
mereka fokus pada ujian tengah semester yang sedang berlangsung. rania tampak mudah mengerjakannya. metha sedari tadi baru lima jawaban yang terisi. roger oh begitu sulit mengerjakannya. sedangkan dave dan mike tampak biasa saja. mereka sebelumnya sudah belajar bareng di rumah metha seperti biasa.
ujian usai. nilaipun keluar. hasil rapor pun di bagikan ke orang tua murid. seperti biasa rania ranking satu.
"rania selamat ya!!", sambutan dari teman-teman sekelasnya.
kamu tidak hanya pintar dalam ujian. kamu juga pintar merebut hati para cowok terutama cowok yang aku sukai.
metha iri.
liburanpun tiba.
"ran, liburan kamu mau kemana?", tanya dave yang menghampiri rania merapikan buku-buku ke dalam tasnya.
"aku? di rumah saja".
"aku mau ajak kamu ke suatu tempat. kamu mau ya ikut sama aku?", dave sedang berusaha.
"dave, kamu ajak orang lain saja ya. sudah ya aku mau pulang. duluan dave", mengacuhkan.
dave mengejar rania
"ran ran tunggu dulu. buru-buru amat"
"apalagi sih dave?"
"yah ikut yah".
tiba-tiba metha datang.
"hai dave!! rania!! kalian sedang apa?"
"tidak ada!!", barengan.
"dave, liburan semester kita ke puncak yuk", ajak metha ke dave saja.
"nah dave, kamu ikut saja pergi ke puncak. pasti seru".
tidak lama mike dan roger datang
"wah ke puncak seru tuh. ikut dong met", seru roger yang dengar dari dalam kelas.
haduh aku kan cuma mau berdua saja sama dave
"met, kalau sama yang lain aku mau. ya kan roger? mike?", sambil menyenggol perut mereka dengan sikutnya.
mike mengangguk.
males amat berdua doang sama metha. kalau berdua sama rania baru aku mau.
akhirnya metha memutuskan akan mengajak empat sahabatnya ke puncak itupun terpaksa. setidaknya dave ada.
"yaudah kita semua liburan ke puncak minggu depan ya, ya ran? kamu juga ikut".
"emm.. lihat nanti ya met. nanti kalau sudah fixed aku kabarin"
yah kalau bisa sih kamu tidak perlu ikut rania. aku jadi males ada kamu
mereka pulang
"dah mike.."
tinggal rania dan dave berjalan berdua. tapi rania jalan duluan di depan sedangkan dave di belakangnya.
rania buru-buru jalan. mempercepat langkah kakinya. begitupun di ikuti dave di belakanganya mengikuti ritme kaki rania.
dave apaan sih. males ah
dave mempercepat langkah kaki. menghampiri rania kemudian menarik ransel rania.
"eeehhh..dave!!! apaan sih!!"
setelah menarik ia merangkul rania. rani cepat melepaskan.
"dave. aku tidak suka kamu begini!!"
dave berhenti di depan rania. mencubit kedua pipi rania.
"emmmm....gemeeeeessss aku sama kamu rania".
"aw..sakit dave", rania balas mencubit perutnya. dan puas rania tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspresi dave yang kesakitan akibat di cubit rania.
__ADS_1
"iseng ya kamu rania!! kelitikin nih", dave menggelitik pinggang rania..dan rania tertawa karena geli.
mereka bercanda. saling jail. tertawa bersama.
tidak terasa mereka bercanda sudah sampai di rumah rania.
"sudah ah dave!! capek tahu!!! sudah sana pulang"
"iya. kamu istirahat ya. bye rania!!!"
"weeeekkkkkk", rania mengeluarkan lidah sambil menarik satu matanya ke bawah
*(gini ya gue kasih emot nih 😛)
rese sih dave. sudah tahu kita harus jaga jarak
pesan baru masuk
metha_20
rania!!!
nanti kalau kita jadi kepuncak. kamu bisa kan deketin aku sama dave?
"ih metha. sejak kapan dia jadi begini sih".
rraaniiaa
aku usahakan ya metha..aku pasti bantu kamu 😘
ih emot kiss segala
metha_20
okedeh rania. pegang kata-kata kamu ya!
rraaniiiaa
btw, kamu sejak kapan suka sama dave?
metha_20
😁
rraaniiaa
oh yasudah..good luck ya met!
"heuh. kenapa yang kamu suka si dave sih met? aku sudah lebih duluan kenal dave. tapi kalau kamu suka yasudah aku lupain rasa aku ke dave".
pesan baru masuk
"siapa lagi nih malam-malam kok chat sih?"
davee!!!
daveee
telor sama ayam duluan mana?
"ppppffffff"
"hahahahahahahaha"
rraaniiaa
duluan jambulnya
daveee
ihh lucu sih
rraaniiaa
jayus!!! jangan ganggu
daveee
maunya ganggu
rraaniiaa
__ADS_1
dave. kita harus jaga jarak. okey?
daveee
alasannya?
rraaniiaa
ya pokoknya kita harus jaga jarak
rania tertidur.
daveee
tidak ada alasan. tidak mau jaga jarak
daveee
ran. kok tidak balas lagi sih. tidur ya?
daveee
ran..
mulai detik itu. aku memutuskan untuk mengejar kamu ran. aku tidak akan berhenti sampai kamu akui rasa yang kamu miliki juga buat aku.
pesan baru masuk
daveee
aku ingin masuk dalam mimpimu
menemani tidurmu yang indah
saat kamu bangun
aku mau nama yang kamu sebut
adalah aku
rania..tolong jangan ngiler ya tidurnya
🤣🤣🤣
selesai mengirim pesan via whatsapp davepun tertidur dan memimpikan rania
*mimpi mulu nih si dave 🤣🤣🤣
memandangi foto rania.
"ran, kenapa bukan aku orang pertama yang kamu kenal di antara kita berempat? kenapa dave?"
tersenyum
"aku akan buat kamu jatuh cinta sama aku ran. dengan caraku sendiri"
"aku akan kirim coklat dan buku kesukaan kamu sesering mungkin kerumah kamu"
memandangi foto rania terus menerus
foto rania yang ceria, senyum yang lebar dan manis. menurut mike.
metha yang belum bisa tidur karena memikirkan dave , memikirkan surat dave untuk rania, melihat dave mencium rania, melihat sikap manis dave ke rania.
di ambilnya lagi catatan dave yang ia sobek dari bukunya di tempat sampah. ia baca lagi remuk lagi catatan itu. akhirnya ia ambil lagi ia simpan lagi di buku hariannya.
"aku tidak peduli kalau ujungnya persahabatan tidak penting ini harus berakhir. pokoknya aku mau dave. cuma dave"
"aku mau gabung sama mereka ya jelaslah karena ada dave. kalau tidak ada dia. aku tidak mau dan tidak akan mau gabung sama mereka"
selama ini metha hanya tertuju pada dave. dan ternyata ia sudah lama menanam rasa itu. dia tidak benar-benar menginginkan arti sebuah persahabatan.
"metha sama dave. ada apa ya? aku perhatikan, metha agak explore gitu sih sikapnya"
"dave sama rania juga kayak orang pacaran. curiga aku lama-lama sama mereka. tapi kan kita sahabatan masa salah satu dari kita ada yang pacaran. tidak lucu lah"
"aku harus cari tahu nih. ada apa di antara mereka bertiga"
roger tahunya mereka bertiga yang sedikit bermasalah. roger tidak tahu kalau mike menyimpan perasaan buat rania.
karena roger melihat mike seperti tidak ada kehidupan. sangat asing dan menakutkan karena auranya yang dingin, cuek membuat roger tidak berpikir yang macam-macam.
__ADS_1