
Pagi ini Miya bangun awal karna harus menyiapkan segala keperluan Rio.Dari pakaian,mengisi bathtub,menemani sarapan & mengantar Rio sampai ke mobilnya untuk berangkat kerja.Sudah mirip istrinya saja si Miya itu,Jangan baper ya guys..ini hanya imajinasi Author saja...hehehe.
Disaat bersamaan Rio sudah terbangun,Ia duduk di tepi kasur menunggu kedatangan Miya.Tak lama kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok....tok...tok..
Rio bergesas membukakan pintu, "Masuk lah,segera siapkan air mandi untuk ku" Perintah Rio.
"Baik tuan"Miya segera bergegas kekamar mandi.Ia mengisi bathtub dengan air hangat seraya menunggu air terisi Miya melihat-lihat kesekeliling kamar mandi.
"Kamar mandinya aja mewah banget,lebih besar dari kamar tidur gue dirumah ibu.Alangkah senangnya kalau bisa tinggal di sini selamanya...hihihi" Miya terkekeh sendiri membayangkan.
Setelah selesai mengisi bathtub,Miya pun keluar & menuju ruang pakaian milik Rio.Miya memilihkan pakaian kerja,jas,kaos kaki tak lupa menyiapkan sepatu.Kemudian Miya menuju dapur dimana Bik Iyem sedang merapikan meja makan.
"Selamat pagi Bik" sapa Miya ramah.
"Eh non Miya...pagi non..." Balas Bik Iyem dengan seyum menghias wajahnya.
"Bik...Miya mau nyiapin bekal tuan...Biasanya tuan membawanya atau ada yang mengantar bik" Miya bertanya.
"Kalau pagi den Rio bawa sendiri Non...yang di bawa hanya jus & makanan ringan...nah..kalau siang biasanya supir yang ngantar ke kantor untuk makan siang" terang bik Iyem.
__ADS_1
"Emmmm" Miya mengangguk mengerti
"Kalau begitu biar saya aja bik yang nyiapin" pinta Miya
"Boleh non...ini jusnya sudah bibik buat...tinggal masukan ke botol ini" sambil memberikan botol ******* anti tumpah
Miya mengambil botol & mengisinya dengan jus mangga & menyiapkan kripik kentang kedalam toples khusus.Setelah semua selesai Miya lantas duduk untuk menunggu Rio turun.Akhirnya Rio telah selesai berbenah diri,tampak tampan & sangat berwibawa.Ya aura itu tampak sekali terpancar apalagi pagi itu ada yang berbeda,yaitu seulas senyuman yang sekarang selalu mengembang di wajahnya.Rio menuruni tangga,Miya tampak terkagum akan penampilan Rio sampai tak sadar kalau Rio sudah berada disisinya.
"Hei...tak perlu begitu memandang ku...aku tau kalau aku tampan & juga menarik" kata Rio membanggakan diri.
"Hehehe"Miya hanya cengengesan malu,karna kedapatan menatap majikannya dengan cara begitu.
Mereka pun sarapan bersama,masih seperti kemarin malam tak ada kata keluar dari mulut mereka.Hanya suara sendok yang beradu dengan piring,sunyi.Setelah selesai Miya mengantar Rio sampai ke mobil tak lupa Miya membawa bekal Rio & memasukan kedalam mobil.
Miya beranjak masuk kedalam rah setelah mobil yang di tumpangi Rio menghilang dari pandangannya.Miya lalu menuju kamar Rio untuk memberekannya.Setelah selesai Miya turun & ingin keluar melihat-lihat keadaan halaman mansion.
"Wooooww....indah banget tamannya...sejuk lagi udaranya...seakan gue lagi gk berada di kota...tapi di desa yang asri" Miya kagum dengan keindahn taman yang da di belakang mansion.
Miya menuju bangku yang berada tepat di bawah pohon mangga yang sedang berbuah lebat.
"Wiiihhh...banyak banget buahnya...enak tu buat di rujak...andai ada si Dita udah kita embat tu mangga....Hehehehe" Tawa Miya teringat akan sahabatnya.Mereka selalu menyempatkan waktu untuk ngerujak,Miya & Dita sangat menyukai rujak.Makanya mereka selalu ngerujak 3 kali dalam seminggu.
__ADS_1
"Gue telpom aja dech...kangen gue ma tingkah koyol tu bocah"Miya lalu mendial nomor Dita.
"Tuuuuuttttt"
"Heyyyy....Mi apa kabar lo...kenapa lo menghilang sejak kelulusan waktu itu...gue sempet kerumah lo...tapi kata tante lo kerja" Cerocos Dita setelah menjawab panggilan telpon Miya.
"Berisik tau...tanya tu satu-satu napa...nyerocos aja tu bibir kayak gk ada remnya" sungut Miya.
"Hehehe...abis gue kangen banget tau" kekeh Dita
Mereka berbicara panjang lebar saling melepas rindu,Ya mereka adalah sahabat karib bahkan bisa dibilang seperti saudara kndung.Walau kenyataannya mereka beda oramg tua.Miya menceritakan semua pada Dita kenapa ia dengan cepat mendapat pekeejaan.
"Ok dech...gue do'ain semoga lo betah...baik-baik disana ya Mi...gue bakal kangen banget ma lo" ucap Dita
"Thanks ya Dit...lo dah jadi sahabat baik gue...gue juga bakal kangen ma lo"Balas Miya sedih
"Dah lah...kita kan bisa ketemu kalau lo pulang"Kata Dita menenangkan
"Iya dech...udah dulu ya Dit..gk enak telpon lama-lama...gue harus masuk"Miya lalu mengakhiri telponnya,lantas Ia masuk kedalam rumah.
Maaf ya guys lama up nya...lagi sibuk banget akhir² ini...semoga suka dengam cerita yang Author buat🙏😍😍
__ADS_1