Cinta Segilima

Cinta Segilima
cemburu


__ADS_3

"rania, metha. aku duluan ya.. rania aku lihat PR kamu ya, hehe".


"dih dasar. yaudah ambil saja di tas".


"rania baik sekali", sambil mencubit pipinya.


"masih ada setengah jam lagi ya ran, disini dulu saja. by the way aku mau curhat".


"apa tuh? cerita saja".


sambil menyeruput minumannya.


"rania, tapi aku malu bilangnya".


"apa? segala malu, sudah apa cepat bilang. jangan bikin penasaran".


"aku suka"


"sama siapa??"


rania menyeruput lagi dan lagi sambil mendengarkan metha cerita.


"dave"


rania keselek


"uhuk!! uhuk!!", mengelap mulutnya dengan tisu yang sudah di sediakan di meja.


"apa?? kamu suka sama dave?". rania terkejut


metha sedikit mencibir, menatap tajam melihat ekspresi rania yang terkejut mendengar ceritanya.


metha mengangguk dan tersenyum.


"rania, bantu aku ya. aku bingung sekarang. tapi kita sahabatan kan. masa aku rusak sih. rania aku cerita sama kamu saja. jangan cerita ke yang lain ya".


"emm iya metha. tenang saja".


dave..


kriiiing!!


bel masuk bunyi merekapun segera kekelas.


dave dan rania saling tatap menatap.


rania menghela nafas. ia duduk bersama metha hari ini karena memang aslinya duduk sama metha.


"ran, aku duduk bareng sama dave ya. kamu sama mike dulu".


"iya metha", senyuman terpaksa.


"mike aku duduk disini dong. kamu sama rania dulu ya"


mike langsung pindah kebelakang dan duduk sebangku dengan rania.


"hai dave"


dave yang melirik ke arah rania berharap rania yang duduk sebangku dengannya.


rania menunduk dan pura-pura baca buku. sedangkan mike melihat lirikan antara dave dan rania.


lupakan dave. fokus belajar hari ini.


tapi kejadian kemarin??


haduh..lupakan rania lupakan.


bel pulang sekolah


"ran, bareng tidak?", ajak mike


"duluan saja ya, aku mau ke perpus dulu".


roger datang


"hai hai. sudah lama tidak nongkrong nih. yuk".


"hayo kemana? cafe sekolah?", sahut metha.


"ran?", tanya mike.


"oke. aku nanti susul kalian. kalian duluan saja. aku mau ke perpus dulu".


rania ke arah perpus untuk meminjam buku yang di perlukan.


metha, dave, mike dan roger jalan ke arah kantin.

__ADS_1


"guys!!"


"kalian duluan ya. aku mau ke toilet dulu".


"oke dave. jangan lama-lama ya".


sebenarnya dave ingin menyusul rania yang berada di perpus.


rania lagi sibuk cari buku yang di perlukan. lalu dave datang. menghampiri rania dari belakang.


menepuk pundaknya.


rania terkejut dan menoleh ke belakang.


dave


"dave!! kamu kok kesini?".


"rania!!", sambil memegang tangan rania.


rania cepat-cepat melepaskan


"em dave, sorry. aku kesini tuh lagi cari buku. jangan ganggu aku ya".


apa karena sikap aku kemarin ya rania jadi dingin


rania berusaha menghindar dari dave, dari pandangannya. lalu ia pergi ke lorong sebelah tapi terus di ikuti dave.


"dave, kamu tuh mau apa sih? jangan ikutin aku terus".


sejak kemarin. rasa itu jadi tumbuh kembali dave.


tapi setelah metha bilang suka sama kamu.


aku harus lupain kamu. aku harus lupain rasa aku ke kamu dave. aku tidak mau khianati sahabat aku sendiri.


"ran, please . kamu jangan bersikap begini. oke aku salah kemarin. aku salah. aku minta maaf. tapi tolong jangan jadi dingin ke aku. ini bukan rania yang aku kenal".


"aku masih rania yang kamu kenal dave".


"tapi tolong, tolong mulai sekarang kamu jaga jarak sama aku".


dave memegang kedua lengan rania. menatapnya. seolah ingin bilang ke rania kalau dave suka sama rania. tapi sulit dave utarakan.


rania menunduk, mengalihkan tatapan dave.


rania!! kenapa kamu tega sama aku!! aku kan sudah bilang aku suka sama dave. kenapa di belakang kamu sama dave sekarang berduaan!!.


sudah aku duga dave, kamu pasti susul rania kesini.


aku tidak bisa biarin kalian berdua


metha kembali ke cafe sekolah. tidak lama rania dan dave muncul.


"rania!! dave!! bisa barengan!!". ujar roger.


"iya ger kebetulan tadi keluar bareng", sahut dave.


"hai kalian!!!", sapa jon


"hei", metha melambai mengajaknya ke meja mereka.


"boleh gabung?"


"boleh lah", sahut metha


"sst metha kamu apaan sih segala ajak gabung", bisik roger. tidak suka.


"sekali-kali ger".


"hai ran", jon langsung menyambat kursi lain dan duduk di samping rania.


"hai jon. kamu sendiri saja?"


"iya ran. eh kamu pulang naik apa?"


"aku biasa naik angkutan umum terus jalan kaki jon"


"bareng aku saja. aku bawa motor. tenang saja aman ko".


"ran, lumayan ran cepat sampai rumah lagi", sahut metha.


rania mengangguk saja. sedangkan dave tidak senang melihat rania terima ajakan jon.


"sorry jon. rania biasa pulang bareng aku. kita juga kan searah. tak perlu lah kamu antar rania segala. nanti kenapa-kenapa lagi. bisa saja kamu baru belajar naik motor kan".


jon mengacuhkan dave

__ADS_1


"ran, kamu mau tidak bareng aku?"


rania melirik yang lain. melihat lirikan metha seolah mengiyakan ajakan jon dan kode agar bisa berdua bareng dave.


rania menghela nafas.


"iya jon. nanti aku bareng sama kamu saja. sudah tidak apa dave".


"yaudah yuk jon sekarang saja pulang. aku agak lelah mau tidur, hehe".


"siap tuan putri"


dih apaan sih nih orang. tuan putri segala


"hati-hati ran. kalau ada apa-apa hubungi aku ran", ujar dave.


rania dan jon pulang


menyusul mike dan roger.


"dave, kamu temanin aku pulang. mau tidak?"


"haa? kita tidak searah metha. lagian supir kamu kemana? kan kamu ada supir"


"cuti"


"hayo ikut aku".


dave memanggil taxi. metha kesenangan karena dave mau temani pulang.


kemudian metha masuk


"pak. tolong anter sampai rumah ya pak".


"loh dave!! kamu bukannya mau temanin aku?"


"kita tidak searah metha. aku capek. sudah ya hati-hati ya metha".


taxi jalan


ih dave mah. sebel deh.


dave. sorry, kita harus jaga jarak.


walaupun aku tahu aku bakal sedih kita jaga jarak.


"ran..ran!!"


rania diam, melamun.


"RAAANN".


rania terkejut mendengar teriakan jon


"ih jon..kagetin saja. ada apa sih?"


jon tersenyum, "sudah sampai ran".


"oh", tepok jidat


"hehe sorry ya jon. thanks ya. hati-hati jon".


jon terdiam menatap rania. rania terheran.


"loh jon kenapa kamu kok belum jalan? kenapa kamu lihatin aku kaya gitu sih?", tanya rania.


"sinih", melepaskan helm yang belum rania lepas dari kepalanya.


"eh, hehe. sorry jon".


di sudut kejauhan dave melihat mereka tampak mesra. merasa kesal.


dave melewati mereka. dan tidak berkata apa-apa. rania memanggil ,"dave!!".


"dave!!"


"ih di panggil tidak nengok".


"rania, aku balik ya. dah".


dave. tahu ah!! mending langsung ke dalem. ke pulau kapuk


aku harus bilang secepatnya sama rania. tidak bisa lama-lama di biarin. sakit tahu hati aku ran lihat kamu jalan berdua sama orang lain.


aku sudah naruh rasa sama kamu sejak kita ketemu ran.


aku pastikan moment kemarin tidak akan lupain aku di pikiran kamu ran

__ADS_1


kamu tunggu saja. waktu yang akan menjawabnya


__ADS_2