Cinta Senja

Cinta Senja
Di Arah yang Berbeda


__ADS_3

Pandu dan sena sudah tidak saling lagi bertemu, bahkan nomer sena sudah diblokir oleh pandu, padahal sena tidak pernah memblokir nomer pandu. Namun ia menerimanya, suatu hari sena berjalan bersama Tyas dan Arin.


Tidak sengaja mereka berpas pasan dengan pandu dan beberapa rekan kerjanya, namun pandu pura pura sedang mengobrol dengan rekan kerja wanitanya. Mereka sangat dekat namun seolah tidak saling mengenal, Arin hanya melihat ke arah sena, sedangkan sena hanya menatap kedepan tanpa melihat pandu yang melintasinya.


Pandu yang menyadari sena tidak melihat ke arahnya, dia hanya diam dan tertunduk. Saat makan direstoran pun tanpa sengaja mereka bertemu dan berdekatan meja, sena asyik mengobrol sama tyas dan arin. Sedangkan Pandu meskipun ia asyik ngobrol bersama temannya, namun ia tetap mencuri curi pandang ke arah sena.


Suatu hari pandu mengalami kecelakaan ringan saat melaksanakan tugasnya, sehingga mengharuskan ia dirawat inap dirumah samit tempat sena bekerja.


"dok, tadi ada pasien yang kecelakaan tapi tidak parah hanya luka dikakinya" ujar perawat kesena sembari menyodorkan rekam medisnya


Sena yang membaca nama pandu di kertas tersebut segera bergegas menuju kamar dimana pandu dirawat. Sena merasa khawatir terhadap pandu, saat ia memasuki ruangan pandu dirawat, ia melihat pandu yang terbaring tidur diatas ranjang rumah sakit, wajahnya begitu terlihat lesu, dan lelah.


Sena datang mendekat pelan-pelan dan sejenak mengamati pandu, ia melihat pandu yang terlihat kurus namun tidak mengurangi ketampanannya😁. Tanpa sadar tangan sena bergerak dan membelai rambut jepak pandu.


Didalam lubuk hati sena, ia merasa bersalah telah membenci pandu. Sebenarnya pandu pun tidak tahu apa yang menjadi permasalahan dalam kedekatan sena dan pandu.


Tiba tiba perawat masuk ruangan yang mengagetkan sena, "dok" panggil perawat.


"suuuutstst🤫🤫🤫" sena mendekati perawat tersebut agar tidak membangunkan pandu yang sedang terlelap. "ada apa suster" tanya sena lirih


"Dok dicari sama dokter dimas" ujar perawat yang ikut berbicara pelan

__ADS_1


"oke ayo" ujar sena sembari menutup pintu kamar tersebut secara perlahan.


Sena segera bergegas keruangan dokter dimas, "tok...tok...tok.." sena mengetok pintu,


"masuk" ujar dokter dimas


"selamat sore dok?" sena pun membuka pintu masuk dan duduk di depan dr. dimas,


"sore juga, dr. sena ini ada beberapa penarikan dokter di daerah ini, dr. sena boleh mendaftar boleh juga tidak" tanya dokter dimas kepada sena.


"baik saya akan pertimbangkan dok" jawab sena sembari mengambil formulir pendaftaran. Dan kemudian sena berpamit keluar ruangan dokter dimas, ia menyusuri lorong lorong rumah sakit, ia menaruh berkasnya diatas meja nya. Dan kemudian sena melanjutkan jalannya, tanpa sengaja ia menuju kekamar Ipda Pandu kembali. Ia membuk perlahan pintu kamar pandu, pandu masih terlelap karena pengaruh obat yang penghilang rasa sakit.


tiba tiba suara pintu kamar berbunyi seperti ada yang membukanya, spontan sena terkaget dan melihat kearah pintu. dan ternyata itu adalah kedua orang tua pandu.


"Selamat malam dok" sapa ibu pandu


"selamat malam bu" jawab sena sembari salah tingkah, dan takut jikalau pandu terbangun dan akan melihat kearahnya. " saya permisi dulu ya bu pak" ujar sena sembari bergegas keluar dari ruangan tersebut.


"cantik ya pak dokternya" tanya mama pandu


Papa pandu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Pandu pun terbangun, " sudah lama ma pa?" tanya pandu kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"mama sama papa akan temani kamu tidur disini" ujar papa pandu


"gak apa apa pa, pandu sudah sehat juga. kasihan mama pulang saja" ujar pandu


"tidak apa apa nak, teman jaga kamu kan sudah pulang juga" ujar mama pandu. "sepertinya anak mama betah dirawat disini karena banyak dokter dokter cantik dirumah sakit ini" canda mama pandu mengejek pandu.


"sakit beneran ma, bukan bohongan" ujar pandu


"Katanya Anggi kamu yang ngotot sekali mau dirawat dirumah sakit ini, sedangkan dikepolisian sendiri kan ada rumah sakit khusus polisi" jajr mama nya yang begitu penasaran.


"ah bohong itu anggi ma, kebetulan saja rumah sakit ini yang terdekat ma" ujar pandu berusaha menjelaskan ke mamanya.


"yang bener?" canda mama pandu, "tadi ada dokter cantik masuk keruangan ini, pas mama papa masuk dia seperti salah tingkah" cerita mama pandu sembari menata barang barang pandu.


"dokter???"tanya pandu yang berfikir siapa kira kira dokter tersebut.


"dokter siapa pa namanya?" tanya mama pandu menoleh ke suaminya tersebut.


"dokter sena" jawab papanya sembari membuka buka koran.


Pandu saat itu sedang minum dan langsung tersedak, dalam hatinya bertanya tanya apakah betul sena yang dia kenal, dia tersenyum tipis yang membuat mama nya terheran heran.

__ADS_1


__ADS_2