
Setelah membeli kado untuk pandu, sena berjalan ketoko boneka untuk kahiyang, saat memilah milah boneka, Pandu melihat sosok sena, ia segera mengahampiri sena.
"dek" sapa pandu sembari menepuk pundak sena
sena terkaget dan berbalik belakang, " loh kakak disini juga?" tanya sena
" iya tadi kebetulan gak ada kegiatan jadi kesini sama teman teman mereka lanjut ke bioskop tapi menurut saya tidak bagus. jadi tidak gabung dan jalan jalan, malah gak sengja lihat adek disini" jawab pandu panjang lebar.
"oh...pantes aja masih pakek seragam dinas" ujar sena
"lucunya anaknya kak seto ini?" tanya pandu
sena mengangguk dan melanjutkan memilih milih boneka yang disukai kahiyang.
"sini biar kakak yang gendong kahiyang" tawar pandu sembari mengambil kahiyang dari pelukan sena. untung untung kahiyang bukan tipe anak yang pemilih, dia mau dengan semua orang.
"loh gak apa apa kah kak?" tanya sena
"gak apa apa" jawab pandu
Setelah mendapatkan boneka yang kahiyang mau mereka bertiga menuju ke kasir, saat akan bayar pandu mendahului membayar, sena hanya tersenyum.
"cantik sekali putrinya pak buk" tegur kasir kepada sena dan pandu
__ADS_1
Spontan sena dan pandu saling melihat dan ketawa.
"makasih mbak, putri pertama kami mbak" ujar pandu sembari tersenyum
Sena mencubit pinggang pandu, pandu langsung terjingkat dan manahan tawa. Setelah membayar boneka, mereka berjalan jalan.
"mau cari apa lagi dek?" tanya pandu
"kakak sudah makan?" tanya sena
"belum dek lapar sekali" jawab pandu sok sok manja
"kahiyang berat???" tanya sena sembari menahan tawa
Saat bermain ke time zone pandu minta tolong ke orang untuk mefotokan mereka bertiga, mereka bertiga bak keluarga kecil yang harmonis 😂😂.
setelah selesai belanja, kebetulan juga teman teman pandu keluar nonton bioskop. Mereka melihat ke arah sena dan pandu yang menggendong kahiyang, mereka mulai bercandain pandu cocok menjadi seorang ayah. Pandu hanya tertawa kekeh, sedangkan sena menahan malu.
"Ijin danton cocok" ujar salah satu bawahan pandu
""ah...kau ini" ujar pandu. "tunggu saya diparkiran saya antar anak dan istri saya dulu"ujar pandu sembar terkekeh melihat sena
Sena melotot dan mencubit kembali pinggang pandu. "bercanda dek" ujar pandu sembari tertawa. Pandu mengantar sena menuju parkiran, sesampainya diparkiran pandu memasukkan kahiyang dalam mobil.
__ADS_1
"da..daa.da kahiyang" ujar pandu sembari melambaikan tangannya ke kahiyang
"bilang apa sama uncle?" tanya sena ke kahiyang yang duduk disebelahnya.
"makasih uncle" ujar kahiyang sembari mencium pipi pandu.
"hati hati ya dek bawa mobil, pelan pelan" ujar pandu ke sena.
"baik papi" jawab sena sembari bercandain pandu, dan kemudian mereka berdua tertawa bersama. Sena meluncurkan mobilnya menuju rumah besarnya.
Hari pun berganti, saat dimana hari ulang tahunnya pandu, sena tiba tiba dipanggil kerumah sakit. namun sena mengabari ke pandu kalau dia mungkin agak terlambat untuk bergabung, karena dia ada pasien darurat, dan kebetulan rumah sakit sedang kekurangan dokter. Pandu pun mengerti dan mengiyakan ucapan sena, meskipun ia agak kecewa namun ia tetap optimis kalau sena pasti akan datang.
Disebuah restoran yang berada disalah satu perbelanjaan terbesar, pandu sudah memesan tempat, ia dan teman temannya segera duduk dan mengobrol ngobrol sembari menunggu hidangannya.
Saat asyik ngobrol, syadan yang mengetahui kedekatan sena dengan pandu, "Loh, sena tidak jadi datang?" tanya syadan agak mengeraskan sedikit suaranya agar yoga juga ikut mendengar.
"gak tau ini, tadinya mau datang tapi tiba tiba ada panggilan kerumah sakit" jawab pandu
Yoga spontan menguping pembicaraan syadan dan pandu. Anggi sudah mulai cemberut, karena dia tau yoga masih menaruh hati kepada sena, meskipun yoga tidak pernah menunjukkannya, namun anggi tau betul.
"oh sena juga diundang?" tanya syidan.
"iya" jawab pandu sembari mengangguk, letting letting mereka penasaran sekali siapa yang dimaksud sena ini.
__ADS_1