
2 tahun lalu
"semuanya pakai atribut yang sudah kalian buat di rumah!!! tidak ada kata tidak!!! semua harus pakai!!!", teriak kakak kelas.
ada yang di suruh bernyanyi pakai huruf vokal O
"podo horo monggo ko torot oyoh ko koto, nook dolmon ostomowo ko dodok do koto......"
ada yang jadi babu kakak kelas cantik
"kipasin yang bener yaa adik-adik, kamu sini pijit kaki aku.. pegel"
"kamu beliin aku es cincau"
"kami beliin aku bakso"
"kalian berdua jagain di depan takut ada tikus masuk"
ada yang di suruh lari keliling lapangan
"hayoo kalian lari lima kali putaran!!!"
belum sampai lima kali. tidak, belum ada satu kali putaran sudah ada yang jatuh.
buuughhhhhh!!!
"kakak!!! kakak!!! ada yang pingsan!!!!", kakak kelas langsung menghampiri anak MOS yang pingsan karena di suruh keliling lapangan.
ada pula yang sudah tiga kali putaran ia terjatuh dan terluka.
"aw!!! aduh!!"
"yah berdarah"
"kakak!!!! kakak!!! ada yang terluka, berdarah!!!"
yang datang kakak kelas tampan.
"aw kakak...!! aku juga terluka tapi tidak berdarah neik". ngondek.
kakak jelas lihat anak MOS ini jijik..
"kamu tidak apa-apa? aku bawa ke UKS ya".
"iya kak".
akhirnya anak MOS ini di bawa ke uks. dan di serahkan kebagian yang bertugas dk UKS.
"din, tolong ya urus dia".
"oke lang" (gilang namanya)
selesai di obati. ia di biarkan berbaring, istirahat di UKS
"aku tinggal dulu ya, kamu sendiri disini tidak apa kan?"
"tidak apa kak".
tak lama kemudian
tok tok tok!!!
"permisi!! kak!! saya mau ambil p3k!!".
di bukanya pintu dan ia lihat ada yang terbaring.
ia terbangun kemudian ia duduk
"ada apa ya?"
"aku mau ambil p3k, kamu yang tadi jatuh di lapangan ya?"
"hehe, iya. keselimpet tadi kaki aku jadi jatuh deh"
"kenalin aku dave", mengulurkan tangan memperkenalkan diri.
"aku rania", sambil tersenyum dengan rambut yang di ikat.
inilah penampilan yang di lihat dave untuk pertama kalinya.
"aku keluar dulu ya, kamu cepet sembuh".
"iya terimakasih ya dave"
setelah menutup pintu
__ADS_1
rania kembali berbaring
setelah 6 hari masa orientasi siswa berakhir.
akhirnya guru membagikan kelas dengan cara mereka memilih kertas yang sudah di sediakan dalam aquarium. disitu tertulis nama kelasnya.
"eh.. aku 1A"
rania memilih tempat duduk baris ketiga dari depan.
"eh kamu rania!!! hai!!", sapa dave yang baru saja masuk kekelas dan menghampiri meja rania.
"eh hai juga dave, kamu di kelas ini juga. berarti kita sekelas dong".
"iya dong..em aku boleh duduk sebangku sama kamu ran? sudah terisi belum?"
"boleh kok dave. sini sebangku sama aku. aku seneng kita sekelas terus sebangku. aku belum kenal yang lain. baru sama kamu saja".
"sama aku juga".
setelah 6 bulan saling kenal
"ran, aku kerumah kamu ya nanti? aku kurang paham rumus yang tadi di ajarin pak doz".
"iya kerumah saja. aku tunggu ya. bye"
"terimakasih tante minumannya"
mereka sangat antusias dan dave benar-benar serius belajar. mempelajari rumus matematika. dan menurutnya hanya rania yang mengerti.
baru satu bulan di kelas. dia sudah dapat nilai 100 waktu ulangan.
tidak heran dave meminta bantuan dari rania.
ikat rambut rania mengendur. dia langsung cepat merapikan ikatan rambutnya. dan tanpa sadar dave terkesima melihat rania sedang melepaskan ikatan rambut dan sempat tergerai sesaat lalu mengikatnya lagi.
raniaa...
cantik juga
eh gak cantik juga sih
kamu imut juga rania
"eh ran kenapa di ikat rambutnya? kenapa tidak di gerai saja?"
"gerah dave. lihat nih sampai keringetan"
tapi tetep oke kok walaupun kegerahan juga
sambil senyum-senyum tidak jelas.
kenapa nih anak? kesambet?
rania menggetok kepala dave.
"kenapa kamu? mikjor ya?"
"mikjor apaan ran?"
"mikir jorok".
"ih siapa yang jorok. aku..aku..ak..aku cuma mikir kalau aku bisa dapat nilai 100 kayak kamu ran", ngeles
"ohh.. kirain dave..sudah hayu belum selesai tuh dua soal lagi".
10 bulan saling kenal
mereka memutuskan sepulang sekolah untuk pergi bersama ke toko buku.
setelah ketoko buku mereka membeli es krim cone di Mcd dekat toko buku itu.
mereka asik sambil berbincang tentang sekolah, cerita masa kecil, sampai membicarakan masa depan.
"dave, tidak terasa ya 10 bulan loh kita bareng-bareng. mudah-mudahan sampai kita dewasa ya. kita temenan terus kayak gini"
"iya ran, jangan sombong kamu nanti kalau sudah sukses..eh tidak kalau kelas 2 kita beda kelas jangan kamu lupain aku".
"okelah dave", sambil menjilat-jilat es krim cone
perjalanan pulang
di pertengahan jalan saat mereka pulang ada segerombolan anak pelajar sedang tawuran dan masih memakai seragam sekolah.
sekolah A dan B.
__ADS_1
untungnya sekolah mereka tidak terlibat.
lalu dave yang tidak sama sekolah dengan mereka, ia terkenal lemparan batu mengena pelipisnya dan terjatuh.
rania ketakutan
"davee!!!"
tidak lama polisi datang
"davee!!"
"pak kita tidak terlibat, lihat seragam kita. beda sama mereka. jadi biarin kita pulang. lihat teman saya jadi korban".
"baik silahkan adik-adik segera pulang dan obati lukanya"
karena khawatir. rania mengantar pulang kerumah dave. dan disana rania membantu mengobati lukanya.
"dave, mama kamu ada di rumah tidak? kalau tahu pasti mama kamu khawatir deh"
"kalau jam segini mama aku masih kerja. cuma ada bibi", meringkih kesakitan.
setelah sampai di rumah dave. rania minta tolong si bibi alias pembantu rumah tangga mengambilkan handuk dan air dingin untuk mengompres lukanya.
"terimakasih bi.."
"dave tahan ya", menepuk-nepuk pelipis yang terluka dengan handuk kecil.
"aww sakit ran!! perih aduh!!"
"ya awal-awal memang sakit daripada sakitnya belakangan malah bahaya dave. tahan ya"
rania sangat hati-hati menepuk-nepuk handuk ke pelipisnya.
dave menatap rania, dalam.
rania tidak sadar kalau ia sedang di tatap dave.
sampai akhirnya dave meraih tangan rania yang sedang menepuk-nepuk pelan pelipisnya. memegang tangannya.
"dave"
rania bingung
mereka saling tatap menatap. dave memajukan kepalanya mendekati bibir rania..tanpa sadar
hampir mendekat.. sedikit lagi
KEDEBUGGG!!!
suara ember jatuh akibat keberatan berisi pakaian basah.
mereka terkejut dan mereka saling malu-malu. salah tingkah. diam.
"bii!! ada apa??", tanya dave
"maaf bos, saya tidak kuat ternyata angkat ember, tadi maksud saya mau saya bawa ke halaman belakang mau bilas"
"yasudah bos. saya lanjut lagi ya mumpung masih ada panasnya"
dave tadi mau apa ya?
"kaget ya ran. haha".
"ya jelas kaget. sudah ah aku pulang ya".
"eh belum di plester"
rania segera plester dan pamit pulang.
ih dave kalau sampai kena beneran. aku hajar dia..
ih tapi kok aku jadi deg-degan ya..
tidak sadar rasa itu timbul di antara mereka
terimakasih ya sudah mau ikut flashback.
xixixi..
selamat membaca.
semoga suka
🐈📖
__ADS_1