambut sang kepala sekolah & mempersilahkan Rio duduk.
"Terimakasih pak Simon "balas Rio.
"Apa sudah ada yang saya minta pak?" Tanya Rio dengan ekspresi dinginnya.
"Oh...sudah tuan..ini yang tuan muda minta"kata pak Simon yang meberikan sebuah amplop berkas kepada Rio.
Rio lantas membuka & membaca dengan seksama berkas yang ada ditangannya tanpa melewatkan satu pun.Rio sangat senang dengan apa yang baru dia baca,tapi bukan Rio kalau samapai memperlihatkan rasa senangnya.Rio pemuda yang sangat dingin,dia tak akan suka kalau orang lain sampai melihat dia dengan ekspresi senang.Rio lebih suka kalau orang lain hanya tau kalau dia adalah orang yang sangat dingin & tegas.
"Ok...ini saya bawa..terimakasih"ucap Rio dengan wajah datarnya.
"Sama-sama tuan muda..senang bisa membantu anda"kata pak simon.
"Kalau begitu saya permisi pak..nanti akan saya transfer ke rekening bapak"pamit Rio,ya Rio mendapatkan berkas itu dengan memberi imbalan kepada kepala sekolah,meskipun pak Simon (kepala sekolah) tidak mengaharapkannya dia ikhlas membatu.Karena Rio adalah orang yang banyak menanamkan saham ke sekolah itu.
"Silahkan tuan,mari saya antar"pak simon pun mengantar Rio sampai ke depan pintu.
__ADS_1