Cinta Senja

Cinta Senja
Lebih Baik Berdiri sendiri sendiri


__ADS_3

Makanannya pun tiba, pelayan segera menghidangkan makanannya ke meja. Sena menelfon kalau dia sudah didepan restourant, pandu menyuruhnya masuk.


Dari kejauhan pandu melanbaikan tangannya kesena. Semua orang terpana memandang ke arah sena yang berjalan dengan gagah cantik namun tetap anggun dengan seragam dinasnya. Yoga bahkan tidak berkedip melihat kearah sena. Sena mendekat dan menghampiri meja dan tempt duduk yang sudah disiapkan pandu disampingnya. Sena kemudian bersalaman kepada kedua kakak kembarnya dan duduk.


Sena berusaha tersenyum dan seolah olah tidak mengenal yoga.


"baru pulang dinas dek" tanya pandu lirih kesena.


Sena mengangguk dan tersenyum ke arah pandu. Pandu begitu memperhatikan sena, si kembar hanya senyum senyum saja melihat kearah pandu yang tiba tiba langsung over. sedangkan yoga seperti terbakar cemburu melihat kedekatan mereka berdua.


"Ini kado buat kakak sepupuku" ujar anggi dan menghampiri Pandu.


Sena langsung terbelalak kaget melihat kearah pandu, ia kaget mengetahui kalau anggi adalah sepupuny Anggi, raut wajah sena seketika berubah menjadi kecewa. Syadan yang mengerti dia menyentuh lengan sena, dan mengerdipkn matanya. Syadan tau betul sena sudah tidak mau berhubungan apapun dengan yoga maupun anggi.

__ADS_1


"makan yang banyak dek" ujar pandu ke sena


Sena hanya mengangguk dan senyum asam kepada pandu, Sena jadi tidak selera lagi memakan hidangannya. dia sudah mulai tidak nyaman, syadan segera mengambil inisiatif.


"adek mau pulang duluan?" tanya syadan lirih


Sena mengangguk lirih, kemudian ia memberikan kadonya kepada pandu tidak dengan sepatah kata apapun, hanya tersenyum kecut.


"kita cabut duluan ya bro" ujar syadan sembari mengambil tasnya


"gak apa apa kak, makasih" sembari melepas tangan pegangan pandu.


setelah berpamitan syadan memegang tangan sena dan berlalu pergi, perasaan pandu sudah tidak ena, dalam benaknya bertanya tanya ada apa sebenarnya.

__ADS_1


Saat didalam mobil, sena hanya duduk terdiam. Syadan pun hanya diam juga, ia tau betul sifat adeknya. Ia menunggu adeknya agar jauh lebih tenang, supaya dia bisa menceritakan keluh kesahnya.


Sena memejamkan matanya perlahan menarik nafasnya dalam dalam, ia mencoba menenangkan hatinya sendiri.


Sesampainya dirumah, sena segera masuk kekamarnya. Syadan pun tidak berani menanyakan apa apa. saat dikamar pandu terus terusan menelfon sena, namun sena menghiraukan panggilan pandu, dan juga menghiraukan pesan dari pandu.


Hari dengan hari sena lalui, ia berusaha sekuat mungkin menghindari pandu. saat pulang kerja tiba tiba pandu menemui sena dirumah sakit, ia menunggunya didepan gerbang. Saat ia melihat sena keluar dari gerbang, pandu segera menghampirinya.


"dek tunggu" panggil pandu yang melihat sena berusaha menghindarinya. "saya mau bicara" ujar pandu sembari memegang lengan sena.


Sena berhenti dan menarik nafas dalam dalam, lalu ia berbalik ke arah Pandu. "anggap saja kita tidak pernah saling kenal" ujar sena menguatkan perasaannya.


Pandu terkejut, sebenarnya apa yang terjadi, "apa salah saya dek" tanya pandu.

__ADS_1


"anda tidak salah, dan saya juga tida menyalahkan siapapun, saya harap kita jangan bertemu lagi" ujar sena sembari berlalu pergi.


Pandu berusaha menerka perkataan sena, kemaren baik baik saja. Kenapa sekarang berubah, tiba tiba muncul kekecewaan besar pandu terhadap sena. Ia tidak menyangka sena akan seperti itu, sedangkan sena didalam mobilnya hanya menitikkan air matanya dan berusaha untuk tetap tegar.


__ADS_2