Cinta Sebuah Impian

Cinta Sebuah Impian
Eps 6


__ADS_3

Sesampainya dikamar Rio,Miya langsung masuk karena pintu kamar Rio tidak di tutup.Rio menunggu dengan senyum-senyum gk jelas.


"Ini tuan jus & cemilannya"


"Ada apa dengan tuan muda,seperti orang **** senyum-senyum sendiri,gk jelas banget sih"gumam Miya dalam hatinya.


"Taruh saja di meja balkon,sebentar lagi aku kesana"ya Rio senyum-senyum tadi karena melihat nomor Miya yang disave dengan nama AP Home.Lalu dia mengganti dengan nama My Princess.


Miya mengikuti instruksi Rio & menarus isi nampan yang ia bawa ke meja yang berada di balkon.Saat hendak berbalik hampir saja dia bertabrakan dengan Rio.


"Maaf tuan saya gk sengaja"ucap Miya sedikit canggung.


"Hemmm...kau mau kemana...sini temani aku bersantai...kau belum aku izinkan keluar dari sini"ajak Rio sembari duduk.


"Ckkk...kenapa harus minta di temani sih"umpat Miya dalam gumamnya


"Kau mengatakan sesuatu"tanya Rio heran karena Miya tak juga duduk.

__ADS_1


"Ti..ti..tidak ada tuan...saya akan menemani tuan"Miya tampak gugup takut kalau-kalau tuannya mendengar umpatannya.Dia labgsung dengan cepat duduk di kursi tepat di depan Rio duduk.


Rio menikmati jus & cemilan keripik yang dibawa Miya sambil memainkan hp nya,tanpa Miya tau ternyata Rio mencuri kesempatam untuk mengambil potret Miya.


Miya menemani dengan wajah tertunduk,sesekali dia mencuri pandang ke arah Rio.


"Tuan muda sebenarnya tampan,tapi sayang ada kurang-kurangnya,hey...gue baru ingat bukan kah dia pria yang datang tadi pagi di sekolahan?"Miya mengingatnya,tadi pagi dia melihat Rio di sekolahnya.Tak diduga kalau sekarang dia bekerja untuknya.


"Apa yang sedang kau fikirkan"tanya Rio,sebab dia melihat Miya seolah sedang melamun.


"Ok...karna aku sudah selesai kau bawa ini keluar & kau boleh menelpon ibumu"


"Baik tuan,terimakasih"Miya membereskan gelas & toples untuk dia bawa keluar.


Setelah menaruhnya di dapur Miya bergegas kekamarnya,segera dia mengambil hp nya.


"Tuuuttt"

__ADS_1


"Halo Mi"jawab ibunya dari seberang.


"Halo bu...maaf bu Miya baru mengabari ibu...hampir saja Miya lupa tadi"


"Gk papa Mi ibu ngerti...gimana Mi betah kan kamu disitu"ibu Miya memastikan


"Mudah-mudahan betah bu...baru sehari Miya disini...tadi tuan Rio juga pulang sore bu...ibu baik-baik ya bu...Miya akan datang menjenguk ibu 1 bulan lagi"


"Ibu baik Mi...iya ibu paham Mi...ya sudah ibu tutup telponnya ya Mi...ibu udah seneng dengar suara kamu...kamu disitu kerja yang baik ya nak...jangan buat ulah"pesan ibu Miya.


"Iya bu...ibu istirahat lah bu...besok Miya telpon lagi"


Miya mengakhiri telponnya & merasa lega karna sudah memberi kabar ibunya.Miya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Semoga aja gue betah...mau cari kerja kemana lagi dengan gaji gede...rasanya gk mungkin...dengan gaji ini nanti gue bisa lanjutin kuliah"gumam Miya sambil menutup matanya


Malam telah beranjak,Bik Iyem datang kekamar mereka berdua memberi tau makan malam tlah siap.Di meja makan mereka hanya diam menikmati makan malam yang telah disiap kan Bik Iyem tanpa bersuara sedikit pun.Sampai mereka kembali kekamar Masing-masing tak ada tegur sapa dari keduanya.Karna Rio sudah senang hanya dengan kehadiran Miya,ya...hanya itu yang dia inginkan tetap bersama Miya.Pekerjaan yang diberikan pada Miya hanya sebuah alasan agar tak berjauhan.Rio takut kalau harus kehilangan Miya,tapi dia juga masih enggan mengutarakan isi hatinya,Baginya untuk semetara ini cukup mereka bersama sydah membuat Rio tenang.

__ADS_1


__ADS_2