Cinta Senja

Cinta Senja
Dunia Baru, Harapan Baru 02


__ADS_3

Sena telah tiba di Bandara Jakarta, Ayahnya yang seorang Jendral menjemput Sena dibandara, sena memeluk ibunya memeluk ayahnya. kedua orang sena adalah orang berada, dan kaya raya, siapapun yang mengetahui kehidupan sena yang bergelimang harta, tidak ada satupun laki2 yang akan menolaknya.


Didalam mobil menuju kerumah, "sehat nak?" tanya papa sena


"Alhamdulillah sehat pa? papa mama sehat?" tanya sena penuh dengan sopan santun. Anak baik yng terlahir dari seorang ibu baik pula.


Sesampainya dirumah, sena segera turun dari mobil dan masuk kamarnya, sena tak ingin banyak dulu bercerita kepada orang tuanya. Ia ingin mandiri dan berusaha menyimpan kisah itu rapat2.


"jangan lupa mandi dulu nak, baru turun makan" teriak mama sena dari lantai bawah.


Sena hanya mengangguk mengiyakan ucapan mamanya, kebetulan rumah sena tidak jauh dari tempat dinas papanya, jadi papanya tidak tinggal dirumah dinas.


Sena segera membuang badannya kekasur, iya kembali kerumahnya. Ia bak seorang putri berada dirumahnya, karena mamanya tidak mengijinkan sena bekerja, karena ada pembantu dimasing2 tugas rumahnya.


Sena menatap langit2 kamarnya dan melihat2 artikel dihpnya, tiba ia berhenti disalah satu pengumuman pendaftaran perwira profesi. Dia langsung terbangun dan tergoda dengan pengumuman tersebut, kemudian sena segera bergegas mandi.

__ADS_1


Papa sena duduk dimeja makan, sedangkan mama sena menyiapkan hidangan makanan yang dibantu oleh mbok ijah pembantu rumahnya.


sena berjalan menuruni tangga, ia menyapa mama dan papanya segera duduk disamping papanya, ia melihat disekeliling, dalam hatinya bergumam rumah ini besar dan sepi.


"pa..." panggil sena


"iya nduk (panggilan anak wanita dalam bahas jawa)" jawab papa sena sembari tetap melihat kearah hpnya dan sesekali menyeruput teh.


"kenapa dek?" imbuh mama sena sembari duduk disebelah papa sena.


Papa sena spontan tersedak, mama sena juga ikutan kaget. selama ini sena tidak berminat jikalau kedua orang tuanya mengusulkan agar dia mengikuti jejak kakak2nya.


"serius??" tanya papa sena sekali lagi meyakinkan ucapan putri satu2nya tersebut.


"serius pa, sena sudah bawa semua berkas2 sena, besok adek urus pa" jawab sena mantap.

__ADS_1


Sedangkan mama sena masih terbengong dan tidak percaya, sekolah dengan biaya mahal2 dan ujung2nya mengikuti juga jejak ke4 kakak2nya.


Dan setelah bujuk membujuk, akhirnya kedua orang tua sena setuju dengan keputusan anaknya.


Keesokan hari dan hari seterusnya sena sibuk mengurus berkasnya kesana dan kemari, sesekali papa sena mengantar sena mengurus berkas dari pendaftarannya, sena merasa risih. Papanya yang seorang Jendral selalu setia menemaninya, namun sena selalu mengatakan papanya agar jangan turun. Sena ingin berjuang tanpa campur tangan dari papanya.


Hari demi hari pun berganti, hari itu adalah saat penentuan terakhir sena lulus atau tidak dalam pendaftarannya, pagi itu sena sengaja tidak mau diantar oleh papanya, dia ingin naik taksi. Ia hanya tidak ingin papa nya kecewa kalau tahu sena tidak bisa lulus, dan akhirnya sena pergi sendirian ke tempat pengumuman.


Saat menanti pembacaan nominasi siapa2 yang lulus ditahap akhir, ternyata nama sena dipanggil dan lulus, sena sujud syukur akhirny Ia bisa mengikuti karir kakak2nya.


Sena turun dari taksi, ia memasang muka lesunya memasuki rumah megahnya, papa dan mama sena sudah menunggu diruang tamu, Sena pun duduk disamping kedua orang tuanya dan menghela nafas dalam2.


"Sudahlah mungkin belum rejekimu nduk di situ, gak apa2 anak papa kan hebat pintar" ujar papa sena sembari mengelus pundak sena berusaha membesarkan hati sena.


Kemudian sena mengeluarkan hasilnya dan ternyata lulus papa dan mama sena ikut senang kemudian memeluk sena.

__ADS_1


__ADS_2