Cinta Segilima

Cinta Segilima
terbongkar


__ADS_3

di dalam kelas


"rania!! rania!!", seseorang dari kelas sebelah memanggil rania dan menghampiri mejanya kemudian "ini untukmu!!", memberikan coklat.


bertuliskan have a nice day. "untukku? dari siapa?". "maaf rania aku tidak bisa memberitahumu ia tidak ingin kamu mengetahuinya, sudah ya aku kembali kekelas".


sudah 2 kali..


berarti orang ini satu sekolah denganku


pasti bisa melacaknya


kamu lihat saja aku pasti akan menemukanmu dan meminta penjelasan tujuannya apa seperti ini padaku.


"metha!!! ada yang ingin aku ceritakan padamu. karena kita sama-sama perempuan pasti kau lebih memahami keadaanku", menatap serius.


"ada apa rania? ceritakan saja, apa ada seseorang menyakitimu?".


menggelengkan kepala,"tidak!! metha ini seperti yang ada pada novel-novel, sudah 2 hari aku mendapat kiriman yang tidak tahu siapa yang mengirimnya..pertama, buku novel karya agatha christie lalu hari ini coklat..inih belum aku makan", mengeluarkan dari sakunya.


"waah rania kamu hebat sudah punya penggemar rahasia, aku jadi penasaran siapa yang kirim ini untukmu".


"salah aku apa sih met? apa aku sudah mengalahkan dia di waktu yang aku tidak sadar? atau aku tak sengaja menginjak kakinya? ah itu tidak mungkin".


"xixixixiix... rania kamu lucu. kau ini sedang di sukai oleh dia". "ayo ke kantin saja, mereka sudah menunggu!".


"metha ka.u harus janji sembunyikan hal ini dari mereka. pasti mereka akan menetawaiku kalau tahu".


"iya tenang saja".


roger, dave dan mike sudah menunggu metha dan rania lima belas menit yang lalu.


seseorang menyukaiku. apakah ada di antara mereka bertigakah? rasanya tidak mungkin. aku tidak memiliki perasaan apapun pada mereka. mereka adalah sahabatku.


dave, adalah teman lelaki pertama yang kukenal sejak kelas 1. kita sudah akrab begitu lama walaupun suka jail. tapi rasaya tidak mungkin kalau dia.


roger, ya memang suka godai aku sih tapi aku yakin bukan dialah orangnya. sepertinya roger menyukai metha. jadi itu tidak mungkin dia.


mike, dia seperti es begitu dingin dan pendiam. sepertinya ia tidak tertarik pada wanita. walaupun pernah menolongku mengakui aku pacarnya. yah jelas tidak mungkin. kita hanya sahabat. tidak akan lebih dari itu.


rania yang terlihat melamun saja membuat sahabatnya menggodai rania untuk membuyarkan lamunannya.


"hey rania kamu lamunin apa hayo? past kamu memikirkanku yaa..tidak perlu kamu seperti ini rania..aku juga memikirkanmu kok..xoxoxoxo". goda roger.


mengernyitkan dahi, "kamu siapa ya? aku tidak apa-apa. hanya memikirkan seseorang", sambil tersenyum. aku harus yakini mereka seolah aku menyukai seseorang. siapa tahu dapat petunjuk.


"wah rania bisa suka sama seseorang sekarang ya? tidak menceritakan padaku nih. biasanya kamu selalu berbagi cerita denganku ran, aku kira hatimu seperti batu, xixixixi". lanjut dave sambil merangkul rania.


melepaskan, "enyahlah kalian berdua, aku tidak ingin mendengarkan kalian!! hmph!!".


siapa yang kau sukai rania?


rania berjalan untuk memesan beberapa snack dan minuman di tengah perjalanan ia bertabrakan dengan seseorang, tampan, tinggi semampai, kulitnya putih seperti oppa korea dan hidungnya mancung.


buugghhhhh!!!!


"adaw!!"


"eh..ma..maaf ya". bertatapan langsung bermain mata di antara keduanya.


"kamu tidak apa-apa? apa pundakmu sakit?". tanyanya.

__ADS_1


"aah tidak apa-apa. ini hanya sementara. nanti juga hilang".


sementara mereka berempat terkejut dan memperhatikan keduanya berbincang.


"siapa itu? rania kenapa?". tanya mereka berbisik.


"aku jonas, kelas 3 D. panggil saja aku jon", memperkenalkan diri, mengulurkan tangan ke rania.


"a..aku rania". gugup dan memerah.


"aku yang salah tidak lihat jalan..maafkan aku ya. aku harus kembali. sampai jumpa rania". berikan senyuman terindah.


ia tersenyum padaku?


aku ingin melayang sepertinya...


seperti jatuh cinta pada pandangan pertama.


setelah kembali ia di introgasi oleh sahabatnya.


"rania sakitkah tadi bertabrakan dengannya?", tanya metha.


"rania, kamu tidak apa-apa?", tanya dave.


"rania, kamu memerah!! haaahaha", ujar roger


"rania, sudah kamu pesan belum?", tanya mike.


semua menatap mike dengan tajam. "apa yang salah? aku hanya bertanya tadikan ia harus memesan snack dan minuman".


"tak ada ota!!", ujar roger.


"teman lagi seperti ini kamu tanya seperti itu?".


"rania sedang jatuh cinta pada pandangan pertama ya, kamu harus tinggi dulu seperti dia, xixixixi". goda dave.


bel pulang berbunyi


KRIIINNNNGGGGGGG!!!!!


mereka berjalan bersamaan tiba-tiba jon datang hampiri rania.


"hai ran, nanti sore kamu sibuk tidak? aku ingin mengajak kamu minum kopi. ada cafe baru sebelah utara".


"rania dan kita harus mengerjaka tugas. jadi jangan ganggu rania dulu ya", ujar dave sambil memetangkan tangannya di depan rania.


"kalau begitu aku boleh ikut dengan kalian tidak?".


"tidak!!!", serempak dave, roger dan mike ucapkan.


"tapi sepertinya aku tidak membutuhkan persetujuan kalian. tapi dari rania. bagaimana?".


ahh aku tidak bisa menolak senyumannya


"baiklah. nanti sore ya aku mau minum di cafe".


"sampai jumpa rania!!".


"kamu ini baru kenal dengannya!!", menjitak.


"dave sakit!!".

__ADS_1


"kalau dia menyakitimu gimana? aku tidak mau ya kalau kau di perlakukan seperti itu". menatap khawatir.


"dave, kamu sejak kapan khawatir denganku. tenang saja aku baik-baik saja. setelah dari cafe aku langsung kerumah metha okeh".


"rania. kau sangat beruntung ya, aku bangga padamu rania". ujar metha.


"ya kapan lagi dave rania bisa berkencan. selama ini ia tidak pernah melirik laki-laki kan. ku kira rania sekarang normal kok", ledek roger.


menjitak, " sembarangan kau bicara roger!! kau pikir sebelumnya aku tidak normal ya".


mike mendekati, "waspadalah. ini terlalu cepat rania!!", berbisik di telinga rania.


"mike..kamu mengagetkanku saja".


Rania.. kamu sungguh beruntung. aku iri sama kamu. padahal semua orang tahu aku cantik dan lebih cantik, lebih menarik dari kamu.


tapi kenapa bukan aku yang merasakannya.


rania aku tidak ingin merasa seperti ini.


ini tidak adil bagiku.


mengepalkan tangan.


aku akan awasi kamu rania..


"mereka jam segini kenapa belum datang juga sih? roger mike dave..kemana kalian?".


metha sedari tadi menunggunya.


"kenapa bisa bersamaan mereka belum datang juga ya? atau jangan-jangan..".


"ah tidak mungkin. ini perasaanku saja. tidak mungkin di antara salah satu dari mereka menyukainya. karena di antaranya adalah dia yang kusukai".


"aku harus bagaimana sekarang? di grup tidak ada yang merespon. di telepon tidak di angkat. mereka kemana sebenarnya? rania kan akan menyusul setelah bertemu dengan jon". cemas.


aku akan cari tahu tentang mereka.


aha buku mereka tertinggal disini akan aku periksa apakah aku akan menemukan sesuatu?


lihat saja nanti.


setelah memeriksa lembar demi lembar..


dan metha terkejut menemukannya.


"surat cinta!!!! untuk rania!!". segera membacanya.


***untuk rania.


rania. sejak pertama kali aku bertemu denganmu aku merasakan hal yang berbeda. kamu berbeda dari yang lain. setelah kita memutuskan untuk bersahabat rasanya hati ini selalu menolak dan tidak akan menerima. karena aku takut akan kehilangan dirimu rania.


aku menyukaimu sejak lama. tanpa kamu sadari


dari***..


"tidak!!!! tidak mungkin!! cintaku bertepuk sebelah tangan".


mengepalkan tangan dan menggertakan gigi.


"aku sudah lama menyukainya. kenapa bisa rania orang di sukainya? aku simpan saja catatan ini", menyobek catatan buku lalu di lipat dan di simpan di dalam selipan buku hariannya.

__ADS_1


tak lama mereka pun datang. tapi tatapan metha begitu dingin terhadap rania


__ADS_2