Cinta Segilima

Cinta Segilima
pertama kali


__ADS_3

"maa.. aku berangkat dulu ya, aku mau piket kelas dulu"


"hati-hati. kalau mau kemana ingat kabarin mama ya".


"siap komandan!!".


setengah jalan rania melihat mike seperti sedang menunggu seseorang. lalu rania hampiri dan menegurnya


"mike!!"


mike pun menoleh


"kamu lagi tunggu siapa? kok kayak lagi nunggu someone?", tanya rania.


"aku nunggu kamu rania, aku tahu ada jadwal piket kelas kan hari ini, sekalian bareng sama aku. yuk jalan!!"


aneh, tumbenan ini anak. biasanya tidak pernah begini. "oke.. tapi tumben. ada yang mau di ceritain?".


"tidak rania", jawabnya.


tanpa curiga rania pergi kesekolah berdua mike.


sesampai pintu gerbang sekolah dave sudah ada di pos satpam dan sedang melihat rania dan mike jalan berdua.


"rania? mike?"


"tumben, ada apa sama mereka? biasanya rania jalan sendiri".


"sapa ah"


lalu dave menghampiri rania dan mike


"kalian kok bisa bareng?", penasaran.


"ah iya dave tadi kebetulan kita ketemu, jadi sekalian saja bareng". sejujurnya aku juga tidak tahu maksud mike, tapi daripada dave berpikir yang macem-macem.


mike hanya terdiam dan mengabaikan pertanyaan dave.


"aku duluan ya aku harus piket kan".


"yaudah duluan saja ran, aku sama mike ke kantin dulu. yuk mike temenin!!", basa basi dave.


mike hanya mengangguk ajakan dave dan rania segera kekelas.


"mba, lontong sama teh anget dua ya"


"siap mas".


dave tetap penasaran kenapa mereka bisa barengan karena ini bukan hal yang lumrah.


"mike"


mike hanya menoleh ke dave lalu mengernyitkan dahi dan menjawab "hemm"..


"tidak jadi".


dave ragu bertanya tentang kejadian hari ini.


tak lama roger datang dan menyambut dave juga mike yang lagi asik sarapan.


di kelas


metha datang dengan raut wajah yang tidak enak di pandang. seperti marah, kecewa. lalu dia langsung duduk di bangkunya tanpa sapa rania yang sudah ia lewati saat rania sedang menyapu kelas.


"pagi methaa!!"


metha diam


"met, ada apa dengan kau? kenapa kau pasang wajah begini? cerita dong sama aku. lagi ada masalah ya? hayo dong cerita. tidak biasanya kamu bersikap begini".


metha tetap diam dan acuhkan rania


asal kamu tahu saja. aku sebel sama kamu rania.


tak lama segerombolan teman sekelas lainnya datang termasuk dave, mike dan roger.


"hai hai rania", sapa roger


"hai hai metha cantik, muka kamu seperti baju belum di setrika saja met met".


metha tetap diam


"ran, aku sebangku denganmu ya. pelajaran pagi ini aku tidak paham", ajak dave.


"oh emm iya dave..", rania tidak bisa menolak karena sebelumnya juga seperti itu.


"metha, sorry ya aku pindah duduk dulu. aku sebangku sama dave. nanti kamu cerita ya sama aku".


metha tetap diam dan yang bertukar bangku dengan rania adalah mike.


metha tetap dengan raut wajahnya yang datar.


tidak jauh dari tempat duduk awal hanya bersebrangan saja. biasanya tempat duduk rania dan metha ada di barisan kedua dari depan. karena sebangku dengan dave mereka duduk paling depan tapi beda barisan dengan tempat duduk sebelumnya.


"sst dave, metha kenapa ya? tadi tuh dia tiba-tiba datang langsung di tekuk mukanya dan tidak sapa aku".


"lagi M kali".


"M apa? ih dave ini tidak biasanya. apa ada yang salah sama aku ya?"


"M tuh males, hahahaha"


"dave, serius!!"

__ADS_1


"maksudnya datang bulan kali ran, sudahlah"


"iya kali ya..dave, pokoknya kalau misal kamu ada masalah apa sama aku bilang ya jangan diam"


"iya raniaa"


dave memberikan jari kelingking kanannya sebagai isyarat janji


"janji", mengulurkan jarinya


"oke,. xixixixi kayak anak kecil nih dave".


metha yang di belakangnya melihatnya seperti tidak suka akan pemandangan yang rania dan dave tunjukkan.


mike diam-diam memperhatikan mata metha yang sedari tadi melihat rania dan dave cekikikan.


"ran, hari ini pulang cepat kita ketoko buku yuk. aku mau beli sesuatu".


"oke.. nanti aku kasih tahu yang lain ya dave"


aduh rania. kita berdua saja.


"jangan ran, kita berdua saja".


"loh kok cuma berdua? memang kenapa kalau kita berlima? kan seru dave", rania yang kurang peka.


"ran, kalau di lihat hari ini metha sepertinya lagi kurang bisa di ajak kemana-mana deh, roger setahu aku dia ada ekskul sepulang sekolah. kalau mike, sibuk dia. sudah kita saja yuk".


"begitu ya..coba aku tanya dulu ya siapa tahu pas di ajak pada mau ikut dave".


"rania jangan... kita saja. lagi tidak kondusif nanti malah jadinya mereka sensitif".


"yaudah deh iya dave. kita langsung saja ya. tapi aku ijin dulu sama mamaku".


"siap rania.."


akhirnya ran, kita pergi berdua.


bel pulang sekolah berbunyi. dari awal pelajaran rania dan dave sebangku karena metha ingin sebangku dengan mike.


"guys!! duluan ya. sudah di tungguin di bawah". pamit roger


"okee"


"emm metha...."


belum selesai bicara metha langsung ambil tas lalu pergi.


"metha. kamu kenapa?", rania mengejar sampai ke pintu kelas.


"metha. aku ada salah apa sama kamu? tolong kasih tahu aku met".


"sorry ran. badan aku lagi tidak enak. pengen cepat-cepat pulang. di tambah aku lagi datang bulan tadi pagi. aku duluan ya".


aduh bingung. mau aku temanin metha sampai rumah tapi sudah terlanjur janji sama dave.


"ran, dave duluan ya", pamit mike.


"iya mike"


"yuk ran"


"yuk dave, kau harus traktir aku makan ya"


"muka piring kau ran, hahaha"


ternyata metha tidak pulang, ia menunggu dave dan rania keluar karena ia mendengar kalau dave mengajak rania ketoko buku. ia bersembunyi di dalam pos satpam. mike pun juga ia bersembunyi di dekat pohon di luar gerbang sekolah.


sambil jalan kaki menuju angkot mangkal.dave memulai percakapan


"ran, pernah tidak sih kamu suka sama orang gitu?".


"emm... pernah sih, tapi aku sudah berusaha lupain, kenapa kok tiba-tiba tanya begitu?"


"tidak apa ran. cuma kamu ini kan unik. hobinya makan dan baca buku. haha"


"mana ada waktu buat suka sama orang. xixixi".


"ih dave".


"aw", sambil mencubit perutnya dan dave meraih tangan rania sambil menatapnya dalam. lalu mereka diam. saling berpandangan. dave memulai senyuman yang menawan sambil membelai poni rania yang menurutnya menggemaskan. sedangkan rania pasang muka datar dan menerima belaian dari tangan dave yang menyentuh poninya. duh kok jadi deg-degan ya, kenapa deg-degannya muncul lagi.


"emm dave.. kau sedang apa?" membuyarkan.


dave gugup dan salah tingkah


"tidak ran, tadi ada kotoran di rambut. sorry ya ran"


"oh iya dave", rania pun salah tingkah.


lalu mereka berjalan lagi.


di tengah mereka tadi bertatapan ada mike juga metha yang sudah memperhatikan.


"dave, harusnya aku yang kamu belai rambutnya. bukan rania!! aku harus ikutin mereka pergi".


di sisi lain


"ran, kenapa dave yang di samping kamu sekarang".


mereka sampai di toko buku lalu makan. sedang metha dan mike tetap mengikuti mereka dari kejauhan di arah yang berbeda.


"sudah sore dave. pulang yuk sepertinya agak mendung".

__ADS_1


"iya ran, harus sampai rumah sebelum hujan. kita tidak bawa payung juga".


mereka berjalan kaki menuju halte. belum sampai halte sudah turun hujan deras dan sudah membasahi mereka. lalu mereka meneduh sebentar di bawah pohon. beruntung jaket dave bagian luarnya anti air lalu cepat-cepat ia lepas jaketnya untuk menutupi kepala rania dan dirinya. lalu mereka bertatapan. tatapan mereka kali ini dalam dan lebih dalam terutama dave. "emm dave gimana nih kita nekat saja lari ke halte atau mau tunggu disini saja? sepertinya cuma hujan deras tidak ada petir".


"jaket aku tahan air sih ran. sementara kita tunggu disini saja. kalau sudah redaan baru kita cepat-cepat ke arah halte"


"okedeh. oke juga jaketnya dave. lumayan tidak kena kepala"


"iya dong, mau ran? masih ada banyak jaket anti air"


"boleh sini kasih aku satu, hehe"


sambil mereka bercanda-canda. rania mengelap wajahnya yang basah. dave menatapnya lalu menyentuh wajah rania yang basah dengan lembut. menyentuh, mengelap bibirnya kemudian perlahan dave memajukan kepalanya , sedangkan tangan kiri rania memegang jaket dan tangan kanannya memegang tasnya, mereka saling bertatapan, mendekat ke arah wajah rania lalu menyentuh dagunya, dave menarik dagunya perlahan mendekati wajahnya. dan perlahan mendekati bibirnya yang pink merona walau basah terkena air hujan dan tanpa sadar rania dan dave hanyut dalam tatapan dan dekapan yang hangat di kala hujan menerpa. memejamkan mata sesaat tapi masih dalam dekapan yang hangat. lalu memejamkan mata kembali perlahan muncullah getaran dalam bibir mereka hingga menyetrum ke hati mereka, menikmati kehangatan mungil, yah mereka sangat menikmatinya. sementara mike dan metha menyaksikan pemandangan yang menurut mike dan metha tidak pantas, membuat mereka kesal.


"sial!!!", kata mike dan metha di kejauhan yang berbeda.


120 menit, tersadar apa yang sudah di lakukan rania dan dave perlahan melepaskan dan menarik wajahnya yang memerah. rania tersipu.


"dave. apa yang tadi kita lakukan?"


"em em rania aku minta maaf. aku terbawa suasana"


rania aku mohon kamu rasakan perasaanku. kau pahami sikapku.


"emm", mereka saling salah tingkah


ada apa sama dave? tadi kita? sudah?


oh tidak. aku deg-degan sumpah.


my first kiss.


dave? apa kamu merasakan rasa yang pernah aku rasa dulu? apa yang harus aku lakukan kedepannya dave? aku malu. aku cukup malu sekarang.


tadi dia bilang terbawa suasana? apa setiap perempuan ia bersikap seperti ini?


"dave"


"ya ran", gugup


"tadi kamu bilang terbawa suasana, apa setiap perempuan dan hujan begini juga terbawa suasana?"


apa yang kamu pikirkan rania?


"jujur rania. ini pertama kalinya"


apa? jadi sebelumnya dave belum pernah? kita sama-sama first kiss?


"kita rahasiakan ini ya dave"


"iya rania. aku minta maaf ya. jangan marah ran"


sambil tersenyum, "iya dave. aku tidak marah. aku juga salah tadi juga terbawa suasana. sudah agak reda yuk kita ke halte".


mereka ke halte dan bus pun datang. mereka tidak bercakap. saling diam. saling salah tingkah.


dave mengantar rania pulang terlebih dulu karena searah rumahnya juga. sebelum rania menghampiri pagar rumah dave memulai percakapan


"em ran"


"ada apa dave?"


"ada yang mau aku omongin"


"apa?"


dave gugup, ia ingin mengutarakan perasaannya tapi ia takut di tolak mengingat persahabatan yang sudah terjalin.


"tidak jadi ran, kapan-kapan saja. cepat masuk gih mandi nanti masuk angin lagi"


"iya dave"


sudah mau buka pagar, rania berbalik


"emm dave"


dave yang baru mau jalan ia berbalik badan lagi kearah rania "ya ran"


"thanks ya"


"thanks for what??"


"sudah ajak aku jalan, traktir makan dan...dan....dan..anterin pulang" rania salah tingkah.


"iya rania. aku yang harusnya bilang thanks . sudah mau temanin aku hari ini. lagian kan kita searah tak perlu bilang thanks anter pulang"


"sudah cepat masuk gih..dah", melambai


"dave"


ia berbalik badan lagi


"hati-hati"


mereka saling senyum kemudian rania masuk dan dave berjalan pulang.


dave, jauh sebelum kita mempererat hubungan melalui persahabatan..aku sudah menaruh rasa sama kamu dave. aku berusaha mengubur pelan karena aku mau menjaga persahabatan kita. apa kamu juga merasakan hal yang sama?


yang tadi itu aahhh aku malu. bagaimana aku hadapi dia besok. bagaimana bisa kamu bersikap seperti tadi dave? apa kamu juga menaruh rasa itu untukku dave


oh my first kiss.. sudah kamu curi dave.


sambil senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2