
Syidan mengenalkan sena kepada teman2nya, teman2 si kembar pun antusias berkenalan dengan sena dan Arin. Tak selang lama datanglah 2 lelaki dan 1 cewek, lelaki tersebut juga memakai seragam polisinya.
Seketika wajah sena dan arin langsung berubah saat melihat sosok lelaki tersebut, ya salah satu dari laki2 tersebut adalah mantannya Sena, yang pernah menyakiti begitu dalam dan meninggalkan bekas luka kepada hati sena. Sedangkan laki2 itu hanya terpaku melihat ke arah sena, ia tidak menyapa, tidak berkata sepatah katapun hanya melihat mematung kepada sena.
Arin "cabut yuk sen" sembari menarik tangan sena.
Syadan yang melihat perubahan ekspresi sena, dibenaknya penuh tanya dan tanya. Ia masih mengira bahwa sena dan Yoga putus secara baik2, dan berpisah karena sudah tidak saing cocok. Ia tidak tahu luka apa yang selama bertahun2 sena sembunyikan.
Syidan , " kenalin dek, ini Pandu kalau ini pasti kenalkan sama yoga, dan ini Anggi ceweknya yoga" ujar syidan memperkenalkan temannya yang baru datang.
Seperti kesamber petir disiang bolong, ternyata betul ini perempuan yang bikin yoga waktu itu memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Dulu dia selalu bilang kalau Anggi adalah sepupu temannya, dan temannya selalu minta tolong untuk membantu anggi.
Sena sekuat tenaga untuk melebarkan senyumnya, Sedangkan arin hanya manyun dan malas melihat ke arah yoga.
"salam kenal" ujar sena dengan senyuman pahit, sembari mengulurkan tangannya kepada pandu, anggi dan terakhir kepada yoga.
__ADS_1
Yoga menyambutnya dengan antusias, tiba2 terlontar dari mulutnya, "apa kabar?" ujar yoga kepada sena.
Sena hanya berusaha sekuat tenaga untuk senyum kemudian mengangguk. Anggi yang mengetahui kalau sena adalah mantan Yoga, dia berusaha semua baik2 saja.
"permisi ya kami lanjut dulu, ada mau mencari sesuatu" ujar arin dan mengajak sena yang terlihat bodoh, dia menggerutu kakak kembar sena juga bodoh.
Syidan, "hati2 sayangku, nanti langsung kerumah ada" sembari memeluk sena, syadan juga memeluk sena.
"kakak tunggu penjelasan adek dirumah" bisik syadan lirih ke telinga sena. Ia berfirasat ada yg tidak beres antara dia dan yoga.
"lupakan dan lepaskan" ujar Arin sembari memeluk sahabatnya tersebut.
Sena masih berlarut dalam tangisnya, "kamu wanita baik2, di tak pantas mendapatkan kamu" ujar arin kembali.
Kemudian Arin mengambil alih mengendarai mobil, Arin memacu mobilnya menuju sebuah tepian pantai. Ia berhenti dan berusaha menenangkan perasaan sahabatnya.
__ADS_1
"Sudah ku bilang kan lupakan, dia tidak baik buat kamu. kalau dia baik, dia tidak akan meninggalkanmu. 7Tahun bukan sebentar kamu menemani langkahnya, lelaki yang baik dia akan menghargai waktu itu" ujar Arin sembari marah2 kepada sena.
Sena hanya memaku dan berdiam, " aku sudah berusaha melupakan dia" suara parau nya akhirnya keluar terucap dibibir tipis dan mungilnya.
"kamu cantik, kamu punya segalanya. apakah pantas kamu menangisi laki2 seperti itu" ujar Arin dan dan kemudian Ia memeluk sahabatnya.
Setalah tenang perasaan sena, dan membaik. Kemudian sena mengantar Arin kembali ke Asramanya. Sena sudah jauh lebih baik karena sahabatnya. setelah mengantar Arin, sena segera meluncur kerumah keluarganya, rumah yang papanya bikin untuk kakak2nya. saat itu kakak2nya sedang hari libur mingguan jdi mereka akan pulang berkumpul.
Sena memarkir mobilnya didepan rumah besar yang ada dihadapannya. banyak yang berubah setelah 2tahun ia pergi dari rumah itu, mbok yang membukakan pintu rumah menyambut sena dengan antusias.
"siapa mbok?" tanya satya sembari menuruni tangga lantai 2 rumahnya.
"Taraaaaa.... surprise...." ujar sena sembari merentangkan kedua tangannya.
Satya yang terkaget2 segera mendekati adeknya dan memeluk adek bungsunya tersebut.
__ADS_1