
Rio sudah sampai di kantor,Ia turun dengan senyuman yang sangat manis.Ketika memasuki gedung kantornya banyak mata menuju padanya.Para karyawan sangat terheran-heran,pasalnya mereka tak pernah melihat Bos nya sebahagia itu.
"Eh...liat tu si bos...beda banget ya...dari kemarin kayaknya bahagia banget"bisik salah satu pegawai.
"Iya tu...tapi gue lebih suk lihat sibos seperti itu...jadi tambah tampan dech"kata pegawai lain yang sangat terpesona dengan ketampanan Rio.
Rio berjalan melewati pegawainya,secara bersamaan para karyawan menyapa Rio.
"Pagi pak"sapa mereka
"Pagi semua"jawab Rio ramah
Setelah membalas sapaan pegawainya Rio berjalan menuju lift khusus untuknya.
"Tiingg"pintu lift terbuka,Rio segera masuk & menuju lantai atas tempat ruangan kerjanya.
Sesampainya di dalam Rio duduk berasandar pada kursinya.Tampak Rio senyum-senyum kala mengingat wajah Miya.
"Kenapa aku merindukannya,padahal baru tadi pagi bertemu...ahh...aku memang sudah tak bisa jauh darinya"gumam Rio sembari menutup mata.
"Apa aku berterus terang saja ya"pikir Rio.
Tok...tok..tok..
Suara pintu yang diketuk membuyarkan lamunan Rio.
"Masuk"seru Rio
"Permisi tuan...hari ini kita ada meeting dengan tuan Jovi dari perusahaan MDEK" Edo masuk & memberi tau Rion kalau mereka akn ada Meeting penting.
"Jam berapa meeting dimulai"
"Jam 9 tuan...mereka dalam perjalanan kemari"
"Siapkam berkasnya...setelah mereka datang kabari aku"
"Baik tuan"Edo keluar mempersiapkan keperluan rapat hari ini.
__ADS_1
---------
"Apa jadwal ku setelah ini ? " Tanya Rio pada Edo ketika meeting telah usai.
"Hmmm...sepertinya tidak ada Tuan"jawab Edo setelah memeriksa jadwal Rio.
"Ok...aku akan pulang...kau urus lah pekerjaan yg masih ada..."
"Apa Tuan akan kembali lagi ?" Tanya Edo memastikan.
"Sepertinya tidak.Aku pulang dulu...jangan lupa susun jadwal ku buat besok".Rio lalu pergi meninggalkan kantor untuk pulang.Dia sangat ingin segera berjumpa dengan Miya.
Didalam mobil Rio tersenyum mengingat kalau Dia sudah memdapatkan Miya.Walau harus dengan cara seperti ini,setidaknya Dia sudah memiliki Miya meski belim sepenuhnya.
DiRumah Rio
Miya sedang memberkan kamar Rio,karna ini juga salah satu pekerjaan yang harud Dia kerjakan (menurutnya).
"Huuuffftt...siap juga...aku harus mandi...badan ku terasa lengket"
Tokk...tokk...tokk
Miya berjalan membuka pintu."Iya Bik ada apa?" Tanya Miya
"Ini Non...anu...Tuan muda sudah pulang"
"Kenapa Dia pulng secepat ini Bik...apa Tuan muda sakit?" Tanya Miya heran.
"Sepertinya tidak Non...Tuan sedang menunggu Non Miya di bawah"ujar Bik Iyem memberi tau.
"Baik Bik aku akan turun"Miya pun turun bersama Bik Iyem.
"Maaf Tuan...saya tidak tau kalau Tuan sudah pulang"Sesampai nya di ruang tamu,dimana Rio sedang duduk dengan santai nya.
"Hmm"Jawab Rio datar.
"Hmm...cuma itu jawabannya...desar pria datar"keluh Miya dalam hati.
__ADS_1
"Emmm...Tuan mau saya siapkan makan siang atau..."tanya Miya menggantung ketika Rio mengankat tangan nya.
"Kau bersiap lah...kita makan di luar...Aku akan mandi dulu"Kata Rio sambil berlalu menuju tangga.
"Eh...tapi tuan"jawab Miya ragu.
"Kau lupa isi surat kontrak kerja mu...atau aku harus mengingatkan kembali"tanya Rio dengan tatapan tajam.
"Tidak tuan...saya masih ingat"
"Kalau kau ingat lekas bersiap...aku tak suka dibantah"Rio meninggalkan Miya yang masih beranjak dari tempatnya berdiri.
"Baru hari pertama sudah dapat bentakan...apakah aku sanggup menjalani ini"keluh Miya.
"Tapi aku harus kuat...demi Ibu"Kata Miya menyemangati dirinya.
Miya berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
Rio keluar dengan dandanan rapi,Dia tampak lebih tampan & gagah dengan stelan kaos & juga celana jeans.
Miya yang baru sampai di depan mobil pun terpana akan ketampanan Rio.
"Apakah itu tuan Rio?huummm...gagah sekali Dia"batin Miya.
Rio yang mendapat tatapan dari Miya ganya tersenyum,"kenapa kau menatap ku seperti itu...aku tau aku sangat tampan...kau tak perlu memandangan ku terus...samapai keluar liur mu"kata Rio percaya diri.
"Ehhh...Emmm....maaf tuan" jawab Miya gugup & mengelap bibirnya,padahal tidak ada liurnya yang keluar.
"Ayo masuk...aku sudah sangat lapar"
"Heeyyy kau...aku buka. sopir mu...kenapa kau duduk di belakang!!"Bentak Rio saat Miya akan membuka pintu belakang.
"Maaf tuan..tapi saya tak pantas duduk di depan bersama tuan...karna saya hanya.."Belum sempat Miya selesai bicara Rio sudah memotong nya.
"Duduk lah di depan...aku tak suka di bantah...atau kau mau akunmemotong gaji mu"ancam Rio.
"Ja..jangan tuan...baik lah saya duduk di depan"Miya pun menuruti perintah Rio.Rio menjalankan mobilnya menuji Restaurant.
__ADS_1