Cinta Sebuah Impian

Cinta Sebuah Impian
Eps 4


__ADS_3

Jam telah menujukan pukul 17:00 waktu setempat.Rio sudah bersiap-siap ingin segera pulang.Biasanya dia pulang malam tapi tidak hari ini,Rio sudah tak sabar untuk pulang karena dia ingin sekali melihat Miya secara langsung.


Ketika keluar dari ruangan Rio bertemu Edo.Edo tak menyangka kalau Bos nya akan pulang secepat ini.


"Tuan muda mu kemana?"tanya Edo memastikan.


"Mau pulanglah...kamu pikir aku mau kemana heh"jawab Rio datar.


"Tidak tuan..silahkan kalau tuan muda mau pulang...apa perlu saya antar?"Edo menawarkan.


"No...hari ini aku mau pulang sendiri...kau tak perlu mengantar ku...kalau pekerjaanmu sudah selesai pulanglah"jawab Rio sambil berlalu keluar kantor LRK Group.


"Tumben-tumbenan tuan muda pulang sesore ini...biasanya juga pulang malam terus...apa tuan ingin segera menemui nona Miya?ahh...sudahlah yang penting tuan muda bisa berubah & bahagia"gumam Edo.


Diperjalanan Rio mengumpat dalam mobil.


"Hiiisttt...sial ! Sekalinya mau pulang cepat jalanan macet begini...huuhhh"Rio mengusap kasar wajahnya.Dia tak sabar ingin segera sampai kerumah.Padahal biasanya hanya butuh waktu 25 menit saja untul sampai ke mansion,tapi karena jalanan yang macet Rio baru sampai mansiom setelah 1 jam.


Brruummmm....


Suara mobil Rio yang baru sampai rumah.Bik Iyem pun lantas perginke kamar Miya untuk memberi tau Miya kalau tuan muda sydah datang.


Tok..tok..tok..


Miya membuka pintu kamarnya "iya bik...kenapa?" Tanya Miya


"Itu non...tuan muda sudah pulang...segera non Miya turun,jangan sampai tuan muda marah"bik Iyem memberitahu.

__ADS_1


"Baik bik...terimakasih sudah memberi tau Miya...ayok bik kita turun"ajak Miya.


Miya sampai dubawah bersamaan Rio yang baru masuk.Segera Miya menghampiri & meminta tas yang di bawa Rio.Rio hanya bisa terpana melihat kecantikan Miya dari dekat."sangat cantik wanitaku ini"gumam Rio dalam hati tapi matanya tak berkedip menatap Miya.


"Eheem...ehemm"Miya berdehem membuyarkan Rio.


"Selamat malam tuan,perkenalkan saya Miya" Miya mengulurkan tangan & memperkenalkan diri.


"Iya aku sudah tau...& kau sudah tau siapa aku kan?"jawab Rio tanpa mau membalas uluran tangan Miya.


"Huhh...sombong kali sih dia"gerutu Miya dalam hati.


"Ehhh...iya tuan saya sudah tau"jawab Miya cengengesan untuk menybunyikan kekesalannya.


"Ok...ikuti aku sekarang"perintah Rio sambil berlalu menuju kamarnya.


Sementara Rio yangbaru sampai tangga sadar kalau Miya belum juga beranjak mengikutinya.


"Heehhhh! Kamu mau diam terus di situ atau mau mengikuti ku hemmm!" Bentak Rio membuyarkan lamunan Miya.


"Iii..iya tuan saya segera datang"jawb Miya dengan gugup karna bentakan Rio.Miya lalu berlari mengikuti Rio.


Sesampainya di kamar,Rio lalu menyuruh Miya menyiapkan keperluannya.


"Saya mau mandi...siapkan air di bathtub jangan lupa masukan sabun aromatheraphy nya...setelah itu siapkan baju ganti"perintah Rio.


"Baik tuan"Miya lalu pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar Rio.Miya lalu mengisi bathtub dengan air dingin & memasukan sabun aromatheraphy yang ada di rak sabun.

__ADS_1


"Sudah siap tuan" Miya memberi tau.


"Siapkan baju ganti segera"perintah Rio lagi & berlalu masuk ke kamar mandi.


"Baik tuan"hanya kata itu yang keluar dari mulut Miya.


Miya lantas mecari lemari di dalam kamar Rio,tapi sudah lama dia memeriksa tak juga menemukan lemari.


"Haiiissst...mana lemarinya...katanya suruh nyiapin baju,tapi lemarinya gk ada...apa dia ngerjai gue kali ya..."runtuk Miya kesal.


Tak lama Rio keluar dari kamar mandi dengan basan segar & hanya melilitkan handuk untuk menutupi bagian pinggang kebawah.


"Haaaaaaaaa!"teriak Miya sambil menutup mata dengan kedua tangannya.


"Heeyyy...bisa gk jangan teriak..telingaku sampai sakit mendengarnya"bentak Rio sambil mengkorek-korek telinganya akibat teriakan Miya.


"Maaf tuan...tuan juga sih..kenapa keluar hanya memakai handuk saja"jawab Miya yang sudah berbalik memunggungi Rio.


"Hey...ini kan kamar ku suka-suka dong mau gimana"jawab Rio tanpa merasah bersalah.


"Mana pakaian ganti ku"tanya Rio kemudian.


"Anuu...tuan...emmmm"jawab Miya malu.


"Anu...anu..kenapa! Mana pakaian ku?"tanya Rio lagi.


"Anuu tuan...saya tidak tau dimana letak lemari pakaian tuan"ucap Miya akhirnya memberanikan diri.

__ADS_1


Rio menepuk jidat nya,karna dia lupa memberi tau diamana letak pakaiannya.


__ADS_2