
"Dave apa yang kamu lakukan?"
"Kamu menghancurkan karyaku, ugh". Kekesalan rania memuncak saat dave mencoba merusak karya tulisan rania dengan meremas bukunya.
Mengerut dahi,"siapa suruh kamu menulis terus, kamu membuatku kesal. Aku sedang berbicara tapi kamu acuhkan aku".
Rania, gadis biasa dengan rambut sepundak berwarna pirang yang terlihat imut, sederhana namun pintar membuatnya di juluki sebagai ratu buku di kelasnya. Sayangnya dalam aspek kehidupan percintaan ia tidak seberuntung itu.
Dave, teman pertama rania sejak duduk di kelas 1 SMA, menarik banyak perhatian, terutama kaum perempuan, berponi dengan gaya ala korea. rambut belah tengah.
"Dave, apa kamu bisa mengerjakan bab 2 hal 38? Kalau tidak kamu bisa tanya sama aku saja ya dave". Menggoda dave.
Iihh..
menjijikan bukan.
"hai kaliaan....kemarilah", metha melambaikan tangan ke arah rania dan dave.
"Aku akan traktir kalian makan, pesan apapun yang kalian mau ya sembari menunggu roger dan mike". Mengedipkan satu mata yang lentik.
"aku akan pesan mie ayam goreng dengan..."
"Air mineral saja". Menunjukkan giginya yang putih dan gingsul tampak terlihat manis.
"ah dasar kamu bodoh rania, mumpung kita makan gratis harusnya kamu pesan air yang lebih mahal dari ini. Kalau gitu aku pesan mie ayam pangsit dan coca cola saja". Sombongnya dave.
Sambil menjitak dave, "kamu yang bodoh, aku selalu menjaga kesehatan, lihat saja nanti habis ini kamu akan merasakan sakit luar biasa dalam perutmu dave".
"tidak akan rania".
"akan"
"tidaaak"
"akaannnn"
"baiklah, terserah kamu saja. Mari kita taruhan jika kamu yakin akan baik-baik saja aku akan mengerjakan PRmu selama 7 hari". Sambil berjabat tangan.
"Tapi kalau aku benar kamu sakit perut, kamu harus traktir aku makan selama 7 hari, bagaimana?".
SEPAKAT
Metha hanya tersenyum sambil memainkan sedotan dalam gelasnya melihat tingkah mereka seperti tom and jerry.
"Kalian lucu sekali. Gemes deh". Mencubit-cubit pipi rania dan dave.
5 menit kemudian pesanan mereka tiba
"Waaaaaaaahhhhhhhhh"
"aku lapar"
"Aku juga rania". tiba-tiba roger menghampiri dan duduk di sebelahnya mengambil alih tempat duduk dave. Di susuli mike di sebelah metha.
"Eh makananku roger, kamu pesan saja sana sendiri ugh menyebalkan".
"baiklah".
Metha, gadis berparas cantik dan kaya, modis dengan gaya rambutnya yang panjang dengan ikal di ujungnya. Selebgram dan followersnya mencapai 5k. Banyak endorsan yang ia terima. Di mata kebanyakan siswa metha adalah siswi yang sempurna.
__ADS_1
roger, tidak kalah tampan dengan dave. Suka menggoda rania dengan tatapan yang lembut dan dalam terkadang membuat pipi rania memerah seperti udang rebus. cuma roger agak petakilan gitu.
Dan mike, sangat pendiam di antara yang lainnya. Hanya berbicara seperlunya saja dan tidak terlalu tertarik dengan adu bicara seperti rania dan dave. Mereka membentuk persahabatan sejak kelas 2 SMA
"mari makaaaannn...."
Satu tahun yang lalu
"Akan saya bagi tugas untuk minggu depan, carilah tim dengan kapasitas 5 orang, kerjakan pengamatannya dan lalukan presentasikan!!! Mengerti!!!".
"mengerti buu.." serentak
"haduh aku sama siapa ya, yang lain sudah memiliki tim", dalam hati rania.
"Eh, coba kudekati dia barangkali belum punya tim", menghampiri.
"Hai, aku rania, apa kamu sudah bergabung dengan tim yang lainnya? Kalau belum, mari bergabung denganku kita bentuk tim", ajak rania sambil mengulurkan tangan.
"oke"
"kamu belum menyebutkan namamu, siapa namamu?".
"Mike".
d**ingin sekali, sepertinya akan sulit membagiman tugas, dalam hati rania.
"Hai aku metha, belum punya tim nih, aku boleh gabung dengan kaliankah?"
"tentu saja"
"aku rania, tapi kita kurang 2 orang metha".
"Aku dave, eh rania kita sekelas lagi", merangkul.
"singkirkan tangan kotormu dave!!".
"Aku roger".
"jadi kita akan mengerjakan tugas ini dimana?".
"di rumahku saja", jawab metha.
"baiklah". Serempak.
Setiap tahun berganti siswa siswi di acak jadi mereka bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya.
dan dari sinilah persahabatan mereka terbentuk hingga menjelang kelas 3 walaupun di tahun terakhir mereka berpencar tidak sekelas lagi.
"waaaahhh besar sekali rumah metha", ujar rania takjub bak istana melihatnya.
"bibi, tolong buatkan minum dan sedikit cemilan buat teman-temanku ya, kalian duduk disana sajalah dulu aku mau ganti baju".
"baik non".
metha kau sempurna, cantik dan kaya pasti banyak laki-laki yang menyukainya. senangnya punya teman seperti ini. dalam hati rania
si mike ini sedari tadi diam saja. apa memang seperti itu orangnya ya?
dingin seperti es
beku seperti es
__ADS_1
tapi kalau di lihat-lihat tatapannya buat meleleh seperti es pula, ya es yang meleleh. rania sambil menatap mike
"hayo, kamu sedang apa lihat-lihat mike, jangan-jangan naksir ya". goda roger sambil mengelus rambut rania dengan manja
"eh..tidak", singkatnya sambil menepis.
si roger ini sok asik ya, bisa bertahan berapa lama ya aku harus sekelompok sama dia. menyebalkan sekali dia.
sambil menggelengkan kepala.
dave, kita bertemu lagi semoga hubungan dengannya bisa langgeng sampai tua. dia teman pertamaku. berteman dengannya menyenangkan.
"rania..." goda dave.
"apa sih", sahut rania sambil mempelajari halaman demi halaman
di tariknya ikatan rambut rania yang sedari pagi berada di rambutnya. "cantikan begini ran".
"kembalikan, aku tidak suka kau melepaskannya begitu saja ya. awas kamu dave".
"memerah pipimu ran, xixixixiix". lanjut metha.
haduh aku malu, awas kamu ya dave akan ku balas perbuatanmu!!"
roger yang dari tadi hanya memperhatikan dan menatap rania, "rania.."
"apalagi sihhh....".
"manis".
terbahak-bahak
"sudahlah kalian jangan godai rania, hayo kembali mengerjakan".
"metha. kemana orang tuamu? sepertinya sepi sekali hanya terlihat kau dengan bibi", tanya rania.
"orangtuaku sibuk bekerja, pulang larut malam sekali", sambil tersenyum.
kasihan sekali, sepertinya ia akan membutuhkan teman untuk berbicara, baiklah lain waktu aku akan mengajaknya jalan-jalan.
menoleh yang lain.
baiklah sudah selesai.
"teman-teman, ini sudah sore kita akhiri saja ya atau kalian mau lanjut sampai malam? aku harus pulang", ujar rania sambil merapikan buku dan memakai sweater merah miliknya.
yang lainpun bergegas setuju dengan rania untuk sudahi tugas.
"kalau begitu metha, kita pulang dulu ya, terimakasih jamuannya, sampai jumpa besok". lanjut rania
"daah metha", yang lainnya serentak
"iya hati-hati ya kaliian".
di perjalanan
"hey rania, kita kan searah. jangan cepat-cepat dong", menarik tangan rania
"ih roger lepasin, oke oke tapi kalian jangan buat gaduh".
"waaaahhhhhh senjaa.."
"suka liat senja ran?", tanya mike.
eh mike baru keluar klaksonnya
__ADS_1
"iya mike, aku suka banget lihatnya, indah", tersenyum sendiri.
"terimakasih sudah mengantar, kalian hati-hati ya", rania masuk dan menutup pagar rumah.."maa..aku pulang".