Cinta Sebuah Impian

Cinta Sebuah Impian
Eps 9


__ADS_3

Di perjalanan tak ada sepatah kata keluar dari mulut mereka,Miya memandang keluar jendela dengan hati yang mengedumal.


"Hah...dasar orang kayah...main sesuka hati aja bikin peraturan...apa-apa ngancam...mau potong gaji segala...kalau gk demi Ibu udah gue cakar-cakar tu muka ma mulut,untung ganteng kalau kagak ogah gue jalan ma Bos ****"Miya mengumpat dalam hati.


Tak berapa lama mereka pun sampai,Miya jalan mengikuti langkah Rio.


"Hey...kenapa kau berjalan di belakang ku...kau bukan pengawal ku...berjalan lah di samping ku" kata Rio datar.


"Maaf Tuan...saya tidak berani berjalan bersampingan dengan anda...saya tau diri tuan...biar saya di belakang tuan saja"


"Kau mau melawan ku!!Sini.."Bentak Rio,Dia memegang tangan Miya untuk berjalan di samping nya.


"Tu...tu...tuan"jawab Miya gugup.


"Diam lah...dan ikuti kata ku"


"Baik lah tuan"Miya akhirnya mengikuti apa mau Rio.


Mereka makan siang berdua,ini adalah hal yang paling Rio suka.Berduaan dengan Miya.Anggap saja ini adalah ngedate pertama mereka.Mereka pun pulang setelah merasa kenyang.Miya yang masih tak menyangka kalau dia harus bekerja dengan Bos yang **** setiap kata & kemauannya tak bisa di bantah.Rio bersikap begitu hanya untuk menutupi rasa senangnya karna dia tak mau kehilangan Miya.Dia sangat mencintai Miya tapi belum siap untuk berterus terang.


-------******-------


Tak terasa sudah 1 bulan Miya bekerja dengan Rio,semakin hari mereka semakin akrab bahkan sudah seperti sahabat bukan lagi antara Bos & assisten pribadi.Hari ini Miya berencana akan menjenguk Ibu nya karna sudah 1 bulan dia bekerja dan dalam perjanjian kontrak kerja Miya boleh menjeguk Ibu nya sebulan sekali.


Saat sedang dimeja makan Miya meminta izin pada Rio untuk mengunjungi Ibu nya.


"Emm..Tuan...apa boleh hari ini saya mengunjungi Ibu saya?"tanya Miya


"Hmmm...boleh...tapi kau tak boleh pergi sendiri...aku akan mengantar mu"jawab Rio yamg masih menikmati sarapan pagi nya.


"Ah...tidak apa-apa tuan...biar lah saya pergi sendiri...Tuan kan harus ke kantor...saya tak ingin merepotkan Tuan"tolak Miya.


"Kalau kau tidak mau aku tidak akan memberikan mu izin...lagian aku Bos nya...tak masalah kalau aku tidak datang"

__ADS_1


"Tapi tuan" protes Miya "Dalam surat kontrak kan saya boleh mengunjungi Ibu..& tidak ada peraturan kalau saya harus pergi dengan Tuan"jawab Miya mnegingatkan.


"Kau tinggal memilih...pergi bersama ku mengunjungi Ibu mu...atau tidak sama sekali"tegas Rio


"Apa-apaan ini...padahal aku ingin mengunjungi ibu sekaliam ingin bertemu Dita...aku rindu mereka...kalau tuan mengantarkan aku gk bisa ketemu Dita dong"keluh miya dalam hati.


"Bagaimana iya atau tidak"Tanya Rio.


"Baik lah...baik lah...anda menang Tuan...saya akan pergi bersama tuan"akhirnya


"Begitu lebih bagus...oh...ya satu lagi...aku tak mau kau berkata saya anda...terlihat formal...berkata aku kamu...lebih ebak di dengar"


"Ok Tuan Rio" Miya menghela nafas.


Setelah selesai sarapan mereka pun pergi ke rumah Ibu Miya.Rio menatap Miya yang tampak kesal karna haru pergi dengan nya.


"Ada apa dengan wajah mu"Rio membuka suara


"Tidak ada apa-apa di wajah ku"


"Siapa yang bilang kalau sesuatu...aku hanya bertanya ada apa dengan wajah mu...kau sangat jelek dengan rau mt wajah seperti itu...hahaha"ledek Rio.


"Biarin...wajah-wajah ku...kenapa tuan yang sibuk..."jawab Miya semakin kesal.


"Gue begini karna kau Tuan ****"runtuk Miya.


"Sudah lah...tak usah cemberut terus...kau harus nya bersyukur aku mau mengantar mu...tak semua orang bisa jalan dengan ku yang ganteng ini"kata Rio menyombongkan diri.


"Bersyukur apanya...gue lebih bersyukur kalau gue bisa pergi sendiri...pergi dengan mu gue gk bebas tau"gumam Miya.


"Kau mengatakan sesuatu"tanya Rio dia mendengar gumaman Miya.


"He...he...tidak ada Tuan..."jawab Miya kikuk."Bodoh nya kau Miya...bisa - bisanya meruntuki Bos...jelas dia dengar...kitabkan semobil...bahkan duduk berdampingan...huuhhh...mati lah aku"Miya meruntuki diri sendiri karna kebodohannya.

__ADS_1


"Anda benar Tuan saya seharus nya bersyukur karna anda mau mengatar saya" jawab Miya kemudian.


Tiba-tiba Rio mendadak menghentikan laju mobilnya.Lalu Dia menatap Miya.


Miya yang kaget karna Rio ngerem mendadak.


"Ada apa tuan...kenapa anda berhenti mendadak"tanya Miya bingung...Dia tak tau kenapa Rio harus berhenti secara mendadak.


Rio masih memandang ke arah Miya dengan tatapan tajam nya.


"Kenapa tuan memandangi saya"Miya heran.


"Kau pikun atau tuli Miya!!"Bentak Rio dengan menyebut nama Miya...padahal dalam 1 bulan ini Rio tak pernah memanggil nama nya.


"Apa...ada apa?"tanya Miya masih tak mengerti.


Rio mendekat kan wajah nya ke arah Miya.


"Tuannn...jauhkan wajah anda itu,kalau saya ada salah tuan cukup memberi tau saja...tak perlu begini"jawab miya bingung.


"Baik lah...aku akan mengingatkan mu kembali...AKU...TIDAK...MAU...MENDENGAR .....KATA SAYA ANDA LAGI DARI MULUT MU"Rio menekan kan kata-kata nya.


"Kalau kau masih menggunakan kata sata anda...maka aku akan menghukum mu"lanjut Rio.


"Ba...ba..baik..Tuan...maaf kan sa...aku tuan..."jawab Miya gemetar.


Rio membating tubuhnya bersandar di jok mobil.


"Ok....kali ini ku maafkan...tapi tidak untuk kedua kalinya...kau akan benar -benar aku hukum jika melanggarnya"


"I...iya tuan"


Rio menjalankan kembali mobil nya menuju Ruamah Miya.Tak ada satu patah kata pun yg keluar dari bibir mereka sampai ke tempat tujuan.

__ADS_1


__ADS_2