Cinta Sebuah Impian

Cinta Sebuah Impian
Eps 5


__ADS_3

"Sini ikuti aku"ajak Rio untuk menuju ruang ganti khusus.Miya mengikuti dari belakang sambil menundukan wajahnya karena malu,sebab tuan muda masih mengenakan handuk saja.


Rio menuju ke salah satu sudut kamarnya berhenti secara tiba-tiba.Miya yang berjalan tertunduk tak menyadari kalau tuan muda sudah berhenti tepat didepanya,


"Bruuuukk" Miya tanpa sengaja menubruk punggung Rio


"Aawww"Miya memegang jidat nya yang terpentok.


"Hey...kau jalan pake mata atau tidak hemmm!bisa-bisanya sampai menubruk ku!"hardik Rio.


"Ehh..maaf tuan..tadiiii...anuuuu...emmm saya"kalimat Miya terbata-bata masih dengan wajah tertunduk.


"Ahhh...sudah lah...masuklah & ambilkan pakaian gantiku"suruh Rio.


Miya masuk & mencarikan pakaian Rio,dia memilihkan kaos putih dengan bawahan celana trening rumahan.Menurutnya itu sangat cocok untuk Rio bersantai di rumah.


Tanpa disadari Miya Rio sudah ada dibelakangnya.


"Lumayan pilihan mu,tak terlalu buruk"kata Rio pelan,tapi mengaketkan Miya.Miya pikir Rio masih diluar & tidak ikut masuk.


"Aaaaaaww"teriak Miya kaget.


"Tu...tu..tuan..kapan tuan masuk...hampir saja copot jatung saya"tanya Miya dengan memegang dadanya,jatyngnya berpacu cepat karena kaget.


"Kau tidak tau kalau aku ikut masuk?"tanya Rio seolah dia juga tak tau.


"Makanya kalau kerja jangan melamun,atau kau sedang melamunkan ku hemmm"seyuman Rio mengembang diwajahnya,baru kali ini Rio terseyym didepan orang.


"Ahh...tidak tuan..saya hanya fokus mencarikan pakaian tuan","siapa juga yang melamunkan dia...anda terlalu percaya diri tuan"umpat mia dalam hati.


"Ok...sekarang keluarlah aku mau ganti ...atau kau mau memakaikan pakaian ku...hemmm"Rio mulai menggoda


Blusshhh...Warna pipi Miya berubah.


"Ti..ti..tidak tuan,saya akan keluar"bantah Miya,Miya segera berlari keluar karena malu dengan kata-kata tuannya barusan.

__ADS_1


Rio tertawa menang,sambil mengganti baju nya Rio tetap tertawa.Dia merasa senang bisa menggoda Miya,tampak jelas dimatanya perubahan pipi Miya yang merona.


"Kau gadis istimewa Miya,kau berbeda dari gadis-gadis diluaran sana yang sering menggodaku..hahaha"kekeh Rio sambil keluar dari ruang pakaiannya.


Miya sudah berada di balik pintu kamarnya,Dia mengumpat kejaduan tadi.


"Apa yang dipikirkan tuan muda?Dia pikir gue wanita murahan apa...sampai mau menggatikan pakaiannya...dasar tuan muda ****"umpat Miya sambil menendang pintu karna kesal.


Dikamar Rio,setelah selesai berpakaian Rio hendak menghubungi assisten pribadinya itu.Dia mengambil hp yang Ia letakkan di tas nakas.Mulai mencari nomor,tapi Rio lupa kalau sebenarnya dia belum meminta nomor hp Miya.


"Aiihhh...aku kan belum meminta nomornya...kenapa aku bisa lupa begini"umpat Rio pada dirinya sendiri.


Rio keluar kamarnya & menuju kamar Miya yang terletak di samping kamarnya.


"Tok...tok...tok..."


Miya beranjak dari tempat tidurnya,dengan langkah malas Miya nembukakan pintu.


"Kkreeekkk"


Tanpa menjawab Rio dengan seenaknya nylonong masuk ke kamar Miya.


"Hey tuan...kenapa tuan masuk kekamar saya"Miya terheran dengan sikap tuannya.


"Kenapa memangnya...heemmm?kau pasti sudah berpikir yang macam-macam bukan?"jawab Rio sekenanya.


"Siapa juga yang berpikir aneh-aneh,tuan memang sulit ditebak,ya Allah kuat kan lah hambamu ini"gumam Miya dengan wajah yang sudah ditekuk.


"Kenapa dengan wajah mu itu?"tanya Rio tanpa bersalah.


"Tidak ada tuan"Miya mencoba tersenyum ketika menjawab pertanyaan Rio,senyum yang terpaksa.


"Ini..."Rio memberikan hp nya ke Miya.


"Apa ini tuan...tuan tidak perlu repot-repot meberikan saya hp...saya sudah punya..Ini hp saya"jawab Miya sambil menujukan hpnya.

__ADS_1


"Siapa juga yang mau memberikan mu hp...ini hp ku...ambil & simpankan nomor mu itu"Rio menjawab datar.


Miya mengambil hp Rio,dia memasukan nomornya & memberi nama AP Home.


"Ini tuan nomor saya"Miya mengembalikan ho Rio & menunjukan pada Rio nomornya yang telah tersave.


"Hemmm"Rio menerima hp nya.


"Bawakan aku jus jeruk & cemilan di bawah...mita sama bik Iyem...ingat!jangan lama!"perintah Rio dengan mengerlinhkan matanya & berlalu keluar menuju kamarnya.


"B..b..baik tuan"jawab Miya gugup.


"Dasar Bos ****,beraninya bermain mata...dasar ganjen"umpat Miya setelah Rio hilang dari pandangannya.


Mia bergegas turun untuk mengambil jus jeruk & cemilan untuk Rio,sesampainya di bawah Miya melihat bik Iyem masih berada di dapur menyiapkan makan malam.


"Bik...tuan muda meminta jus jeruk & cemilan"pinta Miya kepada Bik Iyem.


"Tumben jam segini den Rio mau ngemil non...biasanya den Rio ngemilnya selalu di kantor? "tanya Bik Iyem heran.


"Ntah lah bik...bibik siapkan saja biar Miya bantu"jawab Miya.


"Non Miya duduk saja...biar bibik yang membuat...cemilan sudah ada kok non...soalnya den Rio selalu minta ke bibik agar membuat cemilan buat di simpan"beritahu bik Iyem sembari membuat jus.


"Baik lah bik"Miya lalu duduk di meja makan menunggu semuanya siap.


5 menit kemudian Bik Iyem telah selesai menyiapkan jus & cemilan Rio.


"Ini non jus & cemilannya"bik Iyem meberikan nampan berisi jus & cemilan keripik pada Miya.


"Makasih bik...saya bawa keatas dulu ya bik"undur Miya.


"Iya non segera bawa keatas...jangan sampai den Rio menunggu lama"bik Iyem mengingatkan.


Miya berjalan menuju ke atas ke kamar Rio.Dia berjalan dengan tergesa-gesa agar tuannya tidak marah.

__ADS_1


Maafkan Author ya yang masih pemula membuat Novel..Author mengaharap saranya agar bisa membuat Novel lebih bagus lagi...jangan pelit like ya...😘😘😘


__ADS_2