
"Flashback on"
Rio baru saja sampai di kantornya & langsung memasuki ruang kerja.Rio puas dengan apa yang di dapatkan tadi pagi di sekolahan.Ya...sekolahan dima dia menanamkan saham terbanyak yaitu 80% yang artinya sekolahan itu adalah miliknya.
"Akhirnya hari ini tiba juga...aku telah menunggu lama untuk ini semua...aku mendapatkan mu sayang"gumam Rio dalam hatinya sambil menggoyang-goyangkan kursi kebesaraanya dengan raut wajah yang bahagia.
Rio lantas mengambil hp nya yang berada si saku celananya,dia menekan salah satu nomor di hp itu.
"Tuuuuut"tanda panggilan tersambung
"Kemari cepat!ada tugas yang harus kau lakukan sekarang"
"Tut..tut"Rio mengakhiri panggilannya.
Tak lama kemudian seseorang datang mengetuk pintu ruangan Rio.
"Tok..tok..tok"
"Masuk"seru Rio karna dia tau siapa yang datang mengetuk pintu.Seorang pria masuk kedalam ruangan Rio berada.
"Ya tuan...ada tugas apa yang harus saya kerjakan?"tanya pria itu yang tak lain adalah assisten pribadi Rio di kantor.
"Kau datangi alamat ini,,bilang pada wanita di foto itu untuk bekerja pada ku sebagai assisten pribadiku"perintah Rio pada Edo
"Assisten pribadi tuan?Apa tuan hendak memecat saya?salah saya apa tuan?saya rasa saya tidak berbuat hal yang fatal sampai tuan memecat saya?"tanya Edo beruntun karena khawatir kalau-kalau akn di pecat oleh Rio.
"Kata siapa aku memecat mu...kau ini bodoh atau apa hemm!kau sudah bekerja pada ku berapa lama Hahh!kenapa kau bodoh sekali!"maki Rio geram dengan memijat tulang hidung nya.
"Lantas?"tanya Edo belum mengerti.
"Hiiiissstt...kau ini benar-benar bodoh..kenapa aku dulu menerima mu menjadi assisten pribadiku!tambah geram si Rio.
"Ok...aku menyuruh mu datang ke alamt itu untuk membawa wanita di foto itu untuk jadi assisten pribadiku di mansion...bukan di kantor...kau baca berkas-berkas itu & ini"Rio memberikan kertas berisi riwayat gadis yang dia maksud.
"Dia saja hanya lulusan SMA itupun baru hari ini dia lulus...mana mungkin akan menggantikan posisimu"Lanjut Rio menjelaskan.
Edo lalu membaca dengan teliti setiap lembar kertas yang di berikan Bos nya itu.
"Hehehe...saya kira tuan akan memecat saya"Edo pun tertawa karena dia sudah salah paham maksud Bosnya.
"Berhenti tertawa! Kau berangkat sekarang atau kau benar-benar ingin aku pecat!!"bentak Rio,dengan sekejap Edo pun berhenti tertawa.
__ADS_1
"Baik tuan..saya akan segera berangkat...oh ya tuan..apa dia hrus saya bawa hari ini atau-"belum sempat Edo menyelesaikam pertanyaannya,Rio sudah memotongnnya.
"Bawa dia hari ini juga...kalau kau sampai gagal...kupastikan gaji mu ku potong buln ini"ancam Rio.
"Aiiiisss...kenapa harus potong gaji segala tuan...Baik lah q akan berusaha untuk membawanya"ucap Edo lemas.
"Saya permisi tuan...saya akan berangkat"pamit Edo
"Hemmm...sana jangan kau kecewakan aku & satu lagi...katakan padanya untuk tidak membawa pakaian...bawa yang dia perlukan saja...karena aku sudah menyiapkan pakaiannya di mansion" lanjut Rio.
"Baik tuan...percayakan pada saya" Edo pun berlalu meninggalkan Rio di ruangannya.
Sepeninggalan Edo,fikiran Rio melayang ke masa dimana pertma kalinya Rio melihat Miya.Rio sempat tak percaya gadis yang dia lihat di halte waktu itu adalah gadis yang sering datang dalam setiap mimpinya.Rio lantas mencari tau tentang gadis itu yang tak lain adalah Miya,tanpa sepengetauan assistennya Rio mencari informasi sendiri.Padahal setiap kali Rio memerlukan informasi apapu dia selalu menyuruh Edo untuk mendapatkannya.Tapi tidak untuk yang satu ini,Rio tak ingin orang lain tau tetang semua ini.
"Flashback off"
----------##--------
Didalam mobil mewah itulah Miya & Edo berada.Miya duduk dibelakang sedangkan Edo duduk di belakang kemudi.Tak ada percakapan di antara keduanya.
Setelah menempuh perjalanan 1 jam,akhirnya mereka sampai di Mansio milik Rio.Edo turun terlebih dahulu,lalu membukakan pintu Miya.
"Silahkan turun non...kita sudah sampai"terang Edo yang membukakan pintu.
Miya sampai tak berkedip melihat rumah mewah didepanya.
"Woooww...bagus banget rumahnya...pasti yang punya orang paling kaya dech"batin Miya mengagumi rumah besar nan mewah itu.
"Mari nona kita masuk"ajak Edo
"Ahhh yaa...mari"sahut Miya kaget.
Mereka pun melangkah menuju rumah.
"Eh...den Edo sudah datang mari den...ini siapa den?"tanya seseorang wanita paruh baya itu setelah melihat Miya yang datang bersama Edo.
"Oh...dia Miya bik assisten pribadi tuan muda...Miya perkenalkan dia ini Bik Iyem Art di keluarga ini...beliau yang mengurus semua rumah ini"jelas Edo memperkenalkan Miya pada Bik Iyem
"Miya Bik"ucap Miya memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangannya.
"Bik Iyem non"sambut bik Iyem ramah.
__ADS_1
"Bik tuan muda sudah menelpon kan tadi"tanya Edo
"Oh...iya tadi den Rio sudah menelpon saya den...buat nyiapin kamar"jawab Bik Iyem.
"Kalau begitu antar non Miya kekamarnya bik,aku mau kembali ke kantor"pinta Edo.
"Baik den...mari non saya antar kekamar"ajak bik Iyem.
"Baik bik...terimakasih tuan..saya masuk dulu"ucap Miya pada Edo.
"Silahkan non"jawab Edo lalu keluar meninggalkan mansion.
Bik Iyem mengantar Miya ke kamarnya yang berada di lantai 2.Sesampainya di kamar.
"Mari non masuk...ini kamar non Miya...ini lemari bajunya non...semua baju yang nin butuhkan sudah ada disini"jelas bik Iyem.
"Iya bik makasih...besar banget bik kamarnya...kamar ku aj gk ada separonya bik"jawab Miya kagum.
"Hehehe..ya begini non kamar di sini...ruangannya besar-besar"ucap bik Iyem sambil tersenyum.
"Oh ya bik kamar sebelah itu kamar siapa bik"tanya Miya penasaran.
"Oh itu...itu kamar den Rio non...kata den Rio sengaja kamar non di kasih disini...biar kalau pas den Rio butuh non gk usah turun ke bawah"bik Iyem menjelaskan.
"Hemmm...oh ya bik satu lagi...apa tuan Rio tinggal disini sendiri?"
"Tadinya ya tidak non...den Rio itu tinggal ma orang tuannya...tapi sekarang orang tua den Rio menetap di negara B...sedang den Rio di beri kepercayaan sama tuan besar buat ngurus perusahaan di sini"bik Iyem mengungkapkan.
"Oh...begitu bik..bik iyem sudah berapa lama kerja disini?"tanya Miya lagi
"Sudah lama non...sejak den Rio masih kecil bibik sudah bekerja disini,Masih ada yang mau ditanyakan non...kalau tidak ada bibik mau turun lanjutin tugas bibik...nin istirahat aja...nanti kalau den Rio pulang bibik beri tau"tanya bik iyem
"Gk ada bik..maksih ya bik"jawab Miya.
"Sama-sama non...kalau butuh apa-apa panggil bibik saja non" bik iyem memberi tau.
"Baik bik"ucap Miya,Bik Iyem lalu keluar kamar.sedangkan Miya melihat-lihat isi kamar itu.kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur
"Hemmmm...nyaman nya"Miya menikmati waktu istirahatnya
Sedangkan di luar bik Iyem melanjutkan tugasnya."Semoga non Miya betah kerja disini"gumam bik Iyem.
__ADS_1
Bik Iyem hafal betuk sifat majikan mudanya itu.Rio orangnya super dingin & juga keras kepala.
Rio Hendarto Kusuma pria dengan tinggi badan 175cm & memiliki tubuh atletis(impian para gadis) .Usianya sudah 28 thn tapi sampai sekarang dia tak pernah memiliki kekasih.Anak tunggal dari pasangan Liatif Hendarto Kusuma & Julia Kusuma ini adalah pria yang sangat tampan,banyak wanita yang ingin jadi kekasihnya bahkan istrinya.Tapi tak satu pun dari mereka yang dapat memikat hatinya,hati & cintanya telah dia berikan untuk wanita dalam mimpinya.Ya wanita itu adalah Miya yang sekarang bekerja sebagai assisten pribadinya di rumah.